Energi Juang News, Bali –Viral fenomena harga “BBM Sultan” membuat wisatawan di Bali langsung melongo melihat harga bensin eceran melonjak jadi Rp.200.00 perliter, ramai dimedia sosial.
Aksi ini direkam oleh seorang saksi warga setempat. Video memperlihatkan seorang pria beratribut ojek online (ojol) mengendarai motor Honda PCX merah.
Ia membawa beberapa botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter berisi cairan berwarna hijau (diduga Pertalite)dibayar dengan harga Rp.200.000;
Belum diketahui pasti lokasi video tersebut, tapi beberapa unggahan menarasikan kejadian itu berlokasi di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali.
Sontak postingan ini pun langsung memicu kreativitas tanpa batas dari warganet yang gemar berkomentar.
Kelangkaan BBM di Bali membuktikan bahwa bensin eceran sekarang sudah naik kasta dari bahan bakar menjadi barang investasi mewah.
Bahkan praktik jual-beli BBM eceran secara online juga marak ditemukan di tengah kelangkaan dan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali, terutama Denpasar dan Badung.
Meski bensin dijual mahal, sejumlah warga rela membeli BBM melalui media sosial ketimbang antre berjam-jam di SPBU.
Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengimbau masyarakat tidak memperjualbelikan BBM bersubsidi secara ilegal.
Polres Badung menyiagakan personel untuk memperketat pengawasan dan penjagaan di beberapa SPBU. Langkah ini dilakukan selama kondisi suplai BBM masih langka dan belum kembali normal.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengingatkan para pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi bisa diancam sanksi pidana sesuai Pasal 55 juncto Pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
“Ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 miliar,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News




