Energi Juang News, Jakarta- Di tengah gegap gempita peluncuran ponsel Iphone 18, sebuah kontras sosial yang tajam antrean BBM dan Karhutla tersaji nyata di berbagai sudut negeri.
Antrean panjang konsumen yang rela bermalam demi mendapatkan iPhone 18 terbaru harga hingga puluhan juta rupiah demi gengsi digital menjadi pemandangan biasa di pusat-pusat perbelanjaan mewah perkotaan.
Sungguh sebuah simfoni kehidupan yang indah, di mana sebagian orang rela tidur beralaskan aspal mal demi menjadi yang pertama mencicipi boba kamera iPhone terbaru
Sementara ketimpangan terlihat jelas di Bali, di mana antrean kendaraan mengular panjang bukan karena ada konser Coldplay gratis, melainkan demi memperebutkan beberapa liter Pertalite akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Komedi epik tergambar ketika turis mancanegara berniat sewa motor untuk menikmati sunset, tapi berakhir dengan mendorong motor bersama warga lokal demi secangkir Pertalite.
Bahkan semakin lengkap dan memprihatinkan ketika melihat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengepung sebagian wilayah Indonesia.




