Energi Juang News, Jakarta – Aksi unjuk rasa menentang perang dan kenaikan biaya hidup tidak hanya di Prancis. Aksi tersebut merembet ke Kota Milan, Italia, yang juga berujung ricuh pada Sabtu (17/10/2026). Radio Genoa melaporkan di luar Katedral Milan sebuah simbol Kekristenan yang sedang terkepung.
Kebakaran, bentrokan, dan kehancuran terjadi di bawah menara-menaranya. Ini bukan perayaan — ini adalah sebuah keruntuhan. Mereka membakar jantung kota Milan sementara semua orang menonton dan merekamnya. Ini adalah perang terhadap sejarah, budaya, tradisi, dan identitas Italia. Sejumlah demonstran menjarah toko, membakar benda-benda di jalan, dan bentrok dengan polisi di pusat kota.
Kerusuhan membuat kawasan Piazza del Duomo dan sebuah pusat perbelanjaan mewah di pusat Milan harus dikosongkan. Padahal, kawasan tersebut biasanya ramai dikunjungi warga dan wisatawan pada akhir pekan. Seperti dikutip dari Associated Press (AP), demonstrasi awalnya berlangsung damai. Namun, sejumlah demonstran bertopeng kemudian melempari polisi antihuru-hara dengan batu, bongkahan paving, dan benda lainnya.
Kerusuhan dan penjarahan meluas ke Milan, Italia, di mana suara ledakan terdengar dari dalam sebuah pusat perbelanjaan turis. Aliansi geng migran dan ekstremis Antifa menyerang petugas kepolisian serta menyalakan api di depan Katedral Milan (Duomo). Radio Genoa dalam unggahan video dengan durasi 1 menit 21 detik, hari Minggu (18/10/2026) menulis kembang api ditembakkan ke arah Katedral Milan, kebakaran terjadi di mana-mana, toko-toko dijarah dan Piazza Duomo porak-poranda.
Pemandangan yang menyerupai kiamat. Tindakan yang paling serius dan simbolis adalah penembakan kembang api ke arah Katedral bersejarah Milan, Duomo. Sebuah serangan langsung terhadap simbol kota Milan dan Italia. Di sekelilingnya, api berkobar di mana-mana, hanya beberapa meter dari Katedral: toilet portabel terbakar, tempat sampah terbakar, lokasi konstruksi terbakar, serta barikade yang dibuat dari penghalang jalan dan meja bar.
Mobil polisi Carabinieri dirusak dan dijarah di tengah alun-alun, sepeda motor dihancurkan, sementara toko-toko di kawasan San Babila dirusak dan dijarah. Ini bukan aksi protes. Ini adalah tindakan menghancurkan kota Milan. Mereka semua harus diidentifikasi melalui rekaman yang ada. Berikan hukuman yang setimpal sebagai pelajaran. Dan jika mereka bukan warga negara Italia, mereka harus diusir.




