Energi Juang News,Jakarta- Para mahasiswa kompak turun ke jalan demi menjawab sentilan spontan pengamat politik Rocky Gerung.
Masih ingat dengan celetukan spontan pengamat politik Rocky Gerung “Woi, mahasiswa kapan demo!”?.
Ucapan yang awalnya dinilai sebagai kritik tajam terhadap menurunnya daya kritis generasi muda tersebut kini seolah menemukan jawabannya.
Selasa, 20 Oktober 2026, para mahasiswa tampaknya sepakat untuk kompak membalas celetukan itu “Sabar Om Rocky, kemarin kita lagi sibuk ngumpulin niat!”
Aksi ini sengaja dipilih pas banget dengan momen 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Jadi, selain menjawab tantangan Rocky Gerung, momentum ini sekaligus jadi ajang “tiup lilin” ulang tahun pemerintahan dengan cara yang paling estetik: kepalan tangan di udara dan spanduk tuntutan.
Dipimpin oleh Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan alias Atof, rombongan mahasiswa ini tidak datang ke Tugu Proklamasi dan Tugu Tani cuma buat reuni atau bagi-bagi pamflet.
Mereka membawa lima tuntutan:
- Urusan Alam: Minta kebakaran hutan dan banjir dijadikan bencana nasional.
- Urusan Dompet Negara: Memperbaiki kebijakan ekonomi biar pasar kembali percaya pada kita.
- Urusan Mulut: Stop batasi kebebasan berpendapat.
- Urusan Klasik: Berantas KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang makin subur makmur.
- Urusan Fasilitas: Turunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang mahal.
Mereka berhasil membuktikan kalau disenggol sedikit oleh Rocky Gerung, efek dominonya bisa sampai bikin barikade polisi sibuk bersiap-siap di Tugu Tani sampai jam 3 sore nanti.
Rocky Gerung mungkin sekarang sedang duduk santai sambil ngopi dan bergumam, “Nah, begitu dong. IPK boleh koma, tapi daya kritis jangan sampai koma.”
Jawab mahasiswa buat Rocky Gerung,mahasiswa hari ini sudah resmi menjawab: “Kami sudah di jalan, Om!”
Redaksi Energi Juang News




