Energi Juang News,Bogor- Senyum sumringah terpancar dari wajah para tukang becak di Kabupaten Bogor saat pertama kalinya menjajal becak listrik bantuan Presiden Prabowo pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu meringankan beban kerja harian mereka, meski disambut catatan kritis publik terkait dinamika kebijakan tata kota.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbetoran (per-becak-an motor), para sopir ini merasakan sensasi berkendara tanpa perlu mandi keringat di tanjakan Bogor yang terkenal bikin dengkul bergetar, digantikan tenaga listrik untuk nggenjot.
Maklum, jika dulu mereka harus menguras tenaga dan keringat demi rupiah, kini mereka tinggal menarik gas tipis-tipis sambil menikmati angin sepoi-sepoi Kota Hujan.
Berbeda dengan tanggapan warga lokal, malah geleng-geleng kepala melihat pemandangan ini.
Sebagian masyarakat heran, dulu becak dikira mau diberantas sampai punah, eh sekarang malah dihidupkan lagi pakai setrum.
Memang kalau sudah ada kepentingan politik dan teknologi, nasib roda tiga bisa langsung berubah drastis meski dengan harga fantastis.
Kehadiran armada canggih ini langsung memicu kekhawatiran baru muncul di tengah tata kota Bogor yang dinilai sebagian warga makin amburadul.
Meskipun banyak momen sambutan yang mengundang tawa karena kepolosan para penerimanya.
Dalam sambutannya kualitas sama becak listrik dengan mobil maung pak Presiden gegara perusahaannya sama yaitu PT.Pindad.
Dari seharga Rp.22 juta yang dibilang mahal, hingga meminta sampai rumah dirantai dan dilarang berpindah kepemilikan.
Tetap saja namanya bantuan ini sangat disyukuri karena sangat meringankan beban fisik para pengayuh becak usia senja agar tidak perlu lagi menguras tenaga saat mencari nafkah.
Redaksi Energi Juang News




