Energi Juang News, Jakarta – Puluhan pesawat tempur Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan berada di dekat perbatasan Iran dan Irak Utara, hari Kamis (22/10/2026) WIB. RT_com melaporkan. seluruh jet tempur israel mencapai perbatasan iran dalam latihan serangan. Penerbangan tersebut melintasi Irak dan Suriah sebelum berbelok kembali di dekat perbatasan Iran, mensimulasikan serangan ke Teheran
Operasi tersebut bertepatan dengan kunjungan Menteri Perang AS, Pete Hegseth ke Israel, yang rencananya bertemu PM Benyamin Netanyahu untuk membahas Iran. AS dan Israel dilaporkan tengah mematangkan rencana serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada November mendatang.
Mengutip laporan The New York Times, sejumlah media melaporkan operasi militer itu berpotensi berlangsung singkat tetapi intensif, dengan sasaran sejumlah fasilitas strategis Iran. AS dan Israel telah meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas wilayah Irak untuk melatih manuver serangan.
Perencana AS percaya bahwa serangan dahsyat selama 72 jam yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, gudang senjata rudal dan drone, serta potensial infrastruktur energi, bisa memaksa Teheran untuk membuat konsesi atas program nuklirnya dan Selat Hormuz.
Namun para pejabat Iran menegaskan dalam berbagai kesempatani setiap putaran serangan AS-Israel sebelumnya telah mendorong Iran makin dari negosiasi bukan lebih dekat. Washington sedang bersiap untuk mengulangi strategi yang secara konsisten berbalik mengeri dan gagal. Bahkan Iran telah menyiapkan pasukan dan peralatan tempurnya untuk menghadapi serangan AS dan Israel.
Sebelumnya AS dilaporkan telah menyerang dua peluncur rudal jelajah di Srik, Iran selatan, saat mereka sedang mempersiapkan untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz. Serangan ini datang setelah Iran mengintensifkan serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat tersebut, menyebabkan aliran minyak melalui jalur air tersebut turun menjadi sekitar 6,5 juta barel per hari.




