Energi Juang News, Jakarta- Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) Dino Patti Djalal menegaskan tuduhan terhadap Singapura terkait kejatuhan pasar modal Indonesia sebagai tidak masuk akal. Dino menilai isu konspiratif melalui Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk memicu aksi jual murah saham RI sangat jauh dari kenyataan hubungan Indonesia-Singapura.
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) ini menyebut dalam kalkulasi politik kedua negara, tindakan semacam itu sama sekali tidak punya tempat.
“Hukumnya tabu dan haram bagi elit politik Singapura untuk berkonspirasi mencelakai Indonesia. setara juga tabu dan haram bagi Indonesia untuk mencelakai Singapura,” tegas Dino melalui unggahan di akun Instagram @dinopattidjalal , Kamis (22/10).
Dino menerangkan Singapura memiliki rekam jejak, niat baik , dan kepercayaan yang sudah lama teruji. Singapura terbukti selalu hadir membantu Indonesia dalam berbagai masa krusial, mulai dari bencana tsunami Aceh, krisis moneter, pandemi COVID-19, hingga kolaborasi investasi skala besar seperti kawasan industri Batam-Bintan dan Kendal.
“Itu adalah pandangan yang tidak masuk akal dan jauh dari kenyataan yang sebenarnya. Mengapa, karena Singapura merupakan negara tetangga yang memiliki niat baik , kepercayaan , dan rekam jejak kerjasama yang sudah lama teruji oleh Indonesia,” ungkapnya.
Menurut dia, Singapura memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia. Hal tersebut karena Negeri Singa itu akan menjadi salah satu negara paling terdampak saat terjadi guncangan gejolak politik dan ekonomi di Indonesia.
Dino juga menekankan bahwa kebijakan Singapura juga untuk menjaga kerjasama dan saling percaya, bukan untuk aksi jahat dan melakukan sabotase.Ia mengisyaratkan pepatah yang kerap disuarakan yakni
“Sejuta kawan terlalu sedikit, satu lawan musuh terlalu banyak”. Hal itu justru berlawanan dengan kondisi yang tengah terjadi saat ini.
Redaksi Energi Juang News




