BerandaHukumKasus Pembunuhan Istri Siri, Hubungan Pembunuh dengan Korban Terjalin Tiga Tahun

Kasus Pembunuhan Istri Siri, Hubungan Pembunuh dengan Korban Terjalin Tiga Tahun

Energi Juang News, Jakarta- Hubungan antara Dwi Bagus, pelaku pembunuhan istri sirinya, Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), dengan korban disebut telah terjalin selama sekitar tiga tahun.

Keduanya menikah siri di Samarinda. Pasangam itu pun kemudian tinggal bersama di wilayah Ponorogo, Jawa Timur. Pengacara keluarga korban, Ikbal Sermaf mengatakan, hubungan Dwi Bagus dengan Dini telah diketahui keluarga korban. Bahkan, Dwi Bagus disebut pernah tinggal di rumah keluarga Dini di Bogor.

“Jadi korban dan pelaku ini sebenarnya sudah menjalin hubungan tiga tahun yang lalu ya. Dan setelah hubungan tiga tahun yang lalu itu dan mereka juga sempat menikah siri di Kota Samarinda,” kata Ikbal di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026).

Setelah menikah siri, Dwi Bagus mengajak Dini pindah ke Jawa Timur, tepatnya ke wilayah Ponorogo. Keduanya kemudian tinggal di sebuah kos atau homestay selama sekitar empat bulan.

Menurut Ikbal, Dini dan Dwi Bagus sempat menjalani hubungan yang dinilai berjalan seperti pasangan pada umumnya. Berdasarkan keterangan keluarga, pertengkaran besar maupun dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama hubungan mereka tidak diketahui.

“Kalau kita melihat pada dasar indikator bahwa kita mengklasifikasi sebenarnya aman-aman saja sebenarnya, ya kan. Sebenarnya masih aman saja, berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ikbal mengatakan, Dini juga mengetahui bahwa Dwi Bagus masih memiliki istri sah. Keluarga korban pun mengetahui status hubungan siri tersebut. Menurutnya, Dini berharap pernikahan mereka bisa disahkan secara negara melalui proses yang membutuhkan persetujuan pihak terkait.

“Keinginannya seperti itu, untuk bagaimana dari pernikahan siri ini mereka bisa juga melakukan pernikahan secara sah secara negara,” katanya.

Meski telah menjalin hubungan selama tiga tahun, Ikbal menyebut Dini tidak memiliki kedekatan dengan keluarga Dwi Bagus.Terkait motif pembunuhan, Ikbal menilai kecemburuan saja belum cukup menjelaskan rangkaian tindakan yang dilakukan tersangka.

Baca juga :  Wah, KPK Dibilang Takut Usut Korupsi Kereta Cepat

“Kalau motivasi dia melakukan ini kan saya harus bisa melihat pada dasarnya memang kalau dasar cocok-cocok itu kan dasar yang umum, tapi kan kami belum menemukan terkait dengan orkestrasi sampai terjadi hal-hal pembunuhan yang cukup sadis dan kejam seperti ini,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

HD
HDhttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

Leave a Reply

- Advertisment -spot_img

Recent Comments