BerandaInternasionalKetika Lula da Silva Membungkam Rival yang Didukung "Penguasa" Dunia

Ketika Lula da Silva Membungkam Rival yang Didukung “Penguasa” Dunia

Energi Juang News, Jakarta – Ratusan ribu (ada yang menyebut jutaan) rakyat Brazil memadati Avenida Paulista. Minggu (25/10/2026) malam waktu setempat, untuk merayakan terpilihnya kembali Luis Inácio Lula da Silva sebagai Presiden Brasil. Video tersebut viral di media sosial dan disebut sebagai salah satu video paling spektakuler dalam sejarah Brasil.

The Washington Post menulis, Lula da Silva dalam sebuah kemunculan kembali secara politik yang mengejutkan, memenangkan pemilihan kembali pada hari Minggu, mengalahkan senator konservatif Flávio Bolsonaro. Bolsonaro sebelumnya telah berjanji untuk bergabung dengan inisiatif keamanan dan politik “Perisai Amerika” (Shield of the Americas) yang digagas oleh Presiden Trump.

Semula banyak kalangan skeptis jika Lula mengalahkan Bolsonaro. Pemilihan Presiden diibaratkan pertarungan Lula melawan Israel, AS, aplikasi dan platform media sosial yang dipakai mayoritas penduduk bumi, saluran berita lokal, media lokal, mesin pencari berita, AI, dan algoritma media sosial. Mereka semua disebut-sebut di belakang Bolsonaro.

Para penguasa teknologi dunia tersebut mengendalikan berita, platform, dan algoritma. Mereka berusaha memproduksi persetujuan bagi elit, tetapi rakyat melihat melalui kebohongan itu. Kemenangan Lula membuktikan bahwa sangkar digital yang dibangun oleh raksasa teknologi dunia masih bisa dikalahkan.

Faktor Anak Muda

Melalui akun resminya di platform X, Lula menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada rakyat Brasil, kepada kaum muda yang turun ke jalan demi membela demokrasi, serta kepada setiap orang yang telah berupaya keras untuk memberikan suara dan mempertahankan masa depan Brazil.

“Anda semua sungguh menyentuh hati saya dan membangkitkan kembali harapan saya. Kemenangan ini adalah milik mereka yang percaya, yang berjuang, dan yang pantang menyerah dalam membangun Brasil yang lebih adil, berdaulat, dan demokratis,” unggah Lula.

Baca juga :  Suriah dan Israel Diam-diam Jalin Kontak: Arah Baru Normalisasi?

Menurut BBC, kemenangan Lula setelah menempati posisi kedua pada putaran pertama pemungutan suara juga merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lula juga sukses melawan tren yang terjadi di Amerika Latin, ketika banyak pemilih tidak memilih calon petahana dan beralih mendukung kandidat-kandidat dari sayap kanan.

Lula berusia 81 tahun pada 27 Oktober hari ini dan secara tegas mendukung Palaestina, akan menjalani masa jabatan keempatnya pada 5 Januari 2027.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

- Advertisment -spot_img

Recent Comments