Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalTrump Siap Bantu Rakyat Iran Ditengah Memanasnya Aksi Protes

Trump Siap Bantu Rakyat Iran Ditengah Memanasnya Aksi Protes

Energi Juang News, Jakarta— Ketegangan di Iran terus meningkat seiring meletusnya demonstrasi massal di berbagai kota besar. Di tengah situasi panas itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington “siap membantu” rakyat Iran yang disebutnya tengah berjuang untuk kebebasan.

“Iran sedang mencari KEBEBASAN, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!,” tulis Trump di akun media sosial Truth Social, dikutip dari AFP, Minggu (11/1/2026).

Pernyataan tersebut menuai perhatian dunia internasional, meski Trump tidak menjelaskan secara spesifik bentuk bantuan yang dimaksud.

Komentar Trump Muncul Usai Aksi Protes Meluas

Sehari sebelumnya, Trump juga menegaskan bahwa Iran berada dalam “masalah besar” dan membuka kemungkinan adanya tindakan militer jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. “Kami akan terlibat. Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka,” ujarnya, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (10/1). Namun ia menambahkan bahwa langkah tersebut tidak termasuk pengerahan pasukan darat.

Baca juga : Trump Sindir Iran Tolak Kesepakatan Nuklir

Aksi demonstrasi di Iran telah berlangsung hampir dua minggu. Massa membawa slogan anti-pemerintah seperti “matilah diktator” sambil membakar gedung-gedung pemerintahan.

Pemerintah Iran Tutup Akses Internet Nasional

Sebagai langkah pengamanan, otoritas Iran memutus akses internet secara nasional. NetBlocks, lembaga pemantau konektivitas global, melaporkan di platform X bahwa pemadaman total terjadi sejak Kamis sore waktu setempat.

Para analis menilai langkah tersebut bukan hal baru. Pemerintah Iran kerap menggunakan cara serupa untuk menghambat tersebarnya informasi dan mencegah dunia luar melihat potensi kekerasan dalam negeri.

Protes: Dari Ekonomi ke Politik

Aksi ini awalnya dipicu oleh melonjaknya inflasi dan merosotnya nilai tukar rial terhadap dolar AS. Namun, tuntutan demonstran kini melebar ke arah politik dengan menyerukan pengunduran diri Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Meski tekanan publik terus meningkat, Khamenei menegaskan bahwa pemerintahan Republik Islam Iran “tidak akan mundur” dari tekanan protes (9/1).

Trump menyebut perlawanan rakyat Iran sebagai sesuatu yang “menakjubkan untuk disaksikan” dan menyatakan keyakinannya bahwa pergerakan rakyat kali ini berbeda dari yang sebelumnya. “Menurut saya, rakyat sedang menguasai beberapa kota yang beberapa minggu lalu tidak pernah terpikirkan sebelumnya,” katanya kepada wartawan di Gedung Putih.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments