Energi Juang News, Jakarta- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah pernyataan keras dari pejabat militer Teheran terkait situasi di jalur pelayaran strategis dunia.
Ancaman Terbuka Iran ke Amerika Serikat
Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan peringatan keras kepada Washington. Ia menegaskan bahwa Iran siap menyerang kapal-kapal militer Amerika Serikat di Selat Hormuz jika intervensi terus berlanjut.
“Tuan Trump ingin menjadi polisi di Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?” kata Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Garda Revolusi Iran, yang ditunjuk sebagai penasihat militer oleh Mojtaba bulan lalu, seperti dilansir AFP, Kamis (16/4/2026).
Rudal Jadi Ancaman Nyata di Perairan Strategis
Rezaei mempertegas ancaman tersebut dengan menyebut kapal-kapal AS berada dalam jangkauan serangan Iran. Pernyataan ini memperlihatkan eskalasi serius dalam konflik yang sedang berlangsung.
“Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal-rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal-rudal kami dan kami dapat menghancurkan mereka,” tegas Rezaei dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran pada Rabu (15/4).
Blokade Laut Picu Ketegangan Baru
Situasi memanas setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade militer di sekitar Selat Hormuz. Kebijakan ini diambil menyusul langkah Iran yang lebih dulu menutup jalur pelayaran penting tersebut selama konflik berlangsung.
Blokade itu diperintahkan oleh Presiden Donald Trump usai perundingan damai antara kedua negara di Islamabad, Pakistan, menemui jalan buntu.
Negosiasi Gagal, Konflik Kian Terbuka
Upaya diplomasi yang diharapkan meredakan konflik justru gagal mencapai kesepakatan. Perbedaan tajam terkait program nuklir Iran, khususnya soal pengayaan uranium, menjadi penghambat utama.
Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa blokade laut yang dilakukan telah menghentikan aktivitas perdagangan keluar-masuk Iran melalui jalur laut.
Pernyataan Kontroversial Soal Invasi
Rezaei juga melontarkan pernyataan kontroversial terkait kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat. Ia bahkan menyebut skenario tersebut bisa menguntungkan Iran.
Dia mengatakan akan “hebat” jika AS melancarkan invasi darat ke Iran karena “kita akan menyandera ribuan orang dan untuk setiap sandera, kita akan mendapatkan US$ 1 miliar”.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung perpanjangan gencatan senjata, dan menyebut itu sebagai pandangan pribadi.
Redaksi Energi Juang News



