Energi Juang News, Jakarta- Bukan naik level jadi maling pro, DD malah lupa pakai masker saat aksi maling motornya yang super teledor dan berujung apes.
Semua bermula pada Jumat pagi , DD berjalan pulang dari rumah temannya,mendadak melek saat melihat “harta karun” terparkir manis.
Beruntung bagi DD (saat itu), motor tersebut tidak dikunci stang, apalagi diberi gembok tambahan.
Di sinilah “kegeniusan” DD diuji. Sadar ada kamera CCTV yang mengawasi, DD memutar otak.
Dia mengambil selembar kain lap dari lorong kontrakan lalu menutupi lensa kamera.
Strategi yang brilian, pikirnya. Motor pun didorong menjauh dengan mulus.
Setelah dirasa aman, DD melakukan aksi ala montir profesional bin ekstrem: menarik kabel kontak, membakarnya dengan korek api, lalu menyambungkannya lagi.
Brum! Motor menyala dan langsung dilarikan ke Kebon Pisang, Tanjung Priok, untuk dijual kilat seharga Rp2.000.000 kepada orang asing.
Namun, Danu melupakan satu hukum utama di era digital CCTV merekam sebelum ditutup.
Saat sang pemilik menyadari motornya raib, ia langsung memutar rekaman CCTV.
Alangkah terkejutnya, bukan melihat aksi pencurian yang menegangkan, ia justru disuguhi video close-up wajah DD yang sedang sibuk memasang kain lap ke arah kamera.
Wajahnya terpampang nyata tanpa sensor, tanpa masker.
Drama tidak berhenti di situ. Sang pemilik motor yang baik hati sempat mendatangi orang tua DD.
Pihak keluarga sempat berjanji akan mengganti rugi motor senilai Rp10 juta tersebut.
Sayangnya, janji tinggal janji, dan DD sendiri mendadak jadi “Bang Toyib” yang tidak pulang-pulang.
Selang beberapa lama pemilik mendapat info kepulangan DD, dan langsung datang menyergap bersama petugas dari Polsek Koja.
Di depan polisi, rekaman video DD sedang “main lap-lapan” dengan CCTV diputar kembali.
Tanpa perlu taktik interogasi tingkat tinggi, DD langsung mati kutu dan pasrah diangkut ke Polsek Koja.
Kini, DD harus mempertanggungjawabkan petualangan subuhnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Redaksi Energi Juang News




