Energi Juang News, Jakarta – Hampir seluruh suara telah dihitung dalam pemilu Israel hari Selasa. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sekutunya muncul sebagai blok terbesar, tetapi kehilangan kursi dan gagal mencapai mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan baru. Hasil tersebut membuat Israel menghadapi kemungkinan kebuntuan politik.
Hasil pemilu Israel menunjukkan, blok Netanyahu meraih 53 kursi atau kurang 8 kursi untuk mencapai mayoritas dan membentuk pemerintahan. Sedangkan blok Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi dan Partai-partai Arab memperoleh 19 kursi. Konstitusi Israel mensyaratkan 61 kursi dari 120 kursi Knesset (parlemen Israel) yang bisa membentuk pemerintahan.
Sky News melaporkan, Eisenkot yang nerupakan mantan kepala staf militer Israel, bisa jadi merupakan perdana menteri Israel berikutnya. Namun, bagaimana ia bisa menjadi lawan utama Netanyahu?
Dalam wawancra di CBS News, calon anggota DPR Demokrat dari New York, Brad Lander menjelaskan Netanyahu sedang “berusaha menjebak Gadi Eisenkot yang seharusnya tidak jatuh ke dalamnya” dengan mengklaim adanya kecurangan pemilu dalam pemilu Israel, demikian klaim. Menurutnya, Netanyahu berusaha untuk “mendemonisasi dan mendiskreditkan suara warga Palestina Israel yang, jika ini demokrasi, suara mereka memiliki bobot sama dengan pemilih Yahudi.”
“Satu-satunya yang harus dilakukan Eisenkot adalah membentuk koalisi dengan pemilih-pemilih tersebut, dan Netanyahu bisa pergi,” tambahnya. “Dan menunjukkan kolaborasi Yahudi-Arab adalah jalan ke depan untuk keamanan dan kemakmuran, baik bagi warga Israel maupun Palestina.”
Netanyahu Tuduh Pemilu Isreal Dicuri
Netanyahu sebagai pemimpin Partai Likud melalui akun resminya di platform X menuduh Pemilu di Israel dicuri oleh partai-partai Arab yang mendukung terorisme dan penghancuran negara Yahudi melalui pelanggaran pidana berat berupa suap, ancaman, kekerasan, pemalsuan, dan penggunaan perangkat lunak terlarang untuk memobilisasi pemilih.
Partai Likud menyerahkan kepada polisi, Shin Bet, dan Komisi Pemilu ratusan kesaksian dan bukti tentang pencurian pemilu di banyak tempat pemungutan suara Arab—ribuan amplop dengan uang tunai dan surat suara Ra’am, ancaman dan kekerasan terhadap anggota tempat pemungutan suara, pemungutan suara ganda di balik tirai, pemungutan suara dengan identitas ganda, kesenjangan antara jumlah amplop dan jumlah pemilih, penggunaan perangkat lunak mobilisasi terlarang, dan lain-lain.
Kami menuntut dari polisi dan Shin Bet penyelidikan menyeluruh terkait pencurian pemilu oleh partai-partai Arab dan penegakan hukum penuh terhadap para pelaku kejahatan. Kami menuntut dari Komisi Pemilu respons segera untuk menyelidiki pelanggaran pidana ini yang telah merusak secara ekstrem kemurnian pemilu di Israel dan hasil pemilu. Ini adalah pukulan serius terhadap demokrasi Israel dan hak pilih warga negara Israel. Lembaga penegak hukum wajib bertindak dengan tangan besi dan secara segera. Demikian penutup Netanyahu yang diunggah Rabu (28/10/2026) malam.




