Kamis, April 30, 2026
spot_img
BerandaInternasionalWafatnya Paus Fransiskus Memicu Lonjakan Global Pencarian "Cara Menjadi Katolik"

Wafatnya Paus Fransiskus Memicu Lonjakan Global Pencarian “Cara Menjadi Katolik”

Energi Juang News, Jakarta- Kepergian Paus Fransiskus pada usia 88 tahun pada Selasa (21/4/2025) tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia, tetapi juga memicu gelombang pencarian spiritual yang luar biasa.

Dalam minggu yang sama dengan wafatnya Paus, pencarian daring untuk frasa “how to become Catholic” melonjak sebesar 373 persen di kanal pencarian Google, menurut laporan dari Zenit News pada Selasa (13/5/2025).

“Kami terbiasa melihat lonjakan dalam pencarian pariwisata atau acara ketika seorang tokoh agama besar meninggal. Tapi kali ini berbeda. Orang-orang tidak merencanakan perjalanan—mereka mencari pertobatan,” ujar Magdalena Petrusic, analis perjalanan dari Vatican Tickets & Tours. Ia menambahkan bahwa data pencarian yang ia lakukan pada saat itu menunjukkan pola yang berbeda dari biasanya.

Paus Fransiskus dikenal luas karena kerendahan hatinya, seruan untuk keadilan ekologis, dan penekanan pada belas kasih ketimbang penghakiman. Kepemimpinannya ditandai oleh tindakan-tindakan sederhana seperti membayar sendiri tagihan hotelnya atau membasuh kaki para pengungsi.

Laporan bertajuk The Quiet Revival yang diterbitkan oleh Bible Society mencatat bahwa minat terhadap Kekristenan, khususnya di kalangan generasi muda (usia 18–34 tahun), mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2018, hanya 23 persen dari kalangan ini yang menyatakan tertarik pada praktik agama Katolik. Namun, pada tahun 2024, angka tersebut meningkat menjadi 41 persen.

Dr. Alina Meredith, sosiolog agama dari Universitas Oxford, menyatakan bahwa tren ini menunjukkan perubahan spiritualitas pada generasi muda. “Orang-orang dulu mengira generasi muda akan meninggalkan iman.

Namun, itu hanya setengah benar. Yang terjadi bukan penolakan terhadap keyakinan, tetapi terhadap ritual yang dianggap kosong. Generasi muda kini beralih ke bentuk ekspresi iman yang memiliki tujuan,” kata Meredith.

Baca juga :  Bidik Wanita Tak Berhijab, Iran Gunakan Drone

Fenomena ini juga tercermin secara nyata dalam komunitas dan ritual keagamaan. Dikutip dari laman CatholicVote, sejumlah keuskupan di Amerika Serikat dan juga Prancis mengatakan bahwa jumlah umat Katolik yang bergabung dengan Gereja selama Misa malam mencapai rekor tertinggi.

Dengan meningkatnya minat terhadap agama Katolik, terutama di kalangan generasi muda, Gereja diharapkan dapat merespons dengan pendekatan yang lebih inklusif dan relevan.

Kematian Paus Fransiskus, yang dikenal karena pendekatannya yang penuh belas kasih dan perhatian terhadap kaum terpinggirkan, tampaknya telah menginspirasi banyak orang untuk mencari makna dan tujuan spiritual dalam kehidupan mereka.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments