Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaInternasionalRusia Diduga Beri Data Rahasia ke Iran untuk Serang Militer Amerika

Rusia Diduga Beri Data Rahasia ke Iran untuk Serang Militer Amerika

Energi Juang News, Jakarta- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat setelah konflik bersenjut melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Di tengah eskalasi tersebut, muncul laporan dari intelijen Amerika Serikat yang menyebut adanya dugaan dukungan informasi dari Rusia kepada Iran untuk membantu serangan terhadap aset militer AS di kawasan tersebut.

Dugaan Rusia Kirim Informasi Intelijen ke Iran

Dilansir Euronews, Sabtu (7/3), dua pejabat yang mengetahui laporan intelijen Amerika Serikat menyebut bahwa data rahasia itu berpotensi digunakan Iran untuk menargetkan kepentingan militer Amerika di wilayah Teluk.

Laporan serupa juga diungkap media ternama AS, The Washington Post. Dalam laporan tersebut, dua pejabat AS yang mengetahui isu tersebut mengatakan Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran.

Informasi itu disebut dapat membantu Teheran menargetkan kapal perang, pesawat tempur, serta aset militer Amerika lainnya yang berada di Timur Tengah.

Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak memiliki kewenangan untuk membahas informasi sensitif secara terbuka.

Meski demikian, komunitas intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Moskow secara langsung mengarahkan Iran tentang bagaimana memanfaatkan data intelijen tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.

Baca juga : Iran Siap Respons Invasi Darat AS

Jika dugaan ini terbukti benar, maka ini akan menjadi indikasi pertama keterlibatan tidak langsung Rusia dalam perang yang pecah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sekitar sepekan lalu.

Kremlin Bantah Pasok Senjata untuk Iran

Pemerintah Rusia menegaskan bahwa Moskow tidak mengirimkan senjata kepada Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Melansir kantor berita Rusia TASS dan Reuters, Jumat (6/3), Kremlin menyatakan Iran belum mengajukan permintaan bantuan apa pun kepada Rusia, termasuk dukungan militer berupa persenjataan.

Baca juga :  Pasca Pertemuan Alaska, Putin Dinilai Menang dari Trump

Pernyataan tersebut disampaikan saat wartawan menanyakan kemungkinan Rusia membantu Iran di tengah perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

“Mengenai situasi saat ini, belum ada permintaan dari Iran,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan pada Kamis (5/3).

“Posisi konsisten kami sudah diketahui semua orang. Itu tetap tidak berubah,” tegasnya.

Hubungan Strategis Rusia dan Iran

Rusia dikenal sebagai salah satu mitra penting Iran di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Rusia sebelumnya juga mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dan menyebutnya sebagai tindakan agresi militer yang tidak beralasan.

Pada 2025, kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama menghadapi ancaman bersama.

Namun, kesepakatan tersebut tidak mencakup kewajiban pertahanan bersama seperti perjanjian keamanan yang dimiliki Rusia dengan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan kerja sama militer antara kedua negara bukan sesuatu yang disembunyikan.

“Kerja sama militer antara Iran dan Rusia bukanlah rahasia. Kami telah bekerja sama di masa lalu, dan kerja sama ini berlanjut, dan saya berharap akan berlanjut di masa depan,” tutur Abbas Araghchi saat diwawancarai NBC News.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments