Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaInternasionalIran Siap Respons Invasi Darat AS

Iran Siap Respons Invasi Darat AS

Energi Juang News, Teheran- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran siap merespons invasi darat dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Berbicara dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, Iran pada hari Kamis (5/3) waktu setempat, Araghchi dengan tegas menolak anggapan ketakutan terkait potensi invasi darat AS.

Dia menekankan kesiapan dan keyakinan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.

Pernyataan Abbas Araghchi: Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS

“Tidak, kami menunggu mereka,” katanya ketika ditanya apakah ia takut akan kemungkinan invasi darat AS. “Karena kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” tambahnya, dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/3/2026).

Araghchi menggarisbawahi bahwa angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan diri untuk setiap skenario.
Komentar tersebut muncul di tengah meluasnya perang melawan Iran yang dimulai dengan agresi besar-besaran AS dan Israel pada hari Sabtu (28/2) lalu.

Baca juga : Rusia Diduga Beri Data Rahasia ke Iran untuk Serang Militer Amerika

Araghchi menegaskan bahwa Iran belum meminta gencatan senjata dan tetap berkomitmen untuk melawan agresi itu.
Araghchi pun menyinggung tentang pada perang 12 hari di bulan Juni tahun lalu, ketika Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran. “Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu,” katanya.
“Pada saat sebelumnya, Israel yang meminta gencatan senjata… setelah 12 hari kami melawan agresi mereka,” tuturnya.

Perang Berlanjut: Serangan ke Minab dan Penolakan Gencatan Senjata

Araghchi juga membahas serangan AS-Israel terhadap sebuah Sekolah Dasar di Minab, Iran selatan, yang menewaskan 171 anak-anak.
Ia sepenuhnya membebankan tanggung jawab kepada militer AS dan Israel. “Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?” tanyanya, mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap warga sipil.

Baca juga :  Pasukan Pakistan Dan Afganistan Terlibat Tembak-Menembak, Mengapa?

Menlu Iran tersebut menyatakan kekecewaan yang mendalam terhadap negosiasi, dengan menyebutkan pengkhianatan berulang kali oleh pemerintahan AS saat ini.

“Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat… terutama dengan pemerintahan ini,” kata Araghchi.

“Kami bernegosiasi dua kali tahun lalu dan tahun ini, dan kemudian di tengah negosiasi, mereka menyerang kami,” cetusnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk kembali terlibat dengan pihak-pihak yang bernegosiasi dengan itikad buruk.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments