Energi Juang News, Jakarta- Di tengah perayaan Idulfitri, militer Israel terus melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan sekitarnya, mengakibatkan puluhan warga Palestina tewas dalam 48 jam terakhir.
Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa 80 orang telah kehilangan nyawa akibat serangan tersebut, dengan korban tersebar di berbagai wilayah Palestina.
Sejak dimulainya kembali serangan pada 18 Maret, setelah berakhirnya gencatan senjata, jumlah korban tewas terus meningkat.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total 1.001 kematian di seluruh Palestina akibat eskalasi terbaru ini. Secara keseluruhan, sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 50.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan militer Israel.
Situasi ini menambah penderitaan warga Gaza, terutama anak-anak, yang tidak dapat merasakan kegembiraan Idulfitri.
Seorang anak Gaza mengungkapkan, “Kami tidak merasakan kegembiraan apa pun di hari raya Idul Fitri ini. Kami tidak bisa mendapatkan pakaian baru, apalagi ketakutan yang terus-menerus kami alami.”
Redaksi Energi Juang News



