Energi Juang News, Jakarta- Mahkamah Federal Malaysia menguatkan putusan yang membebaskan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia dari seluruh dakwaan pidana. Putusan itu diambil setelah majelis hakim menolak permohonan banding yang diajukan jaksa pada Senin (13/7/2026).
Dengan keputusan tersebut, anggota parlemen Muar itu dipastikan tidak menjalani hukuman penjara sebagaimana vonis yang sempat dijatuhkan pengadilan tingkat pertama.
Mahkamah Federal Tolak Banding Jaksa
Syed Saddiq dipastikan tetap bebas setelah Mahkamah Federal Malaysia menolak banding yang diajukan pihak jaksa. Berdasarkan laporan The Star, dua dari tiga hakim di pengadilan tertinggi Malaysia sepakat menguatkan putusan Pengadilan Banding yang lebih dahulu membebaskan Syed Saddiq dari seluruh dakwaan.
Meski satu hakim menyampaikan pendapat berbeda, putusan mayoritas dengan komposisi dua berbanding satu membuat status bebas Syed Saddiq tetap berlaku dan memiliki kekuatan hukum.
Kasus yang menjerat politikus berusia muda itu berkaitan dengan empat dakwaan pidana, yakni pelanggaran kepercayaan dalam jabatan, penyalahgunaan properti, serta tindak pidana pencucian uang yang melibatkan dana Armada senilai 1,2 juta ringgit atau sekitar Rp5,3 miliar.
Armada merupakan organisasi sayap pemuda Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang pernah dipimpin Syed Saddiq. Saat itu, PPBM berada di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Vonis Pengadilan Tinggi Dibatalkan
Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Malaysia pada November 2023 menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada Syed Saddiq. Selain itu, ia juga dikenai dua kali hukuman cambuk dan denda sebesar 10 juta ringgit atau sekitar Rp44,4 miliar.
Syed Saddiq kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut. Pada 25 Juni 2026, Pengadilan Banding Malaysia secara bulat membatalkan vonis Pengadilan Tinggi sekaligus membebaskannya dari seluruh dakwaan.
Jaksa sempat membawa perkara itu ke Mahkamah Federal. Namun, upaya tersebut berakhir setelah pengadilan tertinggi Malaysia menolak permohonan banding dan menguatkan putusan bebas.
Perjalanan Politik Syed Saddiq
Nama Syed Saddiq mulai dikenal luas ketika memimpin sayap pemuda PPBM dan dipercaya bergabung dalam kabinet Mahathir Mohamad setelah kemenangan koalisi oposisi pada Pemilu Malaysia 2018. Pemilu itu mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri Najib Razak.
Pada usia 25 tahun, Syed Saddiq mencatat sejarah sebagai menteri termuda sejak Malaysia merdeka saat dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Namun, dinamika politik Malaysia berubah pada 2020 setelah pemerintahan Mahathir runtuh akibat pecahnya koalisi. Mahathir dan Syed Saddiq kemudian dikeluarkan dari PPBM.
Setelah keluar dari partai tersebut, Syed Saddiq mendirikan Partai Muda dengan visi menghadirkan alternatif baru dalam politik Malaysia. Pada Pemilu 2022, ia berhasil mempertahankan karier politiknya dengan memenangkan kursi parlemen untuk daerah pemilihan Muar di negara bagian Johor.
Redaksi Energi Juang News



