Selasa, Maret 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalNetanyahu : Perang Gaza Belum Berakhir Tanpa Pelucutan Senjata Hamas

Netanyahu : Perang Gaza Belum Berakhir Tanpa Pelucutan Senjata Hamas

Energi Juang News, Yerusalem– Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa konflik di Gaza tidak akan berakhir sampai Hamas melucuti seluruh persenjataannya dan wilayah Palestina didemiliterisasi. Peringatan ini muncul di tengah proses gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat, setelah Hamas menyerahkan dua jenazah sandera tambahan.

Kantor Netanyahu dalam pernyataan resmi, Minggu (19/10/2025), mengungkapkan bahwa Palang Merah telah menerima dua jenazah dari Hamas dan menyerahkannya kepada militer Israel di Gaza sebelum dibawa ke Israel untuk proses identifikasi.

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Masalah pemulangan jenazah sandera disebut menjadi salah satu syarat penting dalam tahap awal gencatan senjata. Israel bahkan mengaitkan pembukaan kembali perlintasan Rafah dengan pemulangan para sandera dan korban. Netanyahu menegaskan bahwa fase kedua gencatan senjata harus mencakup pelucutan senjata Hamas.

“Ketika itu selesai baik dengan cara yang mudah atau dengan cara yang sulit—barulah perang akan berakhir,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14 Israel.

Baca juga : Netanyahu Desak Trump Tunda Serangan ke Iran, Mengapa?

Hamas menolak rencana tersebut. Setelah jeda pertempuran, kelompok itu justru mengonsolidasikan kembali kontrolnya di Jalur Gaza.

Serah Terima Jenazah dan Tahanan

Sejauh ini, berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump, Hamas telah membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup, serta menyerahkan jenazah sembilan warga Israel dan satu warga Nepal. Israel, sebagai imbalan, membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina dan 135 jenazah warga Palestina sejak 10 Oktober.

Jenazah terakhir yang diserahkan, pada Jumat (17/10), diidentifikasi sebagai Eliyahu Margalit, korban berusia 75 tahun dari serangan Hamas 7 Oktober 2023. Brigade Al-Qassam mengumumkan bahwa dua jenazah tambahan telah dievakuasi untuk dipulangkan.

Penyeberangan Rafah Jadi Taruhan

Meski sempat ada wacana pembukaan perbatasan Rafah pada Senin (20/10), Netanyahu memerintahkan agar jalur vital tersebut tetap ditutup hingga Hamas memenuhi kewajiban sepenuhnya. “Pembukaan kembali penyeberangan ini akan dipertimbangkan sesuai pemenuhan peran Hamas dalam pemulangan sandera dan korban,” tegasnya.

Hamas memperingatkan bahwa penutupan Rafah akan menghambat proses evakuasi jenazah yang terkubur di bawah reruntuhan Gaza. Kondisi ini membuat proses gencatan senjata berada di titik krusial.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments