Energi Juang News, Jakarta— Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah pada Jumat (3/5) dini hari waktu setempat.
Serangan ini terjadi hanya berselang sehari setelah pihak Israel mengeluarkan peringatan keras terhadap pemerintah Suriah terkait komunitas Druze yang berada di dataran tinggi Golan.
Menurut laporan kantor berita negara Suriah, SANA, ledakan terdengar mengguncang wilayah Damaskus tak lama setelah tengah malam.
Sekitar pukul 00.20 waktu setempat, musuh Israel meluncurkan serangan udara dari arah Dataran Tinggi Golan yang diduduki, menargetkan sejumlah posisi di sekitar Damaskus,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan otoritas militer Suriah.
Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Suriah segera merespons agresi tersebut dan berhasil menjatuhkan sebagian besar misil yang diluncurkan.
Namun, tetap saja serangan ini mengakibatkan kerugian material, meski belum ada informasi lebih lanjut mengenai korban jiwa ataupun detail lokasi yang dihantam.
Serangan ini muncul tak lama setelah Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyampaikan pernyataan tegas terkait komunitas Druze yang tinggal di Suriah. Kami akan bertindak untuk melindungi Druze di Suriah seperti kami melindungi penduduk Israel,” tegas Gallant dalam pernyataannya.
Gallant menambahkan bahwa Israel tidak akan membiarkan Iran atau Hizbullah mengancam warga Druze di perbatasan. Israel takkan membiarkan Iran atau Hizbullah membahayakan mereka yang tinggal di dekat wilayah kami,” ujarnya.
Sikap keras ini menandakan bahwa Israel kini mengedepankan pendekatan militer sebagai peringatan sekaligus tekanan terhadap Suriah agar tidak memperburuk situasi di perbatasan.
Druze, yang merupakan minoritas etno-religius, berada dalam posisi rentan di tengah konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut.
Dengan langkah ini, Israel sekali lagi menunjukkan bahwa wilayah udara Suriah tetap berada dalam jangkauan militernya, sekaligus mempertegas bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Serangan demi serangan yang diluncurkan juga menunjukkan bagaimana konflik regional terus memanas dan menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh pihak yang terlibat.
Redaksi Energi Juang News



