Energi Juang News, Jakarta– Ratusan anggota geng dikirim ke penjara super maksimum di El Salvador atas perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Langkah ini tetap dijalankan meski mendapat penolakan dari pengadilan.
Pemerintahan Trump nekat merelokasi lebih dari 200 anggota geng asal Venezuela ke fasilitas penahanan dengan keamanan tertinggi di El Salvador. Pemindahan ini tetap berlangsung meskipun hakim AS telah mengeluarkan putusan untuk memblokirnya.
Presiden El Savador Nayib Bukele menulis di media sosial bahwa 238 anggota geng Venezuela Tren de Aragua telah tiba di negara Amerika Tengah itu bersama dengan 23 anggota geng internasional MS-13, pada Minggu (16/3) pagi.
Pemerintah AS maupun El Salvador tidak mengidentifikasi para tahanan atau memberikan rincian tentang dugaan kriminalitas atau keanggotaan geng mereka. Diketahui, hakim federal telah mencegah pemerintahan Trump untuk menggunakan hukum perang yang sudah ada sejak berabad-abad lalu demi membenarkan deportasi, tetapi pemindahan tersebut telah dilakukan.
“Ups, terlambat,” tulis Bukele seraya mengolok-olok putusan hakim.
Bukele Unggah Video
Bukele juga mengunggah video yang menunjukkan barisan orang-orang dengan tangan dan kaki diborgol. Dalam video itu juga memperlihatkan orang-rang tersebut dikawal petugas bersenjata.
Orang-orang dengan tangan dan kaki diborgol itu turun dari pesawat. Bukele menyebut para tahanan dipindahkan ke penjara besar yang terkenal di El Salvador, Pusat Penahanan Terorisme atau Terrorism Confinement Center (Cecot).
Presiden El Salvador mengatakan mereka akan ditahan di sana selama satu tahun dan itu dapat diperbarui.
Redaksi Energi Juang News



