Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 33

Dikabarkan Meninggal Dunia, Dewi Perssik Murka

Jakarta, Energi Juang News – Pedangdut Dewi Perssik murka oleh ulah oknum netizen di media sosial TikTok. Amarah pemilik Goyang Gergaji itu memuncak usai dirinya dikabarkan meninggal dunia melalui live streaming.

Dewi Perssik menilai aksi para oknum tersebut sudah melewati batas kewajaran dibandingkan dengan unggahan hoaks pada umumnya. Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara konten video biasa dengan siaran langsung yang dilakukan secara massal oleh belasan akun sekaligus.

“Kalau teman-teman yang lain kan paling bikinin konten, mobilnya apa kecelakaan, ringsek. Kalau aku tuh nggak kayak gitu gitu,” kata Dewi Perssik di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Sebelumnya, mantan istri Aldi Taher itu masih bersikap tenang jika hanya diberitakan melalui konten video singkat. Namun, kali ini para pelaku menggunakan fitur live secara bergantian untuk menyebarkan kronologi palsu mengenai kematiannya.

“Coba kemarin sih kalau bikin konten sih gak apa-apa. Cuma kalau di-live-in kan kesal. Udah gitu aku di-invite lagi coba. Kan kurang ajar banget,” ujar Dewi Perssik.

Kejadian ini terasa semakin menyakitkan baginya karena para pelaku membangun narasi yang sangat mendetail seolah-olah kejadian tersebut nyata. Mereka bahkan menyertakan foto mobil ringsek dan narasi duka cita dalam siaran langsung tersebut secara terus-menerus selama tiga hari berturut-turut.

“Mau diberitakan hoax ya terserah. Tapi kalau di-live-in sampai live-nya itu bilang kronologi kejadian kecelakaan itu kan seolah-olah benar,” tegas Dewi Perssik.

Dewi Perssik sempat mencoba masuk ke dalam salah satu siaran langsung tersebut untuk memberikan klarifikasi kalau dirinya masih sehat walafiat. Bukannya mendapatkan permintaan maaf, kehadirannya justru disambut dengan ejekan dan penghinaan dari para pemilik akun.

“Aku masuk, aku bilang, ‘Mbak, eh ini aku lho! Masa ini Dewi Perssik?’, katanya. Mereka itu ngetawain aku, mereka itu menghina aku. Maksudnya, ‘Lah ini Kuntilanak ini, bukan Dewi Perssik’,” terangnya.

Saat ini, Dewi Perssik telah mengantongi bukti rekaman dari sekitar 16 akun TikTok yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia juga telah berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, Sandy Arifin, untuk membawa masalah ini ke ranah hukum demi memberikan efek jera kepada para pelaku penyebar berita bohong.

Redaksi Energi Juang News

Dua Aktivis Global Sumud Flotilla Dipenjarakan Israel di Gaza

Gaza, Energi Juang News – Dua aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik oleh Israel saat berusaha membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza telah dipindahkan ke penjara yang dikelola Israel di wilayah kantong Palestina itu. Demikian dinyatakan penyelenggara Global Sumud Flotilla.

“Global Sumud Flotilla mengonfirmasi bahwa Saif Abukeshek dan Thiago Avila kini dipindahkan ke Penjara Shikma di Ashkelon, utara Gaza, Palestina yang diduduki, menyusul penculikan mereka yang ilegal di perairan Eropa,” kata kelompok kemanusiaan itu dalam pernyataannya pada Sabtu (2/5).

Penyelenggara mengatakan pasukan Israel menaiki kapal mereka pada Rabu malam dan menangkap 180 aktivis, 178 di antaranya telah dibebaskan.
Saif Abukeshek, warga negara Spanyol dan Swedia keturunan Palestina, serta Thiago Avila, warga negara Brasil, masih ditahan oleh Israel.

Kelompok tersebut mengatakan Penjara Shikma kerap digunakan Israel untuk menahan warga Palestina, termasuk warga sipil dari Gaza.

Sumud Flotilla mengutip Kedutaan Besar Brazil yang menyatakan Avila dilaporkan mengalami penyiksaan dan pemukulan selama ditahan.

Redaksi Energi Juang News

Diblokade AS, Iran Diduga Kurangi Jumlah Produksi Minyak

Teheran, Energi Juang News – Iran diduga mulai mengurangi jumlah produksi minyak. Hal itu akibat blokade yang diberlakukan Angkatan Laut Amerika Serikat. Demikian menurut laporan Bloomberg.

Teheran memangkas produksi minyak sebagai upaya pencegahan agar kapasitas minyak tidak mencukupi, daripada menunggu tangki terisi penuh. Namun, Bloomberg tidak menyebut secara rinci negara asal pejabat yang menyampaikan informasi itu.

Masih menurut kantor berita swasta Amerika yang fokus pada isu ekonomi itu, para insinyur Iran mampu menutup sumur-sumur minyak dan tetap dapat melakukan kegiatan produksi tanpa menimbulkan kerusakan yang serius.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang target di Iran hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang. AS dan Iran pun kemudian mengumumkan gencatan senjata sejak 8 April lalu dan dilanjutkan dengan negosiasi yang dimediasi di Islamabad, Pakistan.

Pada Jumat lalu (1/5), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirim surat kepada Kongres AS dan mengumumkan berakhirnya permusuhan terhadap Iran. Trump mengatakan pasukan Amerika tetap berada di wilayah tersebut guna mencegah potensi ancaman dari Iran.

Redaksi Energi Juang News

Pengeluaran untuk AI Meningkat, PHK Terjadi di Meta

New York, Energi Juang News-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru di Meta terjadi. Hal itu berkaitan dengan peningkatan pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI). Demikian dinyatakan CEO Meta, Mark Zuckerberg.

Ia juga membuka kemungkinan adanya pemangkasan karyawan tambahan.
Zuckerberg menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan internal perusahaan. Ini adalah momen pertamanya berbicara langsung ke para karyawan sejak Meta mengonfirmasi rencana memangkas sekitar 8.000 pekerjaan atau sekitar 10% total tenaga kerja.

PHK yang diperkirakan dimulai 20 Mei ini terjadi seiring dengan langkah perusahaan menggenjot investasi AI dan infrastruktur.

“Pada dasarnya, kami memiliki dua pusat biaya utama di perusahaan, infrastruktur komputasi dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia,” ujar Zuckerberg, seperti dikutip detikINET dari Reuters.

“Jika kita berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani komunitas kita, itu berarti kita memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lain. Karena itu, kita memang perlu sedikit merampingkan ukuran perusahaan,” sebutnya.

Zuckerberg menegaskan bahwa pemangkasan ini tidak ada kaitannya dengan transisi Meta menuju struktur yang lebih berpusat pada AI ataupun upaya perusahaan dalam membangun agen AI otonom.

“Mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk menggunakan perangkat AI dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien bukanlah faktor pendorong terjadinya PHK,” ungkapnya.

Meski demikian, Zuckerberg enggan menutup kemungkinan adanya gelombang PHK tambahan. “Kita akan melihat bagaimana perkembangan tren ini nantinya,” ujarnya. Ia menambahkan perusahaan akan dapat berbagi informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.

“Saya berharap bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya memiliki semacam bola kristal ajaib untuk memprediksi bagaimana semua ini akan berjalan dalam tiga tahun ke depan. Tapi saya tidak memilikinya. Saya rasa tidak ada satu pun orang yang punya,” cetusnya.

Meta, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, juga telah mulai melacak aktivitas para karyawannya termasuk klik, penggunaan tombol pintas , dan cara pekerja menavigasi aplikasi sebagai bagian untuk melatih sistem AI-nya.

Reuters melaporkan PHK serta upaya pemantauan ini telah memicu kritik internal, di mana karyawan menyuarakan kekhawatiran mereka di forum pesan internal perusahaan.

Saat dihubungi, Meta merujuk pada komentar dari CFO Susan Li, yang dalam laporan pendapatan mengatakan bahwa ukuran perusahaan dalam jangka panjang masih belum dapat dipastikan. “Kami tidak benar-benar tahu seberapa besar ukuran optimal bagi perusahaan ini di masa depan,” kata Li.

Meta sebelumnya telah memangkas 11.000 karyawan pada November 2022 dan 10.000 karyawan lagi pada beberapa bulan setelahnya. Perusahaan ini mempekerjakan hampir 79.000 orang per 31 Desember 2025.

 

Redaksi Energi Juang News

Ungkap Kecelakaan Bekasi Timur, Polda Metro Periksa Puluhan Saksi

Jakarta, Energi Juang News- Dalam mengungkap insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4), Polda Metro Jaya telah mengambil keterangan 31 orang saksi.

“Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang, yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Budi menjelaskan terkait perkara kecelakaan tersebut, saat ini penanganannya telah berada pada tahap penyidikan dan ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Sejauh ini, penyidik telah melakukan cek tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pendalaman rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait korban, permintaan visum, serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak terkait lainnya,” katanya.

Tahap selanjutnya penyidik akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif.

Adapun kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu menewaskan total 16 orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Insiden itu dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL yang melintas.

Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.
Dalam posisi berhenti tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang khusus wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.

 

Redaksi Energi Juang News

Amien Rais Menyesatkan: Ketika Serangan Personal Menggerus Etika Demokrasi

Pernyataan Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, terkait isu moral dan homoseksualitas yang diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya patut dikritisi secara serius. Pernyataan semacam itu bukan hanya problematik secara etika, tetapi juga berpotensi menjadi bentuk penyesatan publik karena tidak berbasis pada kebenaran yang valid dan cenderung menyerang ranah personal.

Dalam tradisi demokrasi modern, kritik terhadap kekuasaan merupakan elemen penting yang tidak terpisahkan. Namun, sebagaimana ditegaskan oleh filsuf politik Jürgen Habermas dalam konsep ruang publik deliberatif, kritik seharusnya dibangun di atas rasionalitas, argumentasi yang dapat diuji, dan orientasi pada kepentingan publik.

Ketika kritik bergeser menjadi serangan personal—terlebih dengan membawa isu moral privat tanpa dasar yang jelas—maka yang terjadi bukan lagi deliberasi, melainkan degradasi kualitas diskursus publik.

Serangan berbasis isu moralitas personal, apalagi yang tidak disertai bukti valid, berisiko besar menjadi ad hominem fallacy, yakni kekeliruan logika yang menyerang individu alih-alih substansi gagasan atau kebijakan. Dalam konteks ini, kritik yang dilontarkan tidak lagi berfungsi sebagai kontrol sosial, melainkan berubah menjadi alat delegitimasi yang tidak sehat.

Hal ini juga bertentangan dengan prinsip-prinsip etika komunikasi politik yang menuntut kejujuran, akurasi, dan tanggung jawab.

Lebih jauh, pendekatan semacam itu berpotensi melanggar hak asasi manusia, khususnya hak atas kehormatan dan reputasi. Dalam perspektif hukum HAM internasional, seperti yang diatur dalam Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR), setiap individu berhak dilindungi dari serangan yang sewenang-wenang terhadap kehormatan dan nama baiknya. Menyebarkan narasi yang tidak berdasar tentang kehidupan pribadi seseorang dapat dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip tersebut.

Kritik yang sehat seharusnya diarahkan pada kebijakan publik yang dihasilkan oleh pemerintah. Jika ada persoalan dalam tata kelola negara—baik dalam bidang ekonomi, hukum, maupun sosial—maka di situlah ruang kritik seharusnya difokuskan.

Pendekatan ini tidak hanya lebih konstruktif, tetapi juga relevan dengan kepentingan masyarakat luas. Dengan demikian, kritik dapat berfungsi sebagai instrumen koreksi yang mendorong perbaikan, bukan sekadar sensasi yang memecah perhatian publik.

Dalam konteks politik Indonesia yang semakin kompleks, kualitas wacana publik menjadi taruhan penting bagi kesehatan demokrasi. Ketika tokoh publik justru memproduksi narasi yang tidak berbasis fakta dan menyerang personal, maka yang tergerus bukan hanya reputasi individu yang disasar, tetapi juga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi itu sendiri.

Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa kebebasan berpendapat bukanlah kebebasan tanpa batas. Ia harus disertai tanggung jawab moral dan intelektual.

Kritik yang kuat adalah kritik yang berbasis data, argumentatif, dan berorientasi pada kepentingan publik—bukan pada upaya mendiskreditkan individu melalui isu-isu yang tidak relevan dan tidak terbukti.

Jika standar ini tidak dijaga, maka ruang publik akan terus dipenuhi oleh polarisasi, disinformasi, dan penyesatan—sesuatu yang justru melemahkan fondasi demokrasi yang selama ini diperjuangkan.

 

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

 

Redaksi Energi Juang News

Kutuk Tanah Kuburan: Santet yang Menghancurkan Desa

tanah kuburan
tanah kuburan

Energi Juang News, Purwokerto- Angin malam di Desa Karangwungu selalu berhembus lebih dingin dari biasanya. Warga percaya, udara itu membawa sesuatu yang tak kasatmata—sesuatu yang berasal dari tempat yang tidak seharusnya diganggu.

Malam itu, suara jangkrik tiba-tiba berhenti bersamaan.

“Aneh… biasanya jam segini masih ramai,” bisik Pak Darno, penjaga ronda, sambil memegang senter tua.

Di sebelahnya, Wawan, pemuda desa, menelan ludah.
“Pak… itu bukan suara angin biasa, kan?”

Pak Darno tidak langsung menjawab. Sorot matanya mengarah ke rumah Pak Sastro—rumah yang dalam setahun terakhir berubah dari tempat hangat menjadi sumber ketakutan.

“Sejak kejadian itu… desa ini nggak pernah sama lagi,” gumamnya pelan.

Semua bermula setahun lalu, saat Pak Sastro tanpa sengaja menemukan sesuatu di atas genteng rumahnya. Gumpalan tanah hitam yang berbau busuk, bercampur serpihan kain kafan.

“Istri saya yang pertama lihat,” cerita Pak Sastro suatu malam kepada warga.
“Dia bilang, ‘Pak… ini tanah apa? Kok dingin sekali…’”

Warga yang mendengar langsung saling pandang.

“Itu bukan tanah biasa,” kata Mbah Wiryo, tetua desa dengan suara berat.
“Itu tanah kuburan.”

Sejak saat itu, kehidupan Pak Sastro perlahan hancur.

Usahanya bangkrut dan Istrinya sering sakit tanpa sebab.
Dan yang paling mengerikan—rumah tangganya retak hingga berujung perceraian.

Wawan pernah mengalami sendiri keanehan di rumah itu.

“Saya diminta bantu bersihin rumah,” katanya saat ronda.
“Awalnya biasa saja… tapi waktu saya sapu bagian dapur, ada suara… kayak orang berbisik.”

“Apa katanya?” tanya Pak Darno dan Wawan menunduk.“‘Ini bukan tempatku… kembalikan aku…’” Pak Darno menghela napas panjang.

“Itu roh yang ikut terbawa,” ujarnya. “Tanah kuburan itu bukan sekadar tanah. Ada energi… bahkan kutuk di dalamnya.”

Dalam kepercayaan dunia supranatural, tanah kuburan bukanlah benda netral. Ia menyimpan jejak energi kematian—terutama jika berasal dari orang yang meninggal dalam keadaan tidak baik.

Mbah Wiryo menjelaskan kepada warga suatu malam:

“Sejak manusia pertama jatuh dalam dosa, kematian membawa beban spiritual. Tanah kuburan menjadi tempat berkumpulnya energi yang tidak selesai.”

“Jadi… tanah itu bisa mencelakai orang?” tanya seorang ibu.

“Bisa,” jawabnya tegas.
“Apalagi kalau digunakan untuk santet.”

Menurutnya, santet dengan media tanah kuburan bekerja perlahan. Tidak langsung membunuh, tetapi menghancurkan kehidupan target sedikit demi sedikit.

“Usaha hancur… kesehatan menurun… rumah tangga retak,” lanjutnya.
“Itu semua tanda kutuk mulai bekerja.”

Yang lebih berbahaya adalah jika tanah itu berasal dari makam orang yang semasa hidupnya jahat.

“Kalau orang itu mati dalam kebencian, apalagi dibunuh tanpa sempat bertobat,” kata Mbah Wiryo,
“maka makamnya menyimpan kutuk kehancuran.” Warga terdiam.

“Energi itu mengikuti hukum tabur tuai,” lanjutnya.
“Kejahatan yang ia lakukan semasa hidup, menjadi kutuk yang tertinggal setelah kematian.”

Pak Darno menambahkan dengan suara pelan,
“Itu sebabnya santet jenis ini sangat kuat… karena bukan cuma energi kematian, tapi juga dendam.”

Setelah kejadian di rumah Pak Sastro, hal-hal aneh mulai terjadi di desa.

Seorang pedagang tiba-tiba bangkrut tanpa sebab.
Pasangan muda bercerai hanya dalam hitungan bulan.
Beberapa warga jatuh sakit tanpa diagnosa medis yang jelas.

“Ini bukan kebetulan,” kata Bu Rini saat berkumpul di balai desa.
“Kita semua kena imbasnya.”

“Berarti tanah itu belum benar-benar dibersihkan,” sahut Pak Darno.

Mbah Wiryo mengangguk pelan.
“Selama masih ada sisa… kutuk itu akan terus bekerja.”

Malam itu, warga sepakat melakukan ritual pembersihan.

Di halaman rumah Pak Sastro, mereka berkumpul dengan wajah tegang.

“Semua yang pernah menemukan tanah aneh di rumahnya, bawa ke sini,” perintah Mbah Wiryo. Beberapa warga maju, membawa bungkusan kecil.

Wawan berbisik,“Pak… saya merinding…”. Pak Darno menepuk bahunya.“Ini harus kita selesaikan.”

Mbah Wiryo mulai berdoa, suaranya dalam dan bergetar.

Setelah itu, ia mengambil tanah-tanah tersebut dan memasukkannya ke dalam wadah besi.

“Tanah ini harus dibakar,” katanya.
“Supaya energi yang menempel bisa diputus.”

Api dinyalakan dan bau menyengat langsung menyebar.

Dan tiba tiba…

“Aaaaahhh!”Salah satu warga menjerit.

“Ada bayangan! Di belakang pohon!”

Semua menoleh namun tidak ada apa-apa hanya angin… dan rasa dingin yang menusuk tulang.

Setelah tanah menjadi abu, Mbah Wiryo membawa sisa-sisa tersebut ke sungai.

“Kenapa harus dibuang ke air, Mbah?” tanya Wawan.

“Air mengalir melambangkan pelepasan,” jawabnya.
“Energi buruk tidak boleh menetap. Harus dilepas… supaya tidak kembali.”

Ia kemudian menaburkan abu ke sungai.

“Patahkan kutuk kehancuran… kemiskinan… penyakit… dan perceraian,” ucapnya pelan.

Air mengalir membawa abu itu menjauh.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama… udara terasa sedikit lebih ringan.

Redaksi Energi Juang News

Rilis Single Perdana, Trio Macan Gen Z Angkat Musik Timur

Jakarta, Energi Juang News – Grup penyanyi Trio Macan Gen Z merilis single perdana berjudul “Minggir – Minggir” (Kasih Paham Bos) dengan mengangkat nuansa musik Indonesia Timur. Grup yang merupakan generasi keempat Trio Macan ini memadukan genre dangdut koplo yang menciptakan nuansa energik dan dinamis.

Agi Sugiyanto selaku pencipta single tersebut menyampaikan lahirnya generasi baru dengan personel terdiri atas Ellen, Ghea dan Intan, itu sekaligus mengakomodasi kebutuhan pasar akan penampilan yang penuh energi, spirit dan mengikuti perkembangan zaman.

“Lagu ini diciptakan dengan menghadirkan nuansa musik Indonesia Timur yang saat ini tengah digandrungi masyarakat. Konsep yang dihadirkan dengan mengedepankan trend musik anak muda,” ujar Agi yang juga CEO PT. Media Musik ProAktif tersebut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ketiga personel baru Trio Macan, tambahnya masing-masing memiliki karakter berbeda dari segi vokal dan koreografi namun saling melengkapi sehingga berhasil menyisihkan kandidat lainnya saat pelaksanaan audisi.

Agi berharap Trio Macan Gen Z sebagai pendatang baru di musik dangdut, tidak pernah berhenti belajar dan menambah keterampilan sebagai modal untuk bersaing.

Ellen salah satu personel Trio Macan Gen Z menyebutkan posisi baru yang diraihnya saat ini merupakan pengalaman baru yang harus diisi dengan karya.

“Amanah yang diberikan ini akan kami jalankan semaksimal mungkin dengan terus mengembangkan kemampuan diri. Tidak hanya disiplin dalam latihan dan performance, kita juga harus rajin olahraga agar saat tampil memiliki power kuat dan energik seperti Trio Macan generasi-generasi sebelumnya,” ujarnya.

Redaksi Energi Juang News

Britney Spears Didakwa Mengemudi Dibawah Pengaruh Alkohol

Energi Juang News, California – Bintang pop Britney Spears pada Kamis (30/4) didakwa mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan dan alkohol. Peristiwa itu terjadi di California, Amerika Serikat.

Siaran pers Kantor Kejaksaan Wilayah Ventura yang menyebutkan bahwa sang penyanyi didakwa melakukan pelanggaran ringan karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan satu jenis obat.

Perwakilan Britney Spears belum merespons permintaan publikasi hiburan itu untuk menanggapi dakwaan jaksa.
Sidang perdana perkara Britney Spears dijadwalkan berlangsung Senin. Karena menghadapi tuduhan pelanggaran ringan, Spears tidak diharuskan hadir di pengadilan. Pengacara dapat hadir untuk mewakilinya.

Jaksa penuntut menjelaskan bahwa perkara pelanggaran Britney Spears akan ditinjau sesuai protokol standar bagi terdakwa yang tidak memiliki riwayat mengemudi dalam keadaan mabuk sebelumnya, tidak pernah mengalami kecelakaan atau cedera di jalan, dan memiliki kadar alkohol dalam darah yang rendah.

Menurut Kantor Kejaksaan, hukum ini memungkinkan terdakwa untuk mengaku bersalah karena mengemudi secara sembrono di bawah pengaruh alkohol dan/atau narkoba.
“Jenis penyelesaian ini umum, terutama ketika terdakwa menunjukkan motivasi diri untuk mengatasi masalah mendasar melalui rehabilitasi atau program perawatan narkoba dan alkohol,” kata Kantor Kejaksaan.

Dengan tawaran penyelesaian tersebut, menurut kejaksaan, terdakwa akan menjalani masa percobaan selama 12 bulan, menerima pengurangan hukuman atas waktu yang telah dihabiskan dalam tahanan, diwajibkan untuk menyelesaikan kelas berkenaan dengan pelanggaran yang telah dilakukan, dan diharuskan membayar denda dan biaya yang ditetapkan negara.

Britney Spears ditangkap pada 4 Maret 2026 dengan tuduhan mengemudi dalam keadaan mabuk di wilayah California Selatan.​​​​​​​

Pelantun lagu populer seperti “Oops!…I Did It Again” dan “Baby One More Time” itu dibebaskan dari tahanan keesokan harinya.
Setelah kejadian itu, perwakilan Britney Spears mengatakan bahwa sang penyanyi akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum.

“Semoga ini bisa menjadi langkah awal dari perubahan yang sudah lama diperlukan dalam hidup Britney. Mudah-mudahan, dia bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang dia butuhkan selama masa sulit ini,” kata perwakilan Britney Spears.

Dia juga menyampaikan bahwa anak-anak Britney Spears akan menghabiskan waktu bersamanya dan orang-orang terkasih akan membuat rencana untuk membantu dia meraih kesuksesan dan kesejahteraan.
Britney Spears awal bulan ini diwartakan secara sukarela masuk ke fasilitas rehabilitasi.

Redaksi Energi Juang News

Ratifikasi Konvensi ILO Beri Keadilan bagi Pekerja Perikanan

Jakarta, Energi Juang News- Ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 memberikan keadilan bagi tenaga kerja sektor perikanan. Demikian penilaian ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda.

“Saya apresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto meratifikasi ILO 188 yang memastikan tenaga kerja sektor perikanan mendapatkan keadilan dan perlindungan yang setara dengan sektor formal lainnya,” kata Huda di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan ILO 188 memberikan kepastian bagi pekerja perikanan lantaran mengatur jam kerja, istirahat minimum, pengaduan, bahkan kontrak kerja antara awak kapal dan pemilik kapal.

Pasalnya, selama ini, terjadi ketimpangan yang nyata antara awak kapal dengan pemilik kapal, eksploitasi pekerja sangat terasa di sektor perikanan.

“Dengan adanya kejelasan status kontrak di awak kapal, saya berharap ada kenaikan pendapatan rumah tangga nelayan. Kenaikan pendapatan ini tentu bisa menurunkan kemiskinan di wilayah perdesaan/pesisir,” ujar Huda.

Namun, dia menyoroti, pengawasan terhadap perlindungan awak kapal perikanan masih perlu diperkuat, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dalam praktiknya, koordinasi pengawasan kerap menghadapi kendala, antara lain perbedaan pemahaman mengenai kewenangan, keterbatasan kapasitas daerah, serta belum meratanya pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. Kondisi ini berpotensi membuat awak kapal menjadi pihak yang paling terdampak.

Selain aspek pengawasan, skema bagi hasil yang lebih adil juga dinilai perlu menjadi perhatian. Jika mekanisme pembagian hasil dapat diawasi secara lebih transparan dan adil, pendapatan awak kapal berpotensi meningkat secara signifikan.

Ratifikasi ini juga diharapkan tidak hanya dikaitkan dengan program kampung nelayan. Huda menuturkan kepastian aturan dan perlindungan kerja diperlukan oleh seluruh awak kapal perikanan, tidak terbatas pada awak kapal yang berada di kawasan atau program tertentu.

Sebagai catatan, Prabowo dalam pidatonya pada Hari Buruh Internasional (May Day) di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa dia telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi ILO 188 untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan nelayan di Indonesia.

Perpres tersebut bertujuan memperkuat perlindungan hukum dan kesejahteraan awak kapal perikanan (ABK), sekaligus memastikan kondisi kerja yang layak sesuai standar internasional.

Redaksi Energi Juang News