New York, Energi Juang News-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terbaru di Meta terjadi. Hal itu berkaitan dengan peningkatan pengeluaran untuk kecerdasan buatan (AI). Demikian dinyatakan CEO Meta, Mark Zuckerberg.
Ia juga membuka kemungkinan adanya pemangkasan karyawan tambahan.
Zuckerberg menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan internal perusahaan. Ini adalah momen pertamanya berbicara langsung ke para karyawan sejak Meta mengonfirmasi rencana memangkas sekitar 8.000 pekerjaan atau sekitar 10% total tenaga kerja.
PHK yang diperkirakan dimulai 20 Mei ini terjadi seiring dengan langkah perusahaan menggenjot investasi AI dan infrastruktur.
“Pada dasarnya, kami memiliki dua pusat biaya utama di perusahaan, infrastruktur komputasi dan hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia,” ujar Zuckerberg, seperti dikutip detikINET dari Reuters.
“Jika kita berinvestasi lebih banyak di satu area untuk melayani komunitas kita, itu berarti kita memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lain. Karena itu, kita memang perlu sedikit merampingkan ukuran perusahaan,” sebutnya.
Zuckerberg menegaskan bahwa pemangkasan ini tidak ada kaitannya dengan transisi Meta menuju struktur yang lebih berpusat pada AI ataupun upaya perusahaan dalam membangun agen AI otonom.
“Mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk menggunakan perangkat AI dan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien bukanlah faktor pendorong terjadinya PHK,” ungkapnya.
Meski demikian, Zuckerberg enggan menutup kemungkinan adanya gelombang PHK tambahan. “Kita akan melihat bagaimana perkembangan tren ini nantinya,” ujarnya. Ia menambahkan perusahaan akan dapat berbagi informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.
“Saya berharap bisa mengatakan kepada Anda bahwa saya memiliki semacam bola kristal ajaib untuk memprediksi bagaimana semua ini akan berjalan dalam tiga tahun ke depan. Tapi saya tidak memilikinya. Saya rasa tidak ada satu pun orang yang punya,” cetusnya.
Meta, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, juga telah mulai melacak aktivitas para karyawannya termasuk klik, penggunaan tombol pintas , dan cara pekerja menavigasi aplikasi sebagai bagian untuk melatih sistem AI-nya.
Reuters melaporkan PHK serta upaya pemantauan ini telah memicu kritik internal, di mana karyawan menyuarakan kekhawatiran mereka di forum pesan internal perusahaan.
Saat dihubungi, Meta merujuk pada komentar dari CFO Susan Li, yang dalam laporan pendapatan mengatakan bahwa ukuran perusahaan dalam jangka panjang masih belum dapat dipastikan. “Kami tidak benar-benar tahu seberapa besar ukuran optimal bagi perusahaan ini di masa depan,” kata Li.
Meta sebelumnya telah memangkas 11.000 karyawan pada November 2022 dan 10.000 karyawan lagi pada beberapa bulan setelahnya. Perusahaan ini mempekerjakan hampir 79.000 orang per 31 Desember 2025.
Redaksi Energi Juang News



