Energi Juang News, Surabaya- Cinta Pengky, 28, pada Peni, 25, tak diragukan lagi. Pengki yang punya penampilan pas pasan sedikit minor, berbanding terbalik dengan Peni yang cantik kinclong bodi semlohai.Sepintas memang pasangan itu bak bumi dan langit, tapi kalo diamati ternyata Peni punya sedikit kelainan gangguan kejiwaan yang tak pernah diungkapkan Pengky ke orang tuanya. Aksi nutupin kekurangan itu hingga berlanjut pada proses lamaran dimana antar calon besan sudah setuju untuk diproses di KUA. Tapi gara-gara Peni sakit syaraf otak kejepit kumat saat bertemu calon mertua, orangtua Pengky minta hubungan diputus saja. Berat sekali sebetulnya bagi Pengky, tapi karena berbakti pada orangtua harus diutamakan, maka Peni pun diputus.
Cinta bisa membuat orang sangat subyektif. Seperti apa kondisi orang yang dicintai, tetap saja dimaklumi. Biar hanya pinter ngomong tapi tak bisa kerja, tetap dimaklumi dibela sampai mati. Bahkan kata seorang pujangga, barang siapa sedang jatuh cinta, mendadak jadi pemaaf, bahkan bisa jadi penyair.
Oleh karena itu bisa dimaklumi bila Pengky dari Surabaya ini membutakan matanya, demi cintanya pada Peni. Dulu dia cantik dan periang tapi saat telat minum obat ia punya gangguan kejiwaan suka ngomong ngelantur dan kadang tertawa sendiri. Sudah dibawa ke RSJ tapi ditolak karena BPJS-Kes tidak mengcover penyakit kejiwaan.
Sebetulnya Pengky sangat memahami penyakit kekasihnya, seperti apapun kondisinya akan diterima dengan utuh. Dia siap menjadikan Peni sebagai istrinya. Beda dengan orangtuanya. Dia menolak Peni sebagai menantu, sebab nanti malah akan menjadi beban suami berikut jajarannya. “Kami kawin sama gadis syaraf otaknya kejepit, mending sentolop yang kejepit resleting deh….” begitu omentar orangtua Pengki.
Orang tuanya bilang, kalo nanti saat malam pertama tiba tiba ODGJnya kumat saat disuruh ngejepit malah gigit apa engga berabe,.Bukannya dapet enak malah dapat musibah kalo diterus terusin.
Mendengar alasan orang tuanya pikiran Pengky mendadak berada di persimpangan jalan. Mau memilih keluarga, hati rasanya seperti diremas-remas tanpa jeda. Tetap menikahi Peni, bisa disebratke (tak diakui anak) oleh orangtua. Tapi menikahi gadis kejepit saraf otaknya kata orangtua lebih baik sentolopnya kejepit resleting sendiri. Akhirnya, karena berbakti pada orangtua hukumnya wajib, terpaksa Pengky memutuskan cintanya pada Peni.
Dan denger denger sejak kejadian itu Peni jadi makin sering bolak balik RSJ karena sering ngamuk ngamuk dijalan umum. Cari jodoh yang lain,pilih yang sudah lolos tes Kesehatan jasmani dan Rohani, dijamin stok gadis di Surabaya tetap aman sampai tahun baru 2027.
Redaksi Energi Juang News




