Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 40

Kisah Sunyi di Balik Bayang-Bayang Eyang Joyodigo

makam gantung
makam gantung

Energi Juang News,Blitar-Langit sore di perbukitan Blitar tampak meredup lebih cepat dari biasanya. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah basah dan daun kering yang bergesekan. Jalan setapak menuju sebuah lokasi yang jarang disebut secara terang-terangan itu mulai terasa ganjil. Warga sekitar menyebutnya dengan nada setengah berbisik—sebuah tempat yang menyimpan cerita lama, antara sejarah dan sesuatu yang sulit dijelaskan.

“Mas, kalau mau ke sana, jangan lupa permisi dulu,” kata seorang bapak tua di warung pinggir jalan.

“Permisi ke siapa, Pak?” tanya Raka, seorang pemuda yang datang dengan rasa penasaran.

Bapak itu tersenyum tipis. “Ya… sama yang punya tempat.Perjalanan Raka membawanya ke sebuah area yang dikenal masyarakat sebagai makam gantung. Di sanalah, konon, bersemayam sosok yang disebut-sebut sebagai Eyang Joyodigo—tokoh dari masa lampau yang hidup jauh sebelum penjajahan Belanda dan dipercaya pernah melawan kekuasaan kolonial.

Namun, bukan hanya sejarah yang membuat tempat itu dikenal.

Ketika Raka tiba, ia disambut oleh seorang kuncen yang telah menjaga area tersebut selama puluhan tahun. Wajahnya tenang, tapi matanya menyimpan banyak cerita.

“Sampeyan datang sendiri?” tanya sang kuncen.

“Iya, Pak. Saya dengar tempat ini… berbeda.”

Kuncen itu mengangguk pelan. “Berbeda itu relatif. Yang jelas, tidak semua orang cocok datang ke sini.”

Menurut cerita yang diwariskan turun-temurun, proses pemakaman Eyang Joyodigo tidak berlangsung seperti biasa. Ketika beliau wafat, keluarga mengalami kebingungan karena ilmu yang diyakini dimilikinya semasa hidup.

Untuk menyempurnakan pemakaman, jasadnya tidak langsung dikubur di tanah. Tubuhnya disangga sekitar setengah meter dari permukaan sebelum akhirnya ditutup. Dari situlah istilah “makam gantung” muncul.

“Dulu katanya, kalau langsung ditanam, bisa ada hal yang tidak diinginkan,” jelas kuncen.

“Hal seperti apa, Pak?” Raka mendesak.

Kuncen hanya tersenyum samar. “Yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.”

Malam mulai turun saat Raka memutuskan untuk tetap tinggal lebih lama. Suasana berubah drastis. Udara terasa lebih dingin, dan suara jangkrik terdengar seperti bergaung dari kejauhan.

Tiba-tiba, terdengar suara gemerisik dari semak-semak.

Raka menoleh cepat. “Pak… itu suara apa?”

Kuncen menatap ke arah yang sama, lalu berkata pelan, “Biasanya… bukan angin.”

Tak lama, sesuatu bergerak perlahan. Seekor ular besar muncul dari balik kegelapan. Warnanya tidak biasa—gelap dengan semburat yang berkilau di bawah cahaya bulan.

Raka mundur selangkah. “Itu… ular biasa?”

“Kalau di sini, tidak ada yang benar-benar ‘biasa’,” jawab kuncen.

Cerita tentang penampakan memang bukan hal baru di tempat itu. Beberapa pengunjung mengaku pernah melihat sosok yang diyakini sebagai Eyang Joyodigo. Namun, menurut kuncen, tidak semua orang bisa melihatnya.

“Hanya yang ‘dipanggil’ saja,” katanya.

“Dipanggil?” Raka mengulang dengan suara pelan.

“Iya. Kadang orang datang tanpa niat apa-apa, tapi pulang membawa cerita.”

Seorang warga lain, Bu Sarmi, pernah mengalami kejadian yang hingga kini membuatnya enggan kembali ke area tersebut.

“Motor saya tiba-tiba mati, Mas. Padahal sebelumnya nggak ada masalah,” ceritanya.

“Terus, Bu?”

“Ya saya panik. Terus ada yang bilang, coba salam dulu. Saya coba… ‘permisi, saya cuma lewat’… eh, motornya nyala lagi.”

Raka mengernyit. “Kebetulan?”

Bu Sarmi menggeleng. “Kalau cuma sekali mungkin. Tapi katanya banyak yang ngalamin.”

Kuncen sendiri mengaku sering mengalami kejadian yang sulit dilupakan.

“Kadang malam-malam ada suara langkah, padahal nggak ada siapa-siapa,” ujarnya.

“Takut nggak, Pak?”

“Awalnya iya. Lama-lama… terbiasa. Tapi tetap harus hormat.”

Ia menambahkan bahwa waktu-waktu tertentu terasa lebih “menyeramkan” dibanding biasanya. Terutama saat malam Jumat atau menjelang tengah malam.

“Suasananya beda. Seperti ada dua ekor macan besar yang mengawasi.”

Meski begitu, kuncen menegaskan bahwa tidak semua cerita harus dipercaya mentah-mentah. Banyak kisah berkembang menjadi mitos yang dibumbui dari mulut ke mulut.

“Yang penting itu, kita tahu ini bagian dari sejarah dan kepercayaan,” katanya.

Raka mengangguk, mencoba mencerna semua yang ia dengar dan alami.

Saat ia bersiap pulang, Raka menoleh sekali lagi ke arah makam. Di bawah cahaya bulan, tempat itu tampak sunyi, tapi bukan sunyi yang kosong. Ada rasa seperti… dijaga.

Redaksi Energi Juang News

China Cermati Insiden Penembakan di AS

Beijing, Energi Juang News-  Pemerintah China menyatakan mencermati perkembangan dari insiden penembakan acara gala “White House Correspondents’ Association” di Washington, Amerika Serikat.

“Insiden penembakan ini telah menarik perhatian China. Kami tentu menentang dan mengutuk kekerasan yang tidak sesuai hukum,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (27/4).

Pada Sabtu malam (25/4), terdengar suara tembakan di Hotel Hilton Washington, Amerika Serikat, yang menjadi lokasi jamuan makan malam tahunan antara pejabat pemerintah dengan wartawan Gedung Putih.

Semua yang hadir dalam jamuan itu, termasuk Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania Trump, langsung dievakuasi.

Sementara itu, seorang tersangka penembakan langsung ditahan, tetapi salah satu agen Secret Service mengalami cedera.

Tersangka penembakan itu diketahui bernama Cole Allen yang kerap mengkritik Pemerintah Amerika Serikat karena enggan memberikan bantuan kepada Ukraina.
Kepolisian Washington mengatakan bahwa tersangka yang ditahan setelah melepaskan tembakan dalam jamuan makan yang dihadiri Presiden AS Donald Trump bersenjata senapan gentel (shotgun), pistol dan beberapa pisau.

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat Kash Patel akan sepenuhnya merombak pengaturan pengamanan Presiden Donald Trump dalam jamuan berikutnya bersama wartawan Gedung Putih pasca kejadian tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Respons Kecelakaan Bekasi, Puan Tegaskan Keamanan Jalur KA Harus Diperbaiki

Jakarta, Energi Juang News-  Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa keamanan jalur kereta api (KA) harus diperbaiki untuk meningkatkan unsur keselamatan. Hal itu ditegaskan Puan usai kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.

Puan mengatakan kecelakaan kereta itu tidak hanya menghadirkan duka karena jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga menempatkan kembali keselamatan transportasi publik sebagai ukuran utama kepercayaan masyarakat terhadap layanan harian yang digunakan jutaan orang.

“Kita minta pemerintah, KAI, bersama stakeholder terkait untuk lebih memprioritaskan persoalan keselamatan di jalur kereta api. Sistem dan keamanan pada jalur kereta api harus diperbaiki,” kata Puan di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan bahwa masih banyak perlintasan sebidang di sepanjang perlintasan kereta. Karena keamanannya sangat kurang, menurut dia, kecelakaan kereta seringkali terjadi dan harus disikapi dengan serius.

Puan menjelaskan bahwa dalam sistem mobilitas perkotaan seperti Jabodetabek, KAI Commuter Line atau KRL bukan sekadar moda angkut massal, melainkan infrastruktur sosial yang menopang ritme kerja, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat setiap hari.

“Karena itu, setiap insiden besar tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga berpotensi mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap rasa aman menggunakan transportasi kereta,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai kecelakaan antara KRL dan Argo Bromo Anggrek memperlihatkan bahwa jalur padat metropolitan kini bekerja dalam tingkat kompleksitas yang semakin tinggi, mulai dari frekuensi perjalanan meningkat, jenis layanan berbagi lintasan yang sama, dan ruang toleransi terhadap gangguan semakin sempit.

“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan tidak cukup dilihat hanya sebagai kepatuhan prosedur operasional harian, tetapi harus hadir dalam bentuk standarisasi pengamanan yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa setiap potensi risiko sudah diantisipasi,” katanya.

Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap KRL, dia pun menekankan pentingnya pembelajaran yang harus diambil pasca-kejadian, terkait dengan tingkat keselamatan penggunaan transportasi kereta.

“KRL tetap harus menjadi moda transportasi yang paling dapat dipercaya dari sisi keselamatan,” kata dia.

Puan menilai bahwa masyarakat tidak boleh dibiarkan berada dalam situasi ragu dalam menggunakan transportasi kereta akibat kecelakaan itu. Menurut dia, pemerintah perlu menunjukkan bahwa standar keselamatan diperbarui secara nyata, terukur, dan dapat dipahami masyarakat.

Dia juga mendorong agar investigasi atas kecelakaan tersebut harus menghasilkan pembelajaran struktural yang jelas.
“Dan hasil terpenting dari evaluasi ini adalah memastikan masyarakat melihat bahwa menggunakan KRL tetap merupakan pilihan transportasi yang aman, rasional, dan didukung oleh sistem keselamatan yang terus diperkuat,” katanya.

 

Redaksi Energi Juang News

Cegah Terulangnya Kecelakaan Kereta, Ini Kata Prabowo

Jakarta, Energi Juang News-  Presiden Prabowo Subianto telah setuju dengan pembangunan flyover di Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, flyover itu penting untuk mencegah terulangnya kembali kecelakaan di perlintasan kereta api, usai insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Prabowo mengatakan pembangunan flyover tersebut diajukan oleh pemerintah daerah Bekasi karena wilayah tersebut padat penduduk dan kebutuhan transportasi kereta api sangat mendesak.
“Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak,” kata Prabowo dalam pernyataan pers usai menjenguk para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi.

“Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” imbuhnya.

Menurut dia, banyak lintasan kereta api di wilayah tersebut yang belum dijaga sehingga memerlukan penanganan segera demi keselamatan masyarakat dan kelancaran transportasi.

Selain di Bekasi, Prabowo juga menyinggung mengenai sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang juga mengalami persoalan serupa, sehingga perlu segera dilakukan pembenahan.

“Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman, saya kira dari zaman Belanda ya sudah berapa puluh tahun ya, sekarang sudahlah kita selesaikan semua itu,” kata Presiden.

Prabowo mengatakan dirinya telah memerintahkan untuk segera memperbaiki seluruh lintasan tersebut, baik melalui pembangunan pos jaga maupun flyover, dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai hampir Rp4 triliun.

Menurut Prabowo, langkah tersebut diperlukan demi keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran transportasi kereta api yang dinilai sangat penting bagi mobilitas publik.

“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun demi keselamatan dan demi, karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api dan kita harus keluarkan itu. Sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, sekarang kita lakukan,” pungkas Prabowo.

Presiden Prabowo menjenguk korban kecelakaan tabrakan kereta api yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa pagi. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 08.39 WIB.

Presiden Prabowo kemudian langsung menuju poli bedah, dilanjutkan menuju ruang perawatan Bougenville. Presiden Prabowo sempat berinteraksi dengan korban yang tengah dirawat.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

 

Redaksi Energi Juang News

Komut KAI Sebut Taksi Hijau Sebagai Penyebab Kecelakaan di Bekasi Timur

Jakarta, Energi Juang News- Komisaris Utama atau Komut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Said Aqil Siradj angkat suara soal peristiwa kecelakaan tabrakan kereta antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.

Kiai Said menyinggung soal taksi hijau sebagai penyebab peristiwa maut tersebut.

Said menjelaskan, kendaraan seharusnya tidak melintasi jalur rel kereta api saat kereta sudah dalam jarak dekat. Jika dipaksa melintas, maka mesin kendaraan itu akan mati di tengah jalan.

“Kalau sudah jelas kereta dekat, mobil itu melintas pasti mati mesinnya. Apalagi mobil listrik, mobil apa pun mesinnya mati, pasti. Karena ada getaran dari mesin lokomotif,” kata Said kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Said pun menyebut kecelakaan ini dipicu oleh taksi hijau yang menerobos lintasan kereta.

“Yang salah taksi yang menyebrang,” jelas dia. Kata Komut KAI itu, ulah tersebut berdampak pada sistem di lintasan. Kendaraan itu pun menyebabkan gangguan pada sensor.

“Enggak, karena ada taksi itu, kemudian KRL berhenti, maka sensor pun rusak, error. Error,” pungkas Said.

Sebelumnya diberitakan, insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 pukul 20.52 WIB.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh sebuah taksi listrik Green SM yang menemper KRL di jalur perlintasan langsung (JPL) dekat Bulak Kapal, sehingga kereta berhenti dan kemudian ditabrak kereta jarak jauh dari arah belakang.

Hingga saat ini, jumlah korban masih dalam pendataan. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula saat KRL terhenti akibat gangguan di perlintasan. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak dapat menghindari tabrakan.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar Franoto, kepada wartawan Senin.

Lokomotif dari KA Argo Bromo bahkan sampai masuk menembus ke dalam gerbong-gerbong KRL.

Redaksi Energi Juang News

Gus Falah Desak Polisi Usut Tuntas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Gus Falah Desak Polisi Usut Tuntas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Energi Juang News, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru (Gus Falah), mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Politisi yang akrab disapa Gus Falah itu menegaskan, terdapat indikasi kuat adanya kelalaian dalam peristiwa tersebut. Ia menilai kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa merupakan tindak pidana yang harus diproses secara hukum.

“Jika terbukti ada unsur kelalaian, maka itu masuk ranah pidana. Hal ini telah diatur dalam Pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Pasal 359 dan 360 KUHP,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Lebih lanjut, Gus Falah meminta aparat penegak hukum mendalami penyebab terhentinya taksi Green SM Indonesia di tengah perlintasan rel. Menurutnya, keberadaan taksi tersebut menjadi faktor awal yang memicu rangkaian kecelakaan fatal.

“Kita harus mengusut kenapa kendaraan itu bisa berhenti di tengah perlintasan. Karena tertabraknya taksi oleh KRL menjadi pemicu berhentinya KRL, yang kemudian muncul tabrakan lebih besar akibat datangnya KA Argo Bromo Anggrek,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan biasa, mengingat adanya potensi kelalaian yang berujung pada tragedi besar.

Diketahui, kecelakaan tersebut mengakibatkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia. Gus Falah pun mendesak agar siapapun yang terbukti bertanggung jawab segera diproses secara hukum tanpa pandang bulu.

“Keselamatan publik adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi terhadap kelalaian yang merenggut nyawa. Siapapun yang bertanggung jawab harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Cegah Korupsi, UU Parpol Harus Direvisi

Energi Juang News, Jakarta- Undang-Undang (UU) nomor 2 tahun 2011 tentang Partai Politik (Parpol) perlu direvisi untuk menata sumber dan pengelolaan keuangan partai politik, demi mencegah praktik korupsi seperti rekomendasi dari KPK. Demikian dinyatakan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia.

Dia mengatakan UU Parpol perlu segera disempurnakan, mengingat adanya sejumlah perkembangan dinamika politik, baik secara empirik maupun pemikiran yang sudah jauh berkembang.

“Dalam revisi UU itu nanti, salah satu hal penting yang harus dibahas termasuk soal sumber dan pengelolaan keuangan partai politik,” kata Doli saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Setelah 28 tahun reformasi, dia menginginkan agar ada penguatan hingga pelembagaan politik pada elemen masyarakat melalui pelembagaan partai politik.

Untuk itu menurut dia, seluruh pihak harus bertekad untuk menjadikan partai politik sebagai institusi yang bisa dikelola secara modern dan mandiri. Kaderisasi partai politik, kata dia, perlu menjadi sebuah keniscayaan dan terkoneksi dengan aspirasi dan kehendak rakyat.

Dia menjelaskan bahwa partai politik adalah pilar penting dalam sebuah bangunan demokrasi. Menurut dia, institusi penyelenggara pemerintahan adalah produk dari pemilihan umum.
“Di dalam pemilu salah satu unsur terpenting adalah partai politik bersama dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan,” kata Anggota Komisi II DPR RI itu.

Karena itu menurut dia, partai politik, pemilu, dan pemerintahan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena memiliki keterkaitan dalam demokrasi. Jika ingin pemerintahan baik, maka elemen-elemen lainnya itu juga harus baik.

Di sisi lain Doli menilai revisi UU Pemilu juga sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), yang mengamanatkan untuk memperkuat pembangunan sistem politik. Dalam UU RPJP, hal itu perlu dilakukan melalui kodifikasi UU Pemilu, UU Pilkada, dan UU Partai Politik.

“Bila kita ingin memiliki institusi-institusi pemerintahan yang baik, maka Pemilu nya pun harus baik. Sistem Pemilu yang baik akan menjadi sempurna bila partai-partai politik peserta Pemilu-nya pun baik,” kata dia.

Sebelumnya, KPK merekomendasikan agar adanya revisi UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, dengan menambahkan ruang lingkup standardisasi pendidikan politik, kaderisasi, serta pelaporan keuangan partai politik.

KPK memandang kaderisasi partai politik perlu diperbaiki setelah 22 tahun terakhir atau selama 2004-2025, tercatat 371 politisi terjerat kasus tindak pidana korupsi. KPK memandang perbaikan sistem tata kelola partai politik semakin mendesak karena hal tersebut berkaitan erat dengan kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.

Redaksi Energi Juang News

Tayang di Bioskop, “Michael” Tarik Perhatian Publik

Energi Juang News, New York – Film biografi Raja Pop Michael Jackson yang berjudul Michael langsung menarik perhatian publik pada pekan pertama penayangannya. Film ini membukukan perolehan 97 juta dolar AS di Amerika Utara dan 217 juta dolar AS secara global.

Variety pada Minggu (26/4) mencatat, capaian itu menjadikan “Michael” sebagai biopik dengan penjualan tiket bioskop awal terbaik sepanjang masa.

Perolehan “Michael” melampaui rekor film “Straight Outta Compton” (2015), yang membukukan perolehan 60 juta dolar AS pada pekan pertama pemutaran, dan “Bohemian Rhapsody” yang pada 2018 meraup 51 juta dolar AS pada pekan pertama penayangan.

Meskipun sebagian besar kritikus tidak memberikan ulasan baik di Rotten Tomatoes, biopik ini mendapat sambutan positif dari penonton, yang memberikan nilai “A-” dalam jajak pendapat CinemaScore.

Pembeli tiket film “Michael” sekitar 61 persen perempuan dan 66 persen berusia 25 tahun ke atas menurut PostTrak.

Film “Michael” garapan sutradara Antoine Fuqua mengisahkan perjalanan karier Michael Jackson sejak masa awal bersama Jackson 5 sampai menjadi salah satu ikon musik dunia.

Jaafar Jackson, keponakan Michael Jackson, menjadi pemeran utama film “Michael” dalam debut aktingnya.
Film “Michael” diproduksi dengan biaya sekitar 200 juta dolar AS, menjadikannya sebagai salah satu biopik berbiaya mahal.

Pendanaan proyek film ini melibatkan Lionsgate, Universal Pictures selaku distributor film internasional, serta pengelola warisan Michael Jackson.

Kesuksesan “Michael” dinilai sebagai penanda kebangkitan performa box office Lionsgate setelah mengalami sejumlah kegagalan pada 2024.

“Michael” menjadi film terlaris Lionsgate dalam waktu sekitar satu dekade sejak “The Hunger Games: Mockingjay – Part 2” (2015).

Redaksi Energi Juang News

Sopir Truk Istirahat Malah Gas Terus

Sopir andalan 1
Sopir andalan 1

Energi Juang News,Surabaya- Sebagai sopir truk, Peno,35th memang terbiasa hidup berpindah-pindah. Hari ini di Mojokerto, besok bisa saja sudah ngopi di pinggir jalan Surabaya. Tapi rupanya, mobilitas tinggi itu tidak dibarengi dengan kontrol diri. Setiap berhenti di warung makan, niat awalnya memang mengisi perut. Tapi lama-lama, “menu tambahan bawah perut” jadi kebiasaan.

Istilah di kalangan sopir: “ngaso mampir”. Tapi versi Peno agak beda. Kalau sopir lain cukup makan nasi dan ayam goreng, dia seperti merasa wajib “cuci mulut” dengan urusan bawah perut dengan wanita lain. Istirahat yang harusnya mengendorkan otot, malah jadi ajang “mengeraskan otot yang kendur”.

Dengan latar belakang Peno, pria satu ini tak lagi pilih-pilih sasaran. Bukan hanya pelayan warung, bahkan kekasih teman sendiri pun ikut “disikat”. Poltak (28), sesama sopir, mungkin tak pernah menyangka kos-kosannya berubah fungsi dari tempat istirahat jadi markas maksiat.

Suatu ketika Mince,26 sudah janjian dan dandan cantik bak mutiara dari timur datang mencari Poltak pacarnya. Saat pintu terbuka yang nongolin wajah Peno, dengan expresi melongo mendapati sosok bidadari ada didepan pintu kamar kontrakannya. Karena Poltak yang dicari tak ada ditempat, Mince bermaksud balik arah.

Dasar Peno yang sudah terpesona dengan kemolekan Peni, ia berbohong kalau Poltak lagi pergi ke warung sembako beli makanan untuk tamunya. Mince dimints menunggu didalam kontrakan, dan setiap Mince nanya, ada saja jawaban Peno mengulur waktu. Setelah lama waktu berselang alih-alih memberi kabar, Entah bagaimana Mince  malah curhat perihal Poltak kekasihnya kepada Peno. Peno kegirangan dan meracuni Mince dengan kata kata menyakitkan perihal Poltak. Mulut Peno yang manis bagaikan permen, membuat Mince goyah pendirian.

Melihat Mince yang sudah goyah pendiriannya, Peno mulai pasang aksi dan lama kelamaan pasang alat kotrasepsi. Hari itu Peno sukses menikmati pacar kawannya itu, tanpa ada saksi mata satupun.

Ironisnya, kejadian pertama yang seperti “lolos dari razia”, Peno membuat janji kedua,ketiga dan seterusnya dengan Mince,tanpa membuat Poltak curiga. Peno mungkin mengira dirinya kebal, seperti truk ODOL yang tetap melaju meski melanggar aturan. Padahal, hukum itu seperti polisi tidur biar pelan tapi pasti bikin kaget kalau diterjang.

Setahun berlalu, dan entah karena merasa aman atau memang sudah kebablasan, Peno mengulang perbuatannya. Tapi kali ini Peno tak tahu, Poltak yang curiga tentang hubungan Peno dan Mince. Poltakpun merencanakan aksi penggerebekan koneksi asusila antara pacar dan teman sekamarnya itu..

Rroda kehidupan memang berputar. Kalau terlalu sering ngebut tanpa rem, ya siap-siap saja terguling. Kali ini aksi itu telah direkam Poltak dan melibatkan tetangga kontrakannya. Tetangga dilibatkan, polisi dipanggil, dan Peno pun harus turun dari “kabinnya” untuk pindah ke tempat yang jauh lebih sempit: sel tahanan.

Penopun terusir dari kontrakan, tidak ada lagi warung makan, tidak ada “ngaso mampir”, apalagi kebebasan. Yang ada hanya waktu panjang untuk merenungi nasib.

Kisah ini jadi pengingat, bahwa jadi sopir itu memang harus kuat fisik dan mental. Tapi kalau mentalnya dipakai untuk hal yang salah, ya ujungnya bukan sampai tujuan, tapi masuk jeruji.

Redaksi Energi Juang News

R & B Indonesia: Dari Pengaruh Global ke Identitas Lokal

RNB Musik
RNB Musik

Energi Juang News, Jakarta- Musik selalu bergerak mengikuti zaman, menyerap pengaruh, lalu membentuk identitas baru yang lebih relevan dengan pendengarnya. Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan selera musik di Indonesia menunjukkan arah yang menarik: semakin banyak karya yang terasa personal, halus, dan emosional. Di tengah arus tersebut, muncul gelombang baru yang membawa nuansa berbeda—lebih soulful, lebih intim, dan sering kali lebih eksperimental.

Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Ia merupakan hasil dari pertemuan antara pengaruh global dan kreativitas lokal. Genre yang awalnya berkembang di Amerika Serikat kini menemukan rumah baru di Indonesia, dengan warna yang khas dan pendekatan yang lebih kontekstual.

Yang dimaksud tentu adalah R&B atau Rhythm and Blues, sebuah genre yang sejak awal dikenal karena kemampuannya menggabungkan berbagai elemen musik seperti soul, funk, dan hip-hop. Di Indonesia, genre ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan, baik dari sisi produksi maupun penerimaan audiens.

Data dari Asosiasi Industri Rekaman Indonesia menunjukkan bahwa jumlah album R&B yang diproduksi di Tanah Air meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Ini bukan sekadar angka, tetapi indikator bahwa minat terhadap genre ini semakin besar—baik dari musisi maupun pendengar.

Salah satu faktor utama yang mendorong perkembangan ini adalah kemajuan teknologi dalam produksi musik. Dulu, membuat rekaman berkualitas tinggi membutuhkan studio mahal dan peralatan kompleks. Kini, dengan perangkat digital yang lebih terjangkau, musisi bisa menciptakan karya dengan standar internasional bahkan dari kamar tidur mereka sendiri.

Perubahan ini membuka peluang besar bagi musisi independen untuk bereksperimen. Mereka tidak lagi terikat pada formula industri yang kaku, tetapi bisa mengeksplorasi suara yang lebih personal. Dalam konteks R&B, hal ini sangat penting karena genre ini sangat bergantung pada ekspresi emosi dan nuansa.

Menurut Andi Rianto, daya tarik utama R&B terletak pada fleksibilitasnya. Ia mampu menggabungkan berbagai elemen musik tanpa kehilangan identitas. Pendapat ini sejalan dengan perkembangan global, di mana R&B terus berevolusi dengan memasukkan unsur elektronik, trap, hingga lo-fi.

Namun, perkembangan ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu isu utama adalah minimnya dukungan dari industri dalam hal promosi dan distribusi. Banyak musisi R&B Indonesia yang menghasilkan karya berkualitas, tetapi kesulitan menjangkau audiens yang lebih luas.

Masalah ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kreativitas dan infrastruktur industri. Tanpa dukungan yang memadai, potensi besar yang dimiliki genre ini bisa saja tidak berkembang secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak—musisi, produser, label, dan pemerintah.

Dalam hal ini, peran kebijakan publik menjadi penting. Dukungan dari pemerintah, misalnya melalui program pendanaan atau platform distribusi, dapat membantu memperkuat ekosistem musik. Selain itu, kolaborasi dengan musisi internasional juga bisa menjadi strategi untuk memperluas jangkauan.

Pandangan ini juga didukung oleh Amin Abdullah, seorang akademisi musik dari Institut Seni Indonesia. Ia melihat perkembangan R&B sebagai bukti bahwa industri musik Indonesia semakin adaptif terhadap tren global. Menurutnya, ini adalah peluang besar untuk membawa musik Indonesia ke panggung internasional.

Yang menarik, R&B Indonesia tidak hanya meniru gaya luar, tetapi mulai membangun identitas sendiri. Banyak musisi yang menggabungkan elemen lokal—baik dari segi lirik, bahasa, maupun nuansa musikal. Ini menciptakan warna baru yang unik dan relevan dengan konteks sosial budaya Indonesia.

Sebagai contoh, tema yang diangkat dalam lagu-lagu R&B lokal sering kali berkaitan dengan kehidupan sehari-hari: hubungan personal, keresahan urban, hingga refleksi diri. Pendekatan ini membuat musik terasa lebih dekat dengan pendengar, terutama generasi muda yang mencari representasi dari pengalaman mereka sendiri.

Di sisi lain, platform digital seperti streaming dan media sosial memainkan peran penting dalam distribusi musik. Musisi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada label besar untuk dikenal. Mereka bisa membangun audiens secara organik melalui konten yang konsisten dan autentik.

Namun, hal ini juga menciptakan persaingan yang lebih ketat. Dengan begitu banyaknya konten yang tersedia, musisi harus mampu menonjol—baik dari segi kualitas maupun identitas. Dalam konteks ini, R&B memiliki keunggulan karena sifatnya yang fleksibel dan mudah beradaptasi.

Bagi generasi muda yang sadar budaya, perkembangan R&B di Indonesia menawarkan perspektif yang menarik. Ia menunjukkan bagaimana globalisasi tidak selalu berarti kehilangan identitas, tetapi justru bisa menjadi alat untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Lebih dari itu, R&B juga membuka ruang untuk eksplorasi emosional yang lebih dalam. Di tengah dunia yang serba cepat, musik ini mengajak kita untuk melambat, merasakan, dan memahami diri sendiri. Ini adalah kualitas yang semakin dicari dalam budaya modern.

Ke depan, masa depan R&B Indonesia tampak cukup menjanjikan. Dengan dukungan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, genre ini memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh—tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di kancah internasional.

Pada akhirnya, perjalanan R&B di Indonesia adalah cerita tentang adaptasi, inovasi, dan keberanian untuk berbeda. Dari pengaruh global hingga identitas lokal, genre ini terus berkembang, membawa suara baru yang mencerminkan zaman dan generasinya.

Redaksi Energi Juang News