Selasa, Mei 26, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 41

Inpres Pangan dan Bayang-Bayang Kapitalisme Negara

Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka kembali menegaskan arah kebijakan ekonominya melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan. Secara normatif, kebijakan ini tampak menjawab kebutuhan mendesak: memastikan ketersediaan pangan nasional di tengah tekanan global.

Namun, jika ditelisik lebih dalam, Inpres ini juga mencerminkan penguatan pola kapitalisme negara yang berpotensi membawa konsekuensi serius bagi struktur ekonomi domestik. Instruksi tersebut secara eksplisit memerintahkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, serta entitas strategis seperti Badan Pengelola BUMN dan Danantara.

Penekanan pada peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam produksi dan distribusi pangan menandai kecenderungan konsolidasi peran negara sebagai aktor ekonomi dominan. Dalam kerangka teori ekonomi politik, fenomena ini dapat dibaca melalui perspektif “state capitalism” sebagaimana dikemukakan oleh Ian Bremmer, di mana negara tidak hanya bertindak sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelaku utama pasar.

Kapitalisme negara pada dasarnya bukanlah konsep baru. Dalam praktiknya, ia sering digunakan untuk mempercepat pembangunan, terutama di sektor-sektor strategis. Namun, sebagaimana diingatkan oleh Ha-Joon Chang, intervensi negara yang terlalu dominan tanpa mekanisme checks and balances dapat menciptakan distorsi pasar, menghambat inovasi, dan mematikan kompetisi.

Dalam konteks Inpres ini, pemberian mandat besar kepada BUMN berpotensi menciptakan arena yang tidak setara antara perusahaan negara dan pelaku usaha swasta.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Data dari Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen pelaku UMKM di Indonesia bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Artinya, sektor pangan bukan sekadar urusan produksi, melainkan juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan pelaku ekonomi kecil.

Ketika negara melalui BUMN mengambil alih rantai produksi dan distribusi secara dominan, ruang partisipasi bagi UMKM berisiko menyempit.

Dalam teori persaingan pasar, kondisi ini mendekati apa yang disebut sebagai “crowding out effect,” di mana kehadiran aktor besar—dalam hal ini negara—menggeser pelaku kecil dari pasar. Joseph Stiglitz menekankan bahwa kegagalan pasar sering kali justru diperparah oleh kegagalan negara ketika intervensi dilakukan tanpa mempertimbangkan inklusivitas.

Jika BUMN memperoleh privilese akses modal, distribusi, hingga regulasi, maka pelaku swasta—terutama skala kecil—akan kesulitan bersaing secara fair.

Lebih jauh, kebijakan ini juga berpotensi menciptakan monopoli terselubung. Dalam jangka pendek, konsolidasi oleh BUMN mungkin meningkatkan efisiensi distribusi dan stabilitas harga. Namun, dalam jangka panjang, dominasi tunggal berisiko menurunkan efisiensi, membuka ruang rente, dan mengurangi insentif inovasi.

Sejarah ekonomi menunjukkan bahwa monopoli, baik oleh swasta maupun negara, cenderung menghasilkan inefisiensi struktural.

Di sisi lain, argumentasi pemerintah mengenai pentingnya kedaulatan pangan tentu tidak bisa diabaikan. Krisis global, perubahan iklim, dan volatilitas rantai pasok memang menuntut kehadiran negara yang kuat. Namun, kekuatan negara seharusnya diarahkan untuk memperkuat ekosistem, bukan menggantikan peran pelaku pasar.

Negara idealnya menjadi enabler—penyedia infrastruktur, regulasi yang adil, dan akses pembiayaan—bukan sekaligus menjadi pemain dominan.

Dengan demikian, Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 dapat dibaca sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menawarkan percepatan swasembada pangan melalui konsolidasi kekuatan negara. Di sisi lain, ia berpotensi memperkuat kapitalisme negara yang menekan daya saing swasta dan menutup ruang bagi UMKM.

Tanpa desain kebijakan yang inklusif dan transparan, ambisi swasembada justru dapat berbalik menjadi bumerang bagi perekonomian nasional.

Kuncinya terletak pada keseimbangan: bagaimana negara hadir secara strategis tanpa memonopoli, serta bagaimana BUMN berfungsi sebagai katalis, bukan dominator.

Jika tidak, Inpres ini bukan hanya soal pangan, melainkan juga penanda arah ekonomi Indonesia menuju konsentrasi kekuasaan ekonomi di tangan negara—sebuah jalan yang perlu diawasi dengan kritis.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

 

Redaksi Energi Juang News

KAI Ungkap Tujuh Penumpang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Bekasi

Energi Juang News, Jakarta – KAI mengungkapkan kini sebanyak tujuh penumpang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kemudian total ada 81 korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit.

“Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang,” ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

“Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” tambahnya.

Bobby mengungkap tiga korban yang masih terjepit di gerbong masih belum bisa dievakuasi. Dia menyebut evakuasi dilakukan dengan hati-hati yang maksimal.

“Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,” katanya.

“Evakuasi ini terus terang cukup lama selama 8 jam, dan kita lakukan sangat hati-hati sekali,” sambungnya.

Sebelumnya, KAI angkat bicara terkait kecelakaan tersebut. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan KRL yang ditabrak sedang berhenti usai tertemper taksi.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, saat dihubungi, Senin (27/4).

Setelah itu, laju KRL pun terhenti. Franoto menyebut KRL itu lalu tertabrak KA Argo Bromo.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” imbuhnya.

Redaksi Energi Juang News

Elvi Diana: Penuhi Target Kontribusi Pasar Modal, OJK Harus Konsisten Perkuat Reformasi

Energi Juang News, Jakarta – Konsultan dan Perencana Keuangan, Elvi Diana CFP, mengingatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar konsisten menjalankan berbagai langkah reformasi untuk memperkuat integritas pasar modal Indonesia.

Menurut Elvi, konsistensi dalam reformasi merupakan kunci utama agar pasar modal mampu berkontribusi optimal terhadap pembiayaan pembangunan nasional. Ia menegaskan, target kontribusi pasar modal yang ditetapkan OJK sebesar Rp 1.812 triliun dalam beberapa tahun ke depan hanya dapat tercapai jika reformasi dijalankan secara berkelanjutan dan kredibel.

“Reformasi pasar modal tidak boleh setengah hati. Konsistensi adalah faktor penentu agar kepercayaan investor tetap terjaga dan target kontribusi pembiayaan nasional bisa terrealisasi,” ujar Elvi dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).

Seperti diketahui, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi Kementerian PPN/Bappenas, kebutuhan investasi nasional pada periode 2025 hingga 2029 diperkirakan mencapai Rp 47.573 triliun. Dalam konteks tersebut, OJK menargetkan pasar modal dapat menyumbang Rp 1.812 triliun.

Elvi menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, OJK perlu memperkuat implementasi sejumlah langkah reformasi yang telah dirancang. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan batas minimum free float perusahaan tercatat, penyempurnaan transparansi informasi bagi investor, serta penguatan keterbukaan kepemilikan saham.

Selain itu, Elvi juga menyoroti pentingnya memperkuat mekanisme peringatan dini (early warning system), khususnya melalui pengumuman high shareholding concentration, guna mencegah praktik yang berpotensi merugikan investor dan merusak integritas pasar.

Lebih lanjut, Elvi mengingatkan bahwa konsistensi reformasi akan diuji dalam waktu dekat, seiring agenda evaluasi indeks global oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026.

“Evaluasi MSCI akan menjadi cerminan bagaimana kualitas dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Konsistensi reformasi oleh OJK akan sangat menentukan posisi Indonesia dalam klasifikasi pasar global tersebut,” kata Elvi.

Ia menegaskan, momentum evaluasi ini harus dimanfaatkan OJK untuk menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pasar modal yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing internasional.

Redaksi Energi Juang News

KAI Pastikan Korban Terdampak Kecelakaan Bekasi Telah Dievakuasi

Energi Juang News, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban terdampak peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur telah dievakuasi. Para korban juga dipastikan telah mendapatkan penanganan medis. KAI pun sudah menyiapkan posko informasi untuk membantu keluarga memperoleh kabar penumpang.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis dikutip di Jakarta, Selasa.

KAI menyampaikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Berdasarkan pembaruan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, tercatat empat orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka.

KAI menyebut seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Dalam proses penanganan, KAI berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban tertangani.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban.

“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Dudy.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi dilakukan secara maksimal.

“Saat ini korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” kata Bobby.

KAI juga menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh.

Terkait operasional perjalanan, KAI menyampaikan per pukul 01.04 WIB jalur hilir lintas Bekasi-Tambun telah dapat dilalui kembali, sedangkan jalur hulu masih dalam proses evakuasi dan penanganan.

KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL sesuai kondisi jalur agar layanan dapat kembali berjalan bertahap.
Selain itu, pelanggan kereta api yang terdampak pembatalan diberikan kebijakan pengembalian bea tiket secara penuh dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan.

Untuk pelanggan KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, KAI menyiapkan layanan lanjutan berupa bus menuju Stasiun Gambir.

KAI menyatakan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan.
Adapun daftar perjalanan kereta api jarak jauh yang dibatalkan hingga pembaruan terakhir mencakup sejumlah layanan pada 27 April 2026, antara lain KA Gunungjati, Parahyangan, Argo Muria, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro, serta Tawang Jaya Premium.

Sementara pada 28 April 2026, pembatalan meliputi KA Gunungjati, Purwojaya, Madiun Jaya, Argo Sindoro, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro dan Menoreh.
KAI menambahkan masyarakat dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.

KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi.

Redaksi Energi Juang News

Jejak Sunyi Bayu: Menyibak Misteri Makam Mbah Sambo Yang Terlupakan

Makam-Mbah-Sambo
Makam-Mbah-Sambo

Energi Juang News,Tuban- Malam itu angin dari arah utara membawa bau asin laut yang samar. Di sebuah warung kopi pinggir jalan di Gresik, saya bertemu Bayu—seorang penjelajah situs yang kisahnya belakangan ramai dibicarakan di kalangan pecinta horor lokal.

Penampilannya biasa saja. Kaos lusuh, tas ransel tua, dan kamera yang tampak sudah sering jatuh bangun di medan ekstrem. Tapi dari sorot matanya, ada sesuatu yang berbeda—seolah ia telah melihat hal-hal yang tidak semua orang mampu pahami.

“Saya nggak pakai riset ribet,” katanya membuka percakapan. “Pokoknya jalan aja. Random.”

“Random?”

“Iya. Yang penting sampai. Lihat sendiri. Rasain sendiri.”

Metode itu terdengar nekat. Tapi justru dari situlah, Bayu menemukan tempat-tempat yang bahkan warga sekitar pun hanya “pernah dengar,” tanpa benar-benar berani mendekat.

Bayu (24), seorang alumnus seni rupa, menjelajah wilayah Gresik, Lamongan, hingga Tuban tanpa arah pasti.

Ia pernah tersesat ke perbukitan sunyi, masuk ke goa yang nyaris runtuh, hingga berdiri di tengah tambak kosong yang hanya ditemani suara angin dan gemericik air.

Bayu juga cerita pernah suatu waktu, ia mengalami kejadian yang tidak wajar. Kejadian mistis. “Saya pernah mengalami kejadian mistis. Rasanya seperti kesetrum, kurang lebih 3 detik. Itu lantaran saya lupa tidak berdoa dulu, mengucapkan salam atau kirim fatihah sebagaimana kebiasaan saya ziarah kubur, di makam mbah Sambo” ungkap pria kelahiran 1975 ini.

Selain itu, Bayu yang mengaku tidak memiliki kemampuan merasakan kehadiran makhluk gaib atau istilahnya indigo, namun sebab kebiasaannya berziarah ini, ia jadi bisa membaca situasi makam itu seperti apakah tempat yang ia tuju, netral atau menolak.

“Saya tidak punya (kemampuan telepati), tapi akhirnya saya bisa merasakan, oh ini tempatnya ‘welcome’, ini tempatnya netral, dan ini tempat enggak mau diekspos,” jelas Alumnus Seni Rupa ini.

“Padahal saya jelas-jelas merekam tempat itu. Tapi sesampai di rumah. Videonya bukan tidak bisa diputar melainkan kosong dari galeri saya. Yah ini cerita pengalaman saya,” ungkapnya.

Sebagai seorang yang telah lama mempelajari fenomena supranatural, saya melihat pola yang konsisten dalam pengalaman Bayu.

Tempat-tempat yang ia kunjungi bukan sekadar lokasi fisik, melainkan ruang yang menyimpan “residu energi”—baik dari sejarah, ritual, maupun peristiwa traumatis.

Ketika seseorang datang tanpa “etika spiritual” seperti salam atau doa, ia dianggap sebagai intrusi.

Dan dalam banyak kasus, respons dari “penghuni” tempat tersebut bisa sangat nyata.

Redaksi Energi Juang News

Dilantik Presiden, Ini Wajah-Wajah Baru di Pemerintahan Prabowo

Energi Juang News, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah tokoh dan pejabat di pemerintahannya hari ini. Tokoh yang dilantik oleh Prabowo berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis buruh hingga purnawirawan TNI.

Acara pelantikan Menteri hingga Kepala Badan ini terselenggara di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Keenam tokoh ini dilantik langsung oleh Presiden Prabowo.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan presiden tentang pengangkatan para pejabat tersebut.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah jabatan. Prabowo memandu pembacaan sumpah jabatan tersebut yang diikuti oleh keenam tokoh tersebut.

“Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo memandu sumpah.

Acara pelantikan ini juga dihadiri Wapres Gibran Rakabuming, Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Selain itu, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Hukum, HAM, dan Imipas Yusril Ihza Mahendra, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menkomdigi Meutya Hafid, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga hadir.

Berikut daftar pejabat negara/pemerintah yang dilantik oleh Presiden Prabowo, Senin (27/4/2026):

1. Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup

2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan

3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan

4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi

6. Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia

 

Redaksi Energi Juang News

Jakarta Membara: Saat Panas Ekstrem Menggerus Produktivitas Kota

Jakarta Membara: Saat Panas Ekstrem Menggerus Produktivitas Kota

Beberapa hari terakhir, warga Jakarta merasakan hal yang sama: panas yang terasa lebih menyengat dari biasanya. Bukan sekadar terik siang hari, tetapi hawa yang menekan sejak pagi hingga malam. Di jalanan, wajah-wajah tampak lelah lebih cepat. Di kantor, konsentrasi mudah buyar. Gelombang panas ini bukan hanya soal cuaca ia mulai memengaruhi ritme hidup dan produktivitas masyarakat.

Fenomena panas ekstrem di perkotaan seperti Jakarta memang memiliki dampak yang nyata. Suhu tinggi membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan. Akibatnya, energi cepat terkuras, fokus menurun, dan produktivitas ikut terdampak. Tak heran jika banyak pekerja mengeluh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan mengalami gangguan kesehatan ringan seperti dehidrasi dan sakit kepala.

Di sektor informal, dampaknya bisa lebih terasa. Pedagang kaki lima, pengemudi ojek, hingga pekerja lapangan harus berhadapan langsung dengan panas tanpa perlindungan memadai. Sementara di dalam ruangan, ketergantungan pada pendingin udara meningkat, yang pada akhirnya juga berdampak pada konsumsi energi yang lebih tinggi.

Menurut BMKG, fenomena panas ekstrem ini bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang berkontribusi, salah satunya adalah posisi semu matahari yang sedang berada di sekitar wilayah Indonesia, sehingga intensitas radiasi matahari menjadi lebih tinggi. Selain itu, kondisi langit yang relatif cerah tanpa banyak awan membuat panas matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan.

BMKG juga menyoroti faktor perubahan iklim global yang memperparah kondisi ini. Tren suhu yang meningkat dari tahun ke tahun membuat gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih intens. Di kota besar seperti Jakarta, efek ini diperkuat oleh fenomena urban heat island di mana beton, aspal, dan minimnya ruang hijau membuat panas terperangkap lebih lama.

Kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia inilah yang membuat Jakarta terasa “membara”. Bahkan pada malam hari, suhu tidak turun secara signifikan, sehingga tubuh tidak mendapatkan waktu cukup untuk “beristirahat” dari panas. Kondisi ini secara tidak langsung memengaruhi kualitas tidur, yang kemudian berdampak lagi pada produktivitas keesokan harinya.

Keluhan masyarakat pun bermunculan, terutama di media sosial. Banyak yang merasa aktivitas harian menjadi lebih berat dari biasanya. Perjalanan terasa lebih melelahkan, pekerjaan lebih sulit diselesaikan, dan emosi lebih mudah terpancing. Panas ekstrem tidak hanya menguras fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis.

Dalam menghadapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan adaptif. Menghindari paparan langsung sinar matahari pada siang hari, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung menjadi langkah sederhana namun penting. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dituntut untuk memperbanyak ruang terbuka hijau dan memperbaiki tata kota agar lebih ramah terhadap perubahan iklim.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan ia sudah terasa hari ini. Jakarta sebagai kota megapolitan menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca yang semakin ekstrem.

Pada akhirnya, panas yang kita rasakan hari ini bukan sekadar soal cuaca yang tidak nyaman. Ia adalah sinyal bahwa ada sesuatu yang berubah, dan jika tidak diantisipasi dengan serius, dampaknya akan semakin luas tidak hanya pada produktivitas, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Esteria Tamba
(Penulis, Aktivis)

Sopir Angkot Dibakar di Tanah Abang, Luka 40%

Sopir Angkot Dibakar di Tanah Abang, Luka 40%

Energi Juang News, Jakarta – Seorang sopir angkutan kota mengalami luka serius setelah diserang rekannya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Insiden itu dipicu perselisihan antrean saat menunggu penumpang.

Korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Korban Alami Luka Bakar Serius

Kapolsek Tanah Abang, Dhimas Prasetyo, menyebut korban berinisial S (52) mengalami luka bakar cukup parah. Persentase luka mencapai 40 persen dan tersebar di beberapa bagian tubuh.

“Luka bakar terdapat di area telinga, lengan kiri, pinggang, dan paha kiri,” kata Dhimas, Minggu (26/4/2026).

Saat ini, korban tengah menjalani transfusi darah karena kondisi hemoglobin yang rendah. Tim medis juga merencanakan tindakan operasi untuk mengangkat jaringan luka bakar pada hari berikutnya.

Polisi Periksa Empat Saksi

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa empat orang saksi. Keterangan mereka digunakan untuk mengungkap secara rinci kejadian tersebut.

Sementara itu, pelaku berinisial P (38) masih dalam pencarian. Aparat terus memburu pelaku yang diduga melarikan diri setelah kejadian.

Dipicu Teguran Soal Antrean

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Melati.

Kejadian bermula saat korban sedang mendapat giliran ngetem. Namun, pelaku datang dan menyerobot antrean. Korban lalu menegur tindakan tersebut.

Tak terima ditegur, pelaku sempat meninggalkan lokasi. Namun, ia kembali dengan membawa bensin.

“Pelaku memutar kendaraan, lalu kembali dan menyiramkan bensin ke arah korban di dalam angkot,” ujar Dhimas.

Pelaku kemudian menyalakan api menggunakan korek, yang langsung membakar korban beserta kendaraan. Api dengan cepat membesar dan menyebabkan luka serius pada korban.

Redaksi Energi Juang News

Preman Palak Ojol di Bogor Dipukuli Warga

Preman Palak Ojol di Bogor Dipukuli Warga

Energi Juang News, Jakarta- Keributan terjadi di sekitar kawasan stasiun pada Minggu malam, 26 April 2026. Seorang pria menjadi sasaran amukan warga setelah aksinya memicu kemarahan di lokasi.

Peristiwa itu terekam video dan cepat menyebar di media sosial. Dalam rekaman, sejumlah orang terlihat memukuli pria tersebut, sementara petugas keamanan berusaha melerai namun situasi sulit dikendalikan.

Kronologi Kejadian di Sekitar Stasiun

Insiden bermula di jalur pedestrian Jalan Kapten Muslihat, tepat di depan Stasiun Bogor. Menurut Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo, pria tersebut diduga lebih dulu terlibat keributan dengan seorang pengamen.

Setelah situasi memanas, pria itu melarikan diri ke arah Jalan Mayor Oking. Namun, warga yang tersulut emosi mengejar dan kembali menghajarnya di lokasi tersebut.

Petugas keamanan dalam (PKD) sempat turun tangan untuk mencegah keributan meluas hingga ke area stasiun. Setelah dilerai, kedua pihak akhirnya membubarkan diri ke arah berbeda.

Diduga Palak Ojol dan Pengamen

Polisi mengungkapkan, pria yang menjadi korban pengeroyokan diduga melakukan pemalakan terhadap pengamen dan pengemudi ojek online.

“Informasi dari ojek sekitar, yang bersangkutan memalak pengamen. Namun tidak diberi uang,” ujar Waluyo.

Karena kesal, pria itu kemudian mengambil gitar milik pengamen dan membantingnya. Tindakan tersebut memicu keributan yang berujung pada aksi kekerasan oleh warga.

Polisi Selidiki Kasus

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya kini mengumpulkan keterangan saksi untuk mendalami kasus ini.

Polisi juga berkoordinasi dengan Satgas Inspeksi Gabungan Anti Pungli (SIGAP) Kota Bogor guna memperluas penyelidikan.

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan korban. Saat ini korban telah mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun belum bersedia membuat laporan resmi.

Redaksi Energi Juang News

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 3 Warga Sipil

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 3 Warga Sipil

Energi Juang News, Israel- Serangan Israel di Gaza kembali memakan korban jiwa di tengah situasi yang belum benar-benar stabil. Insiden terbaru dilaporkan menewaskan tiga warga sipil dalam dua peristiwa terpisah. Ketegangan tetap berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu.

Serangan Drone dan Penembakan Terpisah

Badan Pertahanan Sipil di Gaza melaporkan dua pria tewas setelah sebuah drone milik Israel menembakkan rudal ke arah sekelompok warga sipil. Serangan itu terjadi di dekat bundaran Kuwait, kawasan Zeitun, Kota Gaza.

Rumah sakit Al-Shifa mengonfirmasi telah menerima dua jenazah korban dari lokasi tersebut. Selain korban tewas, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Dalam kejadian berbeda di Khan Yunis, seorang wanita dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit Nasser.

Respons Militer Israel

Pihak militer Israel menyatakan belum mengetahui insiden penembakan yang menewaskan seorang wanita di Khan Yunis. Mereka juga menyebut tengah menyelidiki laporan terkait dua korban pria dalam serangan drone.

Konflik yang melibatkan Israel dan Hamas masih diwarnai saling tuding pelanggaran gencatan senjata. Kedua pihak kerap menyalahkan satu sama lain atas kekerasan yang terus terjadi.

Gencatan Senjata Belum Hentikan Kekerasan

Gencatan senjata yang dimulai sejak Oktober lalu memang meredakan perang besar yang pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Namun, kekerasan sporadis masih terjadi hampir setiap hari.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 811 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Data ini dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di sisi lain, militer Israel melaporkan lima tentaranya tewas dalam periode yang sama.

Laporan dari AFP menyebutkan keterbatasan akses media di Gaza membuat verifikasi independen terhadap jumlah korban menjadi sulit dilakukan.

Redaksi Energi Juang News