Rabu, Mei 27, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 54

China Sambut Baik Gencatan Senjata Lebanon-Israel

Energi Juang News, Beijing- Pemerintah China menyambut baik gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Capaian itu terwujud di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

“China menyambut baik semua upaya yang kondusif untuk mengakhiri konflik. Kami berharap semua pihak akan mempertahankan momentum gencatan senjata dan negosiasi serta menyelesaikan perselisihan melalui cara politik dan diplomatik, yang merupakan hal yang bertanggung jawab untuk dilakukan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (17/4).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk memulai gencatan senjata 10 hari pada Kamis (16/4) pukul 21:00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 04.00 WIB.

Trump juga mengatakan akan mengundang kedua pemimpin untuk mengunjungi Washington dan mengadakan pembicaraan yang lebih mendalam.

“Situasi di Timur Tengah telah menyebabkan krisis pasokan bahan bakar global, karena perang yang seharusnya tidak terjadi,” tambah Guo Jiakun.
Meski begitu, hingga saat itu China, menurut Guo Jiakun, belum mengirimkan bantuan ke negara-negara tertentu yang mengalami krisis energi karena terhambatnya pasokan bahan bakar.

“Prioritas utama sekarang adalah mencegah dengan segala cara terjadinya kembali pertempuran dan mencegah kekacauan lebih lanjut yang dapat lebih merusak keamanan energi global,” ungkap Guo Jiakun.

Guo Jiakun meneybut China siap untuk menjaga komunikasi dengan semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan energi global.

Selain itu, pada Jumat (17/3), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz akan dibuka secara penuh selama gencatan senjata berlangsung.

“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” kata Araghchi melalui media sosial X.

Menlu Iran mengatakan bahwa jalur perkapalan yang dibuka adalah sesuai koordinasi sebagaimana diumumkan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Republik Islam Iran.

Merespons pengumuman Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi atas keputusan Teheran tersebut.

“Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Iran terbuka sepenuhnya dai siap untuk lalu lintas penuh. Terima kasih!” kata Trump dalam kirimannya di platform Truth Social dengan menyebut Selat Hormuz sebagai “Selat Iran”.

Tetapi, selang beberapa saat, Presiden Trump menyampaikan lagi di Truth Social bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan blokadenya terhadap pelabuhan Iran hingga negosiasi dengan negara tersebut selesai sepenuhnya.

Pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, kedua negara sempat melakukan negosiasi putaran pertama pada Sabtu (11/4) di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, pada Minggu pagi (12/4), Wakil Presiden AS J. D. Vance, selaku ketua delegasi AS, menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS kembali tanpa hasil.

Menyusul kegagalan negosiasi awal, Trump mengerahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia.

Redaksi Energi Juang News

Manusia Boleh Berencana, Saldo yang Menentukan

Penceng dan janda muda kaya
Penceng dan janda muda kaya

Energi Juang News, Nganjuk- Manusia boleh berencana, saldo yang menentukan. Kalimat ini bukan sekadar quote bijak yang biasa dipajang di status WhatsApp jam 2 pagi, tapi sudah naik level jadi hukum alam dalam percintaan modern—termasuk dalam kisah legendaris Penceng,29 dan Peni,26.

Kalau Newton dulu sibuk dengan gravitasi, Penceng sibuk dengan realita: “Kenapa yang jatuh bukan apel, tapi harga diri?”

Penceng adalah pria sederhana. Sederhana sekali. Bahkan dompetnya pun ikut sederhana alias tipis. Sementara Peni adalah wanita dengan selera hidup yang… ya, tidak sederhana.

Pertemuan mereka terjadi di momen sakral, membantu Peni yang menjadi korban kecelakaan motor.

Dari situlah cinta tumbuh sejak Penceng nganter Peni terapi kaki yang keseleo akibat kecelakaan. Dari chat yang awalnya “makasih bantuanya” dan dibalas “udah makan belum?”sok perhatian Penceng yang belum punya uang tapi punya harapan.

Saat baru jadian Penceng pernah berkata dengan penuh keyakinan: “Aku bakal bahagiain kamu, Pen.”

Masalahnya, semesta menjawab dengan cara yang cukup kejam: saldo rekening Penceng sering tiarap apalagi kurs dolar makin menggila akibat perang Iran Israel-AS, hanya cukup untuk bahagia sendiri… itupun kalau harus hemat.

Lama kelamaan Peni mulai bosan dengan gombalan Penceng,terlihat dari Peni sering update story:

  • “Healing butuh biaya, bukan sekadar cinta.”
  • “Capek jadi kuat, pengen jadi cukup.”

Dan Penceng yang penghasilannya pas pasan, masih kuat kerja keras, tapi gaji yang diterima tidak cukup.

Dalam setiap kegalauan Peni tiba tiba muncul, laki laki dengan kondisi dompet yang berbeda.

Peno,27 ini hadir tanpa perlu usaha berlebihan dan tidak perlu gombal apek model Penceng. Tidak perlu janji masa depan, karena masa depannya sudah kelihatan dari saldo dashboard mobile banking.

Peni yang awalnya berkata “aku nggak butuh yang kaya”. Tapi karena usaha Peno yang gigih,perlahan Peni mengedit prinsipnya jadi:“Aku nggak butuh yang terlalu kaya… asal cukup banget.”

Penceng mulai merasakan ada yang berubah,iapun memberanikan diri bertanya:

“Pen, kamu berubah ya?” Peni menjawab lembut:

“Aku nggak berubah, Ceng… cuma realistis.”

Terperanjat dengan jawaban Peni yang lembut namun menohok,i situlah Penceng sadar, dia bukan kalah saing tapi dia kalah saldo.

Pilihan di depan mata:

  • Penceng: penuh cinta, minus dana
  • Mas Saldo: minim drama, maksimal transferan

Dan Peni memilih stabilitas. Yang ada hanya satu chat “Ceng, makasih ya selama ini.”

Kalimat paling sopan untuk mengakhiri segalanya.

Penceng membaca sambil tersenyum. Senyum yang dipaksakan, seperti saldo yang dipaksakan cukup sampai akhir bulan.

Bukan berarti cinta tidak penting. Tapi di dunia yang harga kopi saja bisa bikin mikir dua kali, realita sering lebih keras dari janji.

Penceng kini tidak lagi mengejar cinta. Ia mengejar sesuatu yang lebih realistis: kestabilan finansial.

Redaksi Energi Juang News

 

LANY dan Gelombang Pop Emosional yang Menyentuh Generasi Muda

LANY
LANY

Energi Juang News,Jakarta- Di tengah derasnya arus musik digital yang serba cepat, ada satu kelompok yang justru memilih jalur berbeda: menyampaikan emosi secara jujur, sederhana, dan terasa dekat. Musik mereka seperti catatan harian—tentang jatuh cinta, kehilangan, dan harapan—yang diam-diam relevan bagi banyak orang. Tak heran jika karya mereka sering menjadi soundtrack kehidupan generasi muda masa kini.

LANY adalah grup musik pop asal Los Angeles yang terbentuk pada tahun 2014. Nama “LANY” sendiri merupakan akronim dari Los Angeles dan New York—dua kota besar yang melambangkan mimpi mereka untuk dikenal luas di industri musik Amerika.

Band ini awalnya terdiri dari tiga personel: Paul Klein (vokal), Jake Goss (drum), dan Les Priest (keyboard/gitar). Meski kini tinggal duo setelah Les Priest keluar pada 2021, identitas musikal mereka tetap kuat dan konsisten.

Keunikan LANY terletak pada perpaduan genre yang mereka usung: mulai dari alternative rock, indie pop, hingga dream pop yang dibalut sentuhan elektronik modern. Hasilnya? Musik yang terdengar ringan, tetapi menyimpan kedalaman emosional.

Perjalanan LANY dimulai dari platform digital, khususnya SoundCloud. Lagu mereka, ILYSB (I Love You So Bad), menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Dengan melodi lembut dan lirik romantis, lagu ini langsung menarik perhatian pendengar global.

Kesuksesan tersebut membuka jalan bagi mereka untuk merilis album debut bertajuk LANY pada 2017. Album ini memperkuat identitas mereka sebagai band pop yang fokus pada emosi personal.

Tidak berhenti di situ, LANY melanjutkan perjalanan dengan album Malibu Nights (2018), yang sering dianggap sebagai karya paling emosional mereka. Album ini lahir dari pengalaman patah hati Paul Klein, sehingga terasa sangat jujur dan relatable.

Kemudian hadir gg bb xx (2021), yang lebih ringan namun tetap mempertahankan ciri khas mereka. Terbaru, mereka merilis A Beautiful Blur, menandai fase baru sebagai duo dengan eksplorasi sound yang lebih matang.

Salah satu alasan mengapa LANY begitu dicintai adalah kemampuannya meramu kesedihan menjadi sesuatu yang indah. Vokal khas Paul Klein—yang terdengar rapuh namun hangat—berpadu dengan aransemen elektronik yang minimalis.

Tema lagu mereka hampir selalu berkisar pada:

  • Cinta yang tidak sempurna
  • Patah hati yang jujur
  • Harapan yang masih tersisa

Menariknya, meski liriknya cenderung melankolis, musik LANY tetap mudah dinikmati. Ada keseimbangan antara kesedihan dan kenyamanan—seperti mendengarkan cerita lama yang masih terasa hangat.

Kepergian Les Priest pada 2021 sempat membuat penggemar bertanya-tanya: apakah LANY akan berubah drastis?

Jawabannya: iya, tapi ke arah yang lebih fokus.

Sebagai duo, Paul dan Jake justru terdengar lebih solid. Album A Beautiful Blur menunjukkan eksplorasi sound yang lebih luas, tanpa kehilangan identitas emosional mereka. Ini membuktikan bahwa LANY bukan sekadar band pop biasa, melainkan proyek musikal yang terus berkembang.

LANY bukan hanya populer di Amerika. Mereka memiliki basis penggemar yang sangat kuat di Asia, termasuk Indonesia. Lagu-lagu mereka sering viral di media sosial, digunakan dalam konten romantis, hingga menjadi lagu favorit saat galau.

Fenomena ini menunjukkan bahwa musik emosional masih memiliki tempat besar di era digital. Bahkan, justru semakin relevan di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan.

Kabar besar datang untuk penggemar di Indonesia. LANY dijadwalkan menggelar konser tunggal di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Oktober 2026.

Konser ini merupakan bagian dari tur dunia bertajuk The Soft World Tour, yang mencakup 16 kota di Asia dan Australia. Antusiasme penggemar Indonesia langsung terasa begitu pengumuman resmi dirilis.

Promotor TEM Presents menyampaikan bahwa:

  • Presale tiket dibuka pada 13 April 2026
  • Fans harus registrasi di situs resmi untuk mendapatkan kode akses
  • Penjualan umum dimulai 14 April 2026

Kategori tiket yang tersedia pun beragam:

  • Festival (berdiri)
  • Seating (duduk)
  • Restricted view
  • VIP dengan benefit eksklusif

Konser ini diprediksi akan menjadi salah satu pertunjukan musik internasional paling dinanti di Indonesia tahun 2026.

Di era di mana banyak musik dibuat untuk viral cepat, LANY justru menawarkan sesuatu yang lebih “abadi”: kejujuran emosi.

Mereka tidak mencoba menjadi rumit. Justru kesederhanaan itulah yang membuat lagu-lagu mereka terasa personal. Banyak pendengar merasa seperti “dimengerti” ketika mendengarkan LANY.

Bagi generasi muda yang sadar budaya, LANY bukan sekadar band pop. Mereka adalah representasi dari:

  • Kerentanan yang diterima
  • Emosi yang tidak disembunyikan
  • Cinta yang tidak selalu sempurna
  •  

Perjalanan LANY dari SoundCloud hingga panggung dunia adalah bukti bahwa kejujuran dalam bermusik masih memiliki kekuatan besar. Dengan gaya yang konsisten namun terus berkembang, mereka berhasil menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan—bukan sekadar mendengar.

Konser di Jakarta nanti bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga momen emosional kolektif bagi ribuan penggemar. Sebuah malam di mana lagu-lagu tentang cinta dan kehilangan akan dinyanyikan bersama, seolah menjadi terapi bersama.

Redaksi Energi Juang News

Inter Milan Raih Kemenangan 3-0 Atas Cagliari

Energi Juang News, Jakarta – Inter Milan meraih kemenangan  3-0 atas Cagliari dalam lanjutan giornata ke-33 Liga Italia 2025/26 di Stadion Giuseppe Meazza pada Sabtu dini hari WIB.

Gol Nerazzurri masing-masing dicetak oleh Marcus Thuram, Nicolo Barella, dan Piotr Zielinski.

Jauhi Kejaran Napoli

Hasil ini membuat Inter semakin kokoh di puncak klasemen dengan 78 poin, unggul 12 poin dari Napoli di urutan dua.

Sementara Cagliari masih tertahan di posisi ke-16 dengan 33 poin, demikian yang dilansir laman resmi Serie A.

Buntu di Babak Pertama

Inter tampil dominan sejak awal pertandingan dengan mencatatkan 15 tembakan, empat di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Cagliari hanya mampu membalas dengan enam percobaan.

Meski begitu Inter kesulitan menembus rapatnya pertahanan tim tamu sepanjang babak pertama. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Pesta Gol Babak Kedua

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-52. Marcus Thuram membuka keunggulan Inter lewat gol tap-in setelah memanfaatkan umpan tarik Federico Dimarco, membuat tuan rumah unggul 1-0. Hanya berselang empat menit, Inter menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Nicolo Barella mencetak gol spektakuler melalui tembakan keras dari luar kotak penalti setelah menyambar bola muntah.

Inter memastikan kemenangan telak di masa injury time lewat gol Zielinski. Gelandang asal Polandia itu mencetak gol melalui tembakan jarak jauh yang tak mampu dibendung kiper Cagliari.

Tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Inter Milan.

Redaksi Energi Juang News

Ekspor Durian Beku ke China Tembus Rp377,5 Miliar

Energi Juang News, Jakarta- Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengungkapkan ekspor durian beku Indonesia ke China sejak awal tahun ini mencapai 4.077 ton dengan nilai mencapai Rp377,5 miliar.

“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi kita semua. Sampai hari ini, sudah 151 kontainer diberangkatkan ke China,” kata Kepala Barantin Sahat M. Panggabean saat menghadiri pelepasan ekspor durian beku di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (16/4).

Akses langsung durian beku Indonesia ke pasar China resmi terbuka setelah tercapainya kesepakatan protokol ekspor sebagai salah satu bentuk kerja sama ekonomi kedua negara yang dicapai dalam kunjungan Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta pada Mei tahun lalu. Ekspor perdana kemudian dilakukan pada Desember 2025 dan berlanjut hingga saat ini. Terbaru, Barantin melepas total 459 ton durian beku asal Sulawesi Tengah pada Kamis.

Kerja sama ini dinilai menguntungkan petani lokal karena memangkas waktu logistik. Sebelumnya, dibutuhkan waktu 56 hari untuk sampai ke China, tetapi kini, hanya diperlukan waktu 22 hingga 26 hari. Dengan demikian, hal ini akan menguntungkan arus kas petani dan memangkas beberapa biaya lainnya.

Dengan konsumsi domestik yang besar, Barantin menargetkan Indonesia dapat mengambil 5 hingga 10 persen dari pangsa pasar durian China. Jika target itu tercapai, Indonesia berpotensi meraup tambahan devisa sekitar Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.

Selain memangkas biaya logistik, Kepala Badan Karantina Sulawesi Tengah Alfian mengatakan ekspor durian ke China menawarkan peluang keuntungan besar bagi petani karena harganya cenderung lima hingga tujuh kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri.

Saat ini, sudah terdapat delapan rumah pengemasan durian beku yang telah mengantongi izin ekspor dari otoritas China, dengan tujuh di antaranya berada di Sulawesi Tengah. Wilayah ini memang sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil durian di Indonesia dengan potensi produksi hingga 95.140 ton pada tahun lalu. Beberapa durian lokal, seperti jenis bawor, super tembaga, dan namlung, disebut memiliki rasa manis dan aroma kuat yang disukai konsumen China.

 

Redaksi Energi Juang News

Pare, Pahit Tapi Kaya Nutrisi

Energi Juang News, Jakarta – Pare, dikenal sebagai sayuran yang memiliki rasa pahit. Karena itu, pare kerap tidak disukai sebagian orang.

Padahal terdapat sumber nutrisi yang kaya dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan.

Kendalikan Gula Darah

Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (17/4) waktu setempat, ahli gastroenterologi dan hepatologi di Fortis Hospital, Vasant Kunj, Delhi, Dr. Shubham Vatsya mengatakan pare mengandung banyak mikronutrien penting.

Bahkan karena rasanya pahit, pare sering dikaitkan sebagai makanan yang baik untuk penderita diabetes.

“Sayuran ini sangat bermanfaat bagi kesehatan metabolik. Pare mengandung senyawa seperti charantin dan polipeptida-p yang mengatur kadar glukosa darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengontrol lonjakan gula,” tutur Vatsya.

Kaya Antioksidan

Manfaat pare tidak hanya terbatas bagi penderita diabetes, karena juga terdapat kandungan mikronutriennya memberikan keuntungan bagi orang sehat.

Vatsya mengatakan Pare juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, sehingga membantu mengurangi peradangan kronis dan stres oksidatif.

“Pare kaya akan vitamin C, serat, dan mikronutrien yang mendukung pergerakan usus, fungsi hati, serta pencernaan. Konsumsi rutin juga dapat membantu memperbaiki profil lipid dan kadar kolesterol,” kata dia.

Batas Aman Konsumsi

Meskipun memiliki banyak manfaat, konsumsi pare tidak boleh berlebihan atau terus-menerus seperti dalam bentuk jus.

Dr. Vatsya menambahkan penting untuk diingat bahwa konsumsi jus pare secara berlebihan atau tanpa kontrol tidak baik bagi kesehatan.

“Cara terbaik adalah menjadikannya bagian dari pola makan seimbang; dimasak ringan atau dikonsumsi sebagai jus dalam porsi terkontrol,” imbuh dia.

Redaksi Energi Juang News

Pemasaran Produk AMDK Dikecam, Mengapa?

Energi Juang News, Jakarta- Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam praktik pemasaran produk air minum dalam kemasan (AMDK). Kecaman itu muncul setelah pemasaran AMDK menampilkan foto anak di bawah lima tahun (balita).

Hal itu dinilai melanggar aturan pengawasan iklan pangan dan mengabaikan prinsip perlindungan anak demi keuntungan.

Ketua BPKN Mufti Mubarok menyebutkan penggunaan visual balita pada produk pangan umum secara tegas dilarang dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2021 Pasal 14 huruf bb.

“Aturan ini melarang iklan pangan olahan menampilkan anak di bawah lima tahun, kecuali produk tersebut memang khusus untuk balita. AMDK adalah pangan umum, bukan produk khusus bayi,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Penggunaan gambar bayi, menurut dia berpotensi menyesatkan konsumen karena menciptakan persepsi keliru seolah air tersebut diformulasikan khusus untuk bayi, padahal tidak ada dasar ilmiahnya.

“Jika menimbulkan kesan diperuntukkan bagi bayi tanpa izin khusus, itu bertentangan dengan ketentuan pelabelan dan melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” ujarnya.
Terkait hal itu, Mufti menyatakan BPKN siap menindaklanjuti laporan masyarakat dan merekomendasikan sanksi ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengingatkan keterlibatan anak dalam iklan tidak boleh bersifat eksploitatif.

“Kepentingan terbaik anak harus menjadi pertimbangan utama, bukan dimanfaatkan untuk memengaruhi keputusan pembelian secara tidak proporsional,” ujarnya.

Sementara, pakar komunikasi Burhanuddin Abe menilai strategi perusahaan AMDK tersebut sebagai bentuk eksploitasi simbolik, citra bayi sengaja dipilih karena daya tarik emosionalnya yang kuat.

“Konsumen bisa menangkap pesan implisit bahwa produk ini punya keunggulan khusus untuk anak. Ini manipulasi emosional,” katanya.

Langkah produsen air minum tersebut, lanjutnya, bisa dinilai sebagai taktik menghalalkan segala cara demi mendongkrak penjualan.

Perusahaan tampak sadar memanfaatkan celah emosional masyarakat Indonesia yang sangat peduli pada kesehatan bayi, demi membangun persepsi positif tanpa dasar ilmiah.

Praktik manipulatif tersebut, lanjutnya, seolah mengulang produk susu kental manis (SKM) yang dulu menggunakan visual anak sehat hingga akhirnya dilarang BPOM karena tingginya kandungan gula dan kini, pola serupa terjadi di industri AMDK.

Redaksi Energi Juang News

Menteri Kebudayaan Tegaskan Pentingnya Percepatan Restorasi Candi

Energi Juang News, Jakarta- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan pentingnya percepatan restorasi bangunan candi. Dan itu melibatkan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan pariwisata budaya, sejarah, dan religi.

“Strategi diperlukan secara proaktif mencari dukungan dari berbagai pihak, yakni pemerintah pusat, daerah, dan swasta, untuk mendanai pemugaran lebih lanjut,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Candi Sewu dan Keraton Ratu Boko, Yogyakarta pada Jumat (17/4), Menbud menyebutkan bahwa candi memiliki potensi besar dan perlu percepatan proses restorasi.

Menurut dia, komitmen ini diambil karena restorasi tidak hanya berkaitan dengan pelestarian, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi serta menjadikan kompleks candi lebih utuh dalam beberapa tahun ke depan.

Ia menjelaskan, keberadaan kompleks Candi Sewu sejak masa lalu tercatat dalam Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 M.

Kompleks candi ini terdiri atas satu candi induk, 8 candi apit, dan 240 candi perwara.
Lebih lanjut Menbud mengungkapkan bahwa Keraton Ratu Boko merupakan aset cagar budaya nasional seluas sekitar 16 hektar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Situs ini merupakan salah satu aset Kementerian Kebudayaan dan menegaskan posisinya sebagai simpul warisan sekaligus pariwisata.

Menbud menyebut daya tarik Keraton Ratu Boko mencakup arsitektur gerbang, petirtaan, pendopo–pringgitan, serta kombinasi otentik antara struktur Hindu–Buddha.

Berdasarkan prasasti yang ditemukan, situs ini dibangun pada abad ke-8 Masehi, dengan lanskap yang masih sangat asli.
Ia menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mengupayakan penguatan pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan kebudayaan nasional yang berkelanjutan.

“Kita berharap semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke Keraton Ratu Boko ini.
Karena di sini kita bisa menikmati satu perjalanan semacam ‘time travel’ ke masa lalu dengan peninggalan-peninggalan nenek moyang kita yang luar biasa,” ucap Menteri Fadli.

Redaksi Energi Juang News

Dorong Pinjol Sokong MBG, Independensi OJK Tergerus?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menjadi sorotan publik setelah mendorong industri fintech lending alias pinjaman online (pinjol) untuk turut menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini memantik pertanyaan mendasar: apakah OJK masih berdiri sebagai regulator independen, atau telah bertransformasi menjadi perpanjangan tangan pemerintah?

Secara normatif, posisi OJK telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 dan diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Dalam kerangka hukum tersebut, OJK ditempatkan sebagai lembaga independen yang berada di luar struktur pemerintah, dengan mandat utama mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi politik jangka pendek.

Namun, dorongan agar industri pinjol berperan dalam mendukung program pemerintah berpotensi menciptakan regulatory capture—sebuah konsep dalam ilmu ekonomi politik yang merujuk pada kondisi ketika regulator justru melayani kepentingan pihak tertentu, termasuk pemerintah, alih-alih kepentingan publik luas. Teori ini diperkenalkan oleh ekonom George Stigler, yang menegaskan bahwa lembaga pengawas rentan dipengaruhi oleh kekuatan politik maupun ekonomi yang dominan.

Dalam konteks ini, keterlibatan OJK dalam mendorong pembiayaan program MBG melalui pinjol dapat dilihat sebagai bentuk penyimpangan fungsi. Industri fintech lending pada dasarnya merupakan sektor bisnis berbasis risiko tinggi, dengan karakteristik bunga relatif besar dan potensi gagal bayar yang signifikan. Mengaitkan sektor ini dengan program sosial negara berisiko memperlemah prinsip kehati-hatian (prudential principle) yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sistem keuangan.

Lebih jauh, pendekatan ini juga berpotensi menimbulkan moral hazard. Dalam teori ekonomi, seperti dijelaskan oleh Joseph Stiglitz, moral hazard muncul ketika suatu pihak terdorong mengambil risiko lebih besar karena merasa ada jaminan atau dukungan implisit dari pihak lain—dalam hal ini negara. Jika pinjol diarahkan untuk mendukung program pemerintah, bukan tidak mungkin pelaku industri akan mengendurkan standar penilaian kredit karena adanya persepsi perlindungan politik.

Selain itu, kebijakan ini mencerminkan kecenderungan state corporatism, di mana negara dan sektor bisnis berkolaborasi dalam kerangka yang tidak sepenuhnya transparan dan akuntabel. Dalam jangka panjang, praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi keuangan dan memperlemah tata kelola (governance) sektor jasa keuangan itu sendiri.

OJK seharusnya menjaga jarak yang tegas dari kepentingan program pemerintah, bukan karena menolak pembangunan, melainkan demi menjaga integritas sistem keuangan nasional. Peran regulator adalah memastikan stabilitas, melindungi konsumen, dan menciptakan iklim usaha yang sehat—bukan menjadi instrumen pelaksanaan kebijakan fiskal atau program populis.

Dalam perspektif good governance, independensi regulator merupakan salah satu pilar utama. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menekankan bahwa lembaga pengawas harus bebas dari tekanan politik agar dapat menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan kredibel. Ketika independensi ini terkikis, maka risiko penyalahgunaan kewenangan dan distorsi kebijakan menjadi semakin besar.

Oleh karena itu, langkah OJK mendorong pinjol untuk menyokong program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih patut dikritisi secara serius. Jika dibiarkan, hal ini bukan hanya akan merusak kredibilitas OJK, tetapi juga membuka jalan bagi intervensi politik yang lebih luas dalam sektor keuangan.

Pada akhirnya, menjaga independensi OJK bukan sekadar soal kepatuhan terhadap undang-undang, melainkan soal menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi nasional. Tanpa independensi, regulator berisiko kehilangan legitimasi—dan ketika itu terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi lembaga, tetapi juga masa depan sistem keuangan Indonesia.

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

 

Redaksi Energi Juang News

Kasus Kekerasan Seksual di FHUI: Superioritas dan Urgensi Reformasi Pendidikan

KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA: SUPERIORITAS, IMPUNITAS, DAN URGENSI REFORMASI BUDAYA PENDIDIKAN

Energi Juang News, Jakarta – Rabiah Putri Ketua Direktorat Jenderal Perlindungan Anak dan Perempuan (Dirjen PAP) Pemuda Parlemen Indonesia (PPI) merespons kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan untuk mendorong perubahan struktural yang nyata dalam ekosistem pendidikan dan perlindungan perempuan di Indonesia.

Fenomena Gunung Es

Kasus FH UI dinilai bukan anomali, melainkan cerminan dari realitas yang selama ini tersembunyi di balik institusi pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman. Berdasarkan data nasional dari Komnas Perempuan, SIMFONI PPA, dan KPAI, tercatat 376.529 kasus kekerasan berbasis gender pada tahun 2025. Kekerasan seksual di ranah publik, termasuk lingkungan pendidikan tinggi, mengalami peningkatan signifikan, dengan pelaku yang berasal dari berbagai unsur seperti mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang kerap memanfaatkan relasi kuasa.

Selain itu, tingkat pelaporan kasus diperkirakan hanya 1 dari 10 kasus yang dilaporkan, mencerminkan fenomena gunung es. Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) juga meningkat tajam, termasuk percakapan vulgar digital yang masuk kategori pelanggaran menurut UU TPKS. Tingginya angka ini menunjukkan bukan semata peningkatan kejadian, tetapi juga meningkatnya keberanian korban untuk bersuara, meskipun masih banyak kasus yang terkubur karena ketakutan terhadap kekuasaan yang melindungi pelaku.

Kultur Superioritas

Dirjen PAP PPI menilai bahwa akar persoalan dalam kasus ini terletak pada kultur superioritas dan budaya impunitas. Kultur superioritas maskulin yang belum terurai mendorong pelaku merasa berhak mengobjektifikasi perempuan, baik secara verbal maupun digital. Bahkan, tindakan seperti menyebarkan percakapan bernuansa seksual dan objektifikasi perempuan kerap dianggap sebagai hal yang wajar dan menjadi simbol maskulinitas.

“Isi percakapan yang dinilai bermasalah mengandung candaan vulgar, komentar bernuansa seksual, hingga objektifikasi tubuh perempuan bukan hanya candaan biasa. Ini merupakan manifestasi dari sistem kepercayaan yang merendahkan kemanusiaan perempuan.”

Selain itu, jabatan organisasi disebut kerap menjadi tameng impunitas. Para terduga pelaku diketahui merupakan mahasiswa aktif yang memegang posisi penting dalam organisasi kemahasiswaan. Kondisi ini memperlihatkan adanya pola di mana status sosial dan jabatan digunakan sebagai perlindungan informal terhadap pelaku, sementara hak dan martabat korban sering diabaikan.

Dalam perspektif hukum, Dirjen PAP menegaskan bahwa negara telah memiliki landasan kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Pasal 5 mengatur pelecehan seksual non-fisik, Pasal 14 mengatur kekerasan seksual berbasis elektronik, serta Pasal 30 menegaskan kewajiban institusi pendidikan dalam pencegahan, penanganan, dan pemulihan kasus. Sementara itu, Pasal 44 hingga 48 menjamin hak korban atas perlindungan, pemulihan, dan pendampingan hukum.

Dirjen PAP juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Fakultas Hukum UI yang dinilai telah menunjukkan transparansi dalam penanganan kasus.

“Kenyataan pahit yang selama ini kita dipaksa telan adalah: institusi kita kerap membantu melindungi pelaku dengan tameng nama baik. Ketika FH UI memilih jalur sebaliknya, itu adalah preseden yang harus menjadi standar nasional.”

Sebagai tindak lanjut, Saripudin sebagai Direktur Eksekutif Pemuda Parlemen Indonesia mendorong agar proses investigasi dilakukan secara independen, transparan, dan berperspektif korban, serta seluruh terduga pelaku dinonaktifkan selama proses berlangsung. Selain itu, korban harus mendapatkan perlindungan penuh, hasil investigasi dipublikasikan dengan menjaga kerahasiaan identitas, dan pelaku yang terbukti bersalah diberikan sanksi tegas hingga dikeluarkan dari kampus.

Reformasi Sistem Pendidikan

Dirjen PAP menekankan urgensi reformasi sistem pendidikan berbasis nilai dan empati. Sistem pendidikan dinilai masih berfokus pada pengetahuan tanpa membangun kesadaran moral dan kemanusiaan. Oleh karena itu, direkomendasikan integrasi pendidikan relasi sehat sejak dini, pembentukan Satgas TPKS yang efektif di perguruan tinggi, penegakan sanksi berbasis UU TPKS, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman. Dirjen PAP menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik bagi seluruh ekosistem pendidikan dan hukum di Indonesia.

Pemuda Parlemen Indonesia menyatakan bahwa kekerasan seksual dalam bentuk apa pun merupakan tindak pidana, dan tidak ada alasan bagi jabatan, status sosial, atau nama baik institusi untuk menghambat proses keadilan. Transparansi dalam penanganan kasus adalah bentuk tanggung jawab moral dan hukum, bukan ancaman terhadap reputasi. Reformasi pendidikan berbasis nilai dan empati juga harus segera diimplementasikan secara sistemik.

“Perempuan bukan objek. Perempuan adalah manusia seutuhnya dengan martabat, hak, dan suara. Setiap institusi yang tidak mampu menjamin keamanan perempuan di dalamnya adalah institusi yang telah gagal menjalankan fungsi dasarnya.”

Redaksi Energi Juang News