Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 703

Aliansi Pendidikan Baik’ Tolak UN Sebagai Penentu Kelulusan Murid

‘Gerak News, Jakarta- Aliansi Pendidikan Baik mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempertimbangkan kembali keberadaan Ujian Nasional (UN) sebagai ujian terstandar yang menentukan kelulusan murid dan seleksi penerimaan peserta didik baru.

Juru bicara Aliansi Pendidikan Baik, Irma Nugraha, menekankan bahwa UN tidak adil dalam mengukur kemampuan murid dalam waktu singkat dan mengabaikan pengamatan serta asesmen yang dilakukan selama proses pembelajaran.

“Ujian Nasional tidak dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan murid, karena hanya menilai mereka dalam waktu yang sangat terbatas,” kata Irma.

Aliansi ini berargumen bahwa ujian nasional cenderung membuat fokus pembelajaran di sekolah hanya terarah pada pencapaian hasil ujian, tanpa memberikan penghargaan yang layak terhadap profesi guru dan satuan pendidikan yang memiliki kompetensi serta otonomi profesional dalam melakukan evaluasi pembelajaran peserta didik.

Mereka menegaskan bahwa penguasaan kompetensi dan penguatan karakter peserta didik jauh lebih penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Selain itu, penerapan UN juga dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yang menyatakan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik harus dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan.

Aliansi Pendidikan Baik mengusulkan agar Kemendikdasmen menyempurnakan konsep dan implementasi asesmen nasional serta rapor pendidikan yang telah ada, dengan fokus pada seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Irma menyatakan pentingnya melibatkan semua pihak terkait, termasuk peserta didik, pendidik, dan orang tua, dalam kajian terbuka dan inklusif terkait penerapan kembali UN.

Sebagai langkah nyata untuk menyuarakan aspirasi mereka, Aliansi Pendidikan Baik telah meluncurkan petisi di situs www.change.org dengan judul “Tolak Ujian Nasional, Wujudkan Pendidikan Baik”, yang telah mengumpulkan lebih dari 1.000 tanda tangan hingga Senin (4/11).

“Banyak pihak menolak pengkajian yang mungkin mengarah pada penerapan kembali UN setelah dihentikan sejak 2021. Terlebih lagi, DPR melalui Komisi X menyatakan keterbukaan untuk mempertimbangkan isu ini,” tambah Irma.

Redaksi Gerak News

Dilaporkan Eks Rekan Bisnis, Chikita Meidy Datangi Polda Metro Jaya

Gerak News, Jakarta- Chikita Meidy memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik Polda Metro Jaya atas laporan dugaan pencemaran nama baik dari eks rekan bisnisnya, Shilda Oktavia. Namun, bukan berarti ia datang dengan sukarela.

“Sangat terganggu dong. Ini karena memang ada undangannya aja, jadi ya langsung deh,” ungkap Chikita Meidy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Chikita Meidy masih sibuk bekerja. Keharusan memenuhi panggilan penyidik mengganggu produktivitasnya.

“Aku kan lagi live streaming terus,” kata Chikita Meidy.

Chikita Meidy, yang sempat mengajak eks rekan bisnisnya untuk menyelesaikan masalah lewat upaya mediasi, kini memilih untuk tidak lagi mengedepankan perdamaian.

“Nggak ada jalan tengah,” tutur Chikita Meidy.

Chikita Meidy dan tim kuasa hukum tengah menyusun rencana pelaporan balik terhadap sang eks rekan bisnis, atas tuduhan yang menurut mereka tidak berdasar.

“Itu masih proses pengkajian,” jelas tim kuasa hukum Chikita Meidy, Adam Barkah Setiadi.

Detail rencana pelaporan sendiri baru akan disampaikan Chikita Meidy dan tim kuasa hukum setelah semuanya tersusun dengan baik.

“Nanti ya. Aku akan kabari selanjutnya di sesi berikutnya. Boleh izinkan saya pulang? Cukup ya,” ucap Chikita Meidy.

Chikita Meidy dilaporkan karena diyakini pernah menuding Shilda Oktavia sebagai biang keladi bangkrutnya bisnis produk kecantikan yang dulu mereka kelola bersama. Laporan Shilda terdaftar pada 12 September 2024 lalu.

Aksi Shilda Oktavia melaporkan Chikita Meidy sendiri berbalas surat somasi. Perempuan 34 tahun keberatan dianggap menjelek-jelekan mantan rekan bisnisnya, karena ia merasa tidak pernah melakukan hal itu.

Redaksi Gerak News

Pemilu AS, Donald Trump Unggul Di Lima Negara Bagian

Gerak News, Washington- Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, unggul di lima negara bagian, sedangkan saingannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, mendapat lebih banyak dukungan di Wisconsin dan Michigan, menurut jajak pendapat Real Clear Politics.

Trump rata-rata unggul 0,8 persen di Arizona, Nevada, Pennsylvania, North Carolina, dan Georgia, sementara Harris unggul 0,5 dan 0,4 persen di dua negara bagian lainnya, yakni di Wisconsin dan Michigan, menurut data agregator tersebut.

Mantan presiden AS itu mengantongi suara paling signifikan (2,8%) di Arizona, sebanyak 49,1 persen pemilih di sana adalah pendukungnya, sementara 46,3 persen memilih Harris.

Di Georgia, Trump unggul 1,3 persen (49,1% berbanding 47,8%), dan di North Carolina keduanya mencatatkan selisih 1,2 persen (48,7% vs 47,5). Di empat negara bagian lainnya, selisih suara antar kandidat kurang dari satu persen.

Harris, yang adalah petahana wakil presiden AS, dan mantan Presiden Trump bersaing untuk memperebutkan jabatan tertinggi di Amerika Serikat.

Persaingan sengit diperkirakan bakal terjadi di sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertempuran, yakni Pennsylvania, North Carolina, Georgia, Michigan, Arizona, Wisconsin, dan Nevada.

Redaksi Gerak News

Menikmati Indahnya Nusa Penida Gunung Kidul Yogyakarta

Gerak News, Yogyakarta – Bukit Pengilon terletak di Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Tempat ini menjadi tempat wisata paling pas untuk menikmati keindahan pantai selatan Yogyakarta dari ketinggian.

Terletak di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bukit Pengilon di sebut-sebut mirip dengan Nusa Penida, namun daya tarik utamanya berupa hamparan rumput luas di atas bukit.

Untuk mencapai tempat ini, Anda perlu melakukan perjalanan sejauh 75 kilometer, yang memakan waktu sekitar 2 jam dari pusat kota Yogyakarta.

Bukit Pengilon di Gunung Kidul adalah tempat wisata yang di kelola oleh pemerintah setempat, dan pengunjung di wajibkan membayar tiket masuk, sebesar Rp 5.000 per orang, biaya parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat.

Meskipun fasilitas di Bukit Pengilon terbatas, lokasi ini menawarkan pengalaman alam yang mempesona dan cocok untuk penggemar alam terbuka, fotografi, dan aktivitas outdoor.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

5 November 1911, Tripoli Jadi Milik Italia

Gerak News- Pada 5 November 1911, Italia mendeklarasikan kedaulatan atas Tripoli Libya. Saat itu, Libya masih di bawah kekuasaan Kekhalifahan Ottoman yang mulai sakit-sakitan dan menuju kehancuran menjelang Perang Dunia I.

Deklarasi Italia ini diawali dengan invasi yang dimulai sejak 29 September 1911. Untuk menyerang Tripoli, Italia mengerahkan ribuan pasukan. Awalnya pasukan invasi terdiri dari 34.000 tentara, 6.300 kuda dan kavaleri, 1.050 pengangkut pasukan, 48 buah artileri dan 34 buah artileri gunung. Junlah kemudian ditingkatkan menjadi 100 ribu pasukan.

Menghadapi invasi ini, Ottoman hanya menghadapi dengan 4.800 tentara reguler Ottoman dengan campuran senjata kuno, senapan, dan artileri.

Invasi ke Libya ini bermula dalam diskusi lisan pasca Kongres Berlin pada 13 Juni – 13 Juli 1878. Kongres yang dipimpin Kanselir Jerman Otto von Bismarck ini merupakan konferensi diplomatik untuk mengatur ulang negara-negara di Semenanjung Balkan setelah Perang Rusia-Turki Ottoman para tahun 1877–1878, yang dimenangkan oleh Rusia.

Dalam diskusi lisan itu, Perancis dan Inggris Raya sepakat untuk menduduki Tunisia dan Siprus , yang juga bagian dari Kekaisaran Ottoman. Italia yang sejak tahun 1908 punya niat mengambil alih Libya, mengisyaratkan sikap oposisi atas pilihan Inggris dan Perancis itu. Perancis peka akan hal ini, langsung mengatakan bahwa Italia akan mendapatkan Tripoli.

(YSA)

Ini Strategi Risma Bantu Nelayan

Gerak News- Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini, akan membangun jalan yang juga berfungsi sebagai tanggul di tempat nelayan mencari ikan. Hal ini agar bisa menahan air jika sedang pasang tinggi.

Demikian disampaikan Risma, demikian disapa, saat safari politik ke Banyuwangi, Senin (4/10/2024). Risma mengatakan bahwa seringkali ikan habis karena proses pendagkalan dan ikan makin ke tengah. Bila ikan makin ke tengah maka harus membayar PNBP.

“Maka at all cost, Pemprov Jatim nanti harus bantu nelayan, kita harus bayarkan itu ke pusat. Karena tak mungkin bagi nelayan kalau ikan makin ke tengah. Selain bikin tanggul, saya juga ingin bangun pasar modern di tanggul. Saya pernah belajar itu ke Busan, Korea Selatan,” urai Risma.

Dengan pasar itu, lanjut Risma, nelayan takkan berjalan terlalu jauh untuk mengangkat hasil ikannya. Langkah selanjutnya, terkait dengan masalah kekeringan, Risma akan membangun fasilitas yang menyediakan air bagi warga di berbagai daerah.

“Kalau ditemukan titik airnya, bisa itu dikerjakan. Insya Allah kita bisa bantu,” ujar Risma.

(YSA)

Bagaimana Peluang Reunifikasi Kedua Korea?

Gerak News- Reunifikasi kedua Korea sempat terbuka di tahun 2018-2019. Namun gagasan ini kembali menemui jalan buntu setelah perubahan rejim di Korea Selatan dan Amerika Serikat. 

Menurut pengamat hubungan internasional, DR. Teguh Santosa, dengan menghapuskan reunifikasi Semenanjung Korea dari Konstitusi, Korea Utara pada hakekatnya menawarkan pendekatan baru dalam mengakhiri konflik. Pendekatan baru itu semacam solusi dua negara (two states solution), di mana masing-masing Korea menjadi negara sendiri yang dapat hidup berdampingan secara damai (peaceful coexistence). 



“Untuk menciptakan situasi peaceful coexistence, perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea tahun 1953 dapat diubah menjadi perjanjian damai di antara kedua negara. Setelah itu kedua negara dapat menjalin hubungan sebagai dua negara yang merdeka dan bersahabat. Atau dengan kata lain mengubah negative peace menjadi positive peace,” kata Teguh lagi.



Namun yang jadi masalah, Korea Selatan enggan mengikuti langkah Korea Utara. Sementara di dalam Konstitusi Korea Selatan disebutkan bahwa wilayah Republik Korea (Korea Selatan) meliputi seluruh wilayah Semenanjung Korea dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. 

Setelah Korea Utara menghapuskan gagasan reunifikasi dari narasi nasional mereka, Korea Selatan malah meningkatkan tekanan. Korea Utara pun memberikan respon yang sepadan dengan menekan balik Korea Selatan. 



Teguh berharap semakin banyak warga dunia yang melihat sengketa Korea ini dengan menggunakan perspektif yang lebih jernih dan berorentasi pada penciptaan perdamaian abadi di kawasan.

Mesti disadari, katanya, ketegangan yang meningkat dan bahkan meletus menjadi konflik bersenjata terbuka dapat membuat keamanan dan stabilitas kawasan terganggu dan akan menciptakan dampak yang sangat serius bagi semua negara di kawasan termasuk Indonesia.

(YSA)

Gus Falah Harap Perubahan Direksi Pertamina Dorong Transisi Energi

Gerak News, Jakarta- Anggota DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mengharapkan perubahan susunan Direksi dan Komisaris PT Pertamina (Persero) mampu mendorong akselerasi transisi energi.

Gus Falah mengingatkan, dalam rangka transisi energi, saat ini Pertamina tengah mengembangkan empat terobosan dalam bisnis rendah karbon, yang meliputi pengembangan biofuel, petrochemical, geothermal, dan carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS).

“Seluruh terobosan itu merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi, demi tercapainya target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060, bahkan lebih cepat lebih baik,” ujar Gus Falah, Selasa 5 November 2024.

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, seluruh terobosan itu akan memicu penurunan emisi karbon, yang sama maknanya dengan mendorong transisi energi.

Pertamina, sambung Gus Falah, juga berhasil mengembangkan energi biofuel sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan campuran bahan nabati.

Jadi, Pertamina sebagai BUMN telah menjadi pemimpin dalam transisi energi, ” ujar Gus Falah.

Semoga, perubahan susunan Direksi dan Komisaris ini mampu lebih mendorong tercapainya target Net Zero Emission 2060, melalui penguatan seluruh terobosan Pertamina itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Senin (4/11) melakukan perubahan susunan Direksi dan Komisaris Pertamina melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keputusan RUPS itu tertuang dalam SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, yang menetapkan Mochamad Iriawan sebagai Komisaris Utama, Dony Oskaria sebagai Wakil Komisaris Utama, Raden Adjeng Sondaryani sebagai Komisaris Independen, dan Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina.

Doc. GerakNews TV @2024

Redaksi Gerak News

Cara Menekan Tensi Ketegangan di Semenanjung Korea Adalah Dengan Mengurangi Tekanan AS

Gerak News- Perdamaian adalah masa di antara dua perang yang bisa panjang atau pendek tergantung pada kekuatan pihak-pihak yang bertikai. Bila kekuatan pihak-pihak yang bertikai relatif sama atau seimbang, maka masa perdamaian dapat diharapkan berlangsung relatif panjang. 

Demikian dikatakan pengamat hubungan internasional, DR. Teguh Santosa, ketika memberikan kuliah umum mengenai konflik di Semenanjung Korea di hadapan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Teguh melanjutkan, bila kekuatan pihak-pihak yang bertikai tidak seimbang, besar kemungkinan pihak yang lebih kuat (powerful) akan menaklukkan pihak yang lebih lemah (powerless). 

Dari sudut pandang realisme ini, kekuatan (power) yang dimiliki setiap negara di arena internasional juga berperan penting dalam menentukan, menciptakan, serta mempertahankan perdamaian. 



Dalam presentasi berjudul “Two Koreas: Two-Level Games, Two Wars?” peraih gelar master dari University of Hawaii at Manoa (UHM) dan gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (Unpad) memaparkan riwayat konflik Semenanjung Korea dan logika permainan dua-tingkat (two-level games) yang didalilkan Robert D. Putnam dalam mengelaborasi kebijakan luar negeri yang diambil suatu negara. 



Logika permainan dua-tingkat menyatakan bahwa kebijakan luar negeri setiap negara dipengaruhi oleh dinamika politik nasional dan kontelasi politik di arena internasional. 



Selain itu, dengan menggunakan dalil realisme yang dipaparkan Hans J. Morgenthau, Teguh yang juga memimpin Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menjelaskan bahwa di arena internasional yang anarkis, setiap negara ingin aman (secure). 

“Teori umum mengenai hal ini mengatakan bahwa keamanan (security) merupakan situasi di mana pertahanan (defense) lebih besar dari ancaman (threat). Upaya Korea Utara meningkatkan kapasitas militer dan menjalin kerjasama militer dengan sekutu mereka didasarkan pada perhitungan ini. Korea Utara merasa dirinya berada di tengah ancaman yang nyata, berupa kekuatan militer Amerika Serikat yang berada di Asia Timur, terutama di Jepang dan Korea Selatan,” urai Teguh. 



Sambungnya, cara untuk menurunkan tensi ketegangan di kawasan adalah dengan mengurangi secara signifikai sumber ketegangan itu. Artinya, Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan harus mengurangi tekanan pada Korea Utara, sehingga Korea Utara tidak terdorong untuk meningkatkan kapasitas militer dan meningkatkan kerjasama dengan sekutu terdekat mereka, dalam hal ini Rusia.

(YSA)

Sukses Bikin Festival Horor, Ini Gebrakan Baru Sara Wijayanto

Gerak News, Jakarta- Artis Sara Wijayanto bersama suaminya, Demian Aditya belum lama ini menggelar festival horor. Bertajuk Horror Festival 2024, acara itu sukses digelar.

Festival horor yang diadakan Sara dan Demian menyajikan beberapa wahana seram serta didukung aneka kuliner. Acara yang diadakan di kawasan BXc Park, Bintaro, Tangerang Selatan selama dua minggu penuh, dari tanggal 18 hingga 31 Oktober 2024 itu sukses dihadiri ribuan pengunjung.

Makin spesial, Horror Festival 2024 menghadirkan sajian musik dengan panggung megah di malam puncaknya. SoulVibe, Juicy Luicy, Nubica, The Titans, Element, D’Masiv, Sara Wijayanto feat. David NOAH, Iwa K, Melanie Subono, hingga band Kotak, turut memeriahkan acara.

Demian Aditya mengaku begitu senang event horor akbarnya mendapat sambutan yang luar biasa. Ia berencana bakal memberikan acara itu setiap tahunnya.

“Ya alhamdulillah acaranya sukses, pengunjungnya antusias, ramai, dan ini bakalan insyaallah diadain setiap tahun, lebih besar dan lebih inovatif. Akan selalu ada kejutan di horor festival selanjutnya. Sampai ketemu di Horror Festival 2025 yang akan lebih seru, lebih besar, dan lebih inovatif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2024).

Dari Horror Festival 2024, Sara Wijayanto memberikan gebrakan lain. Sebab ia kembali bermusik sekaligus menjadi awal lahirnya label DiaryMusikSara.

Sara hadir dengan single Mimpi. Bergenre pop, ia berkolaborasi dengan David NOAH untuk proyek tersebut.

“Lagu Mimpi ini aku buat bersama David NOAH, liriknya dari aku. Senang banget ngelihat antusias penonton pas aku nyanyi tadi,” katanya.

Sara Wijayanto juga mengatakan bakal mencoba serius bernyanyi. Sebelumnya ia kerap meramaikan dunia film dan konten YouTube.

“Doain ya dan ditunggu saja nanti karya-karya aku,” tuturnya.

Redaksi Gerak News