Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 789

Presiden Jokowi Akan Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila Di Rokan

Gerak News, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri upacara Puncak Peringatan Hari Lahir Pancasila di blok migas terbesar di Indonesia. Tepatnya upacara bakal dilakukan di Lapangan Migas Blok Rokan, Riau, Sabtu 1 Juni 2024.

Blok migas tersebut sebelumnya berhasil diambilalih Indonesia 100% dari pihak asing, Chevron pada 2021. Selama ini, produksi migas di blok tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia. Selama 2023 saja, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai pengelola Blok Rokan, berhasil memproduksi 167.270 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Di sisi lain, cadangan migas sebesar 86,95 juta barel setara minyak (MMBOE), di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PHR 2023 sebesar 73,51 MMBOE.

Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Tonny Agung Arifianto mengatakan, BPIP memilih Lapangan Blok Rokan sebagai lokasi acara puncak peringatan Harlah Pancasila tahun 2024 untuk meningkatkan nasionalisme dan persatuan seluruh anak bangsa.

“Blok Rokan merupakan blok minyak tersubur di Indonesia yang sejak 2021 pengelolaannya 100% kembali ke Ibu Pertiwi. Dari ini sini kami ingin sampaikan pesan kalau kita bersatu, kita bisa mengelola sumber daya alam yang manfaatnya untuk kesejahteraan seluruh rakyat,” kata Tonny dalam keterangannya,  Kamis (30/5/2024).

Ketua Tim Survei Upacara Peringatan Harlah Pancasila Sarwo Edy menambahkan pemilihan Blok Rokan sebagai tempat upacara dapat menunjukkan simbol ketahanan Indonesia. Dalam hal ini ketahanan energi, rakyat Indonesia dengan segenap sumber daya manusianya sudah mampu mengelola sumber daya alam dan berdiri di kaki sendiri.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini menegaskan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam hal ketahanan energi kita sudah mampu,” ujar Sarwo Edy.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia akan mengalami usia emas pada 2045, pada saat itu Indonesia genap berusia 100 tahun atau satu abad.

Peserta upacara peringatan Harlah Pancasila di Blok Rokan diperkirakan 1.000 orang dari unsur TNI, Polri, ASN, pegawai Pertamina Hulu Rokan, dan pelajar. Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga dijadwalkan hadir. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo akan bertindak sebagai pembaca teks Pancasila.

Ketua DPR RI Puan Maharani akan menjadi pembaca UU 1945. Doa akan dibacakan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. Upacara akan melibatkan Paskibraka tingkat Nasional dan Provinsi Riau.

Redaksi Gerak News

Indonesia Dan Selandia Baru Perkuat Komitmen Tanggulangi Terorisme

Gerak News, Jakarta- Indonesia bersama dengan Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri Selandia Baru memperkuat komitmen dalam penanggulangan terorisme melalui pertemuan ke-2 Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group) Kerja Sama Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Wellington, Selandia Baru, Selasa (28/5).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Mohammed Rycko Amelza Dahniel mengatakan bahwa kedua negara memiliki perhatian yang sama terhadap isu radikalisasi daring yang menargetkan para pemuda.

Selain itu, kata Komjen Pol. Rycko, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, Indonesia dan Selandia Baru sepakat bahwa ketahanan masyarakat merupakan aspek penting dalam upaya penanggulangan terorisme, serta berkomitmen untuk melanjutkan berbagai kerja sama di tingkat regional dan multilateral.

“Pertemuan ke-2 Joint Working Group ini menunjukkan komitmen kami untuk memperkuat upaya penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan,” ujarnya.

Komjen Pol. Rycko menyebutkan terdapat empat agenda dalam pertemuan Kelompok Kerja Bersama tersebut, yakni perkembangan situasi ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis keamanan di tingkat domestik dan prioritas penanganannya, perkembangan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru dalam penanggulangan terorisme, serta prioritas di tingkat regional dan multilateral.

Dalam kesempatan itu, Selandia Baru mengapresiasi keberhasilan berbagai inisiatif Indonesia dalam upaya penanggulangan terorisme dan memandang Indonesia sebagai mitra penting.

Kami mengapresiasi keberhasilan berbagai inisiatif Indonesia dan memandang Indonesia sebagai mitra penting dalam penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan,” kata Duta Besar Penanggulangan Terorisme Selandia Baru Paula Wilson.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan pemerintah Selandia Baru telah menyepakati perpanjangan kesepakatan (arrangement) tentang penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan pada bulan Desember 2023.

Untuk itu, pertemuan kali ini merupakan implementasi kesepakatan tersebut sebagai mekanisme kedua negara untuk saling berbagi informasi, pengalaman, serta praktik terbaik dalam penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

Redaksi Gerak News

Coki Pardede Sebut RUU Penyiaran ‘Sampah’

Gerak News, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menuai kontroversi karena dianggap akan mengancam kebebasan pers, membatasi informasi publik, hingga membatasi keberagaman konten digital.

Lewat unggahan di Instagram miliknya, Coki Pardede menyuarakan penolakannya terhadap RUU Penyiaran.

“Saya menolak RUU Penyiaran. @kpipusat kureng,” tulisnya, Selasa (28/5/2024).

Dalam video yang diunggah, sang komika berbicara panjang lebar tentang alasannya menolak keras RUU Penyiaran.

Halo, saya Coki Pardede, dan saya menolak RUU Penyiaran, karena ini adalah undang-undang yang nggak masuk di akal. Sampah!” ujarnya.

Coki Pardede lantas menyuarakan kekhawatirannya mengenai campur tangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang semakin besar jika RUU Penyiaran sampai disahkan.

RUU Penyiaran memang akan memberikan kewenangan berlebihan kepada KPI. Tak hanya TV dan radio, mereka juga akan mengawasi konten digital.

“Dan kalau misal undang-undang ini disahkan, KPI, dia bisa masuk ke OTT, misalnya Netflix, Prime, apapun itu. Dia akan ngotak-atik itu. Konten ini nggak boleh, karena mengandung ini,” ungkapnya.

“Dan bayangin, semua, Peaky Blinders nggak bakal ada lagi, Stranger Things nggak bakal ada lagi, The Boys itu nggak bakal ada lagi, Game of Thrones itu nggak bakal ada lagi,” lanjutnya.

RUU Penyiaran akan menerapkan larangan terhadap penayangan isi siaran dan konten siaran yang menyajikan perilaku homoseksual, biseksual, dan transgender (LGBT), hal-hal yang bisa dibilang lumrah dalam serial atau film Barat.

Namun yang paling meresahkan Coki Pardede adalah aturan yang mengharuskan konten kreator mengirim karya mereka untuk diverifikasi sebelum disiarkan.

Dan yang paling meresahkan adalah setiap konten kreator itu harus kirim dulu kontennya untuk diverifikasi,” kata rekan dari komika Tretan Musim tersebut.

“What the f*ck, ini nggak masuk di akal gue, ini bisa memberangus kreativitas,” imbuhnya.

Redaksi Gerak News

Paus Fransiskus Dan 50 Ribu Anak Serukan Perdamaian Dunia

Gerak News, Jakarta- Paus Fransiskus bersama dengan 50 ribu anak perwakilan dari seluruh dunia menyerukan perdamaian dalam acara World Children’s Day (WCD) di Stadion Olimpic, Roma, Italia, belum lama ini.

Mereka juga mendesak masyarakat global untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi dunia anak-anak, serta tidak menghendaki perang dan konflik. Sebab, perang dan konflik hanya menghadirkan penderitaan, sedangkan perdamaian dapat terjadi apabila setiap orang dapat saling memaafkan dan membantu.

Event terbesar dan perdana yang melibatkan anak-anak ini digagas oleh Paus Fransiskus di bawah pengawasan Vatican’s Dicastery for Culture and Education, serta dibantu oleh beberapa mitra utama, salah satunya 5P Global Movement asal Indonesia.

Dalam sesi dialog dengan Paus Fransiskus, anak-anak mengungkapkan kesedihan mereka terhadap perang yang sedang berlangsung.

“Apakah kalian semua merasa sedih dengan perang?” tanya Paus Fransiskus.

“Ya,” jawab serempak anak-anak.

Sesi dialog berlanjut antara pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu dan beberapa anak yang mewakili masing-masing benua.

“Apakah perdamaian itu mungkin bisa terjadi?” tanya Jeronimo dari Kolombia bertanya kepada Paus.

“Bagaimana anak-anak dapat menghadirkan dunia yang lebih baik?” tanya Lia Marise dari Burundi, Afrika.

Paus Fransiskus menjawab bahwa perdamaian bisa dicapai dengan saling memaafkan dan anak-anak bisa membantu menciptakan dunia yang lebih baik dengan menghentikan permusuhan dan saling membantu.

“Perdamaian dapat terjadi dengan saling memaafkan. Anak-anak dapat menciptakan perdamaian dan dunia yang lebih baik dengan berhenti bermusuhan dan saling membantu,” katanya.

Sementara itu, Dayuen Belvania Sihotang dari Indonesia juga bertanya,

“Apa yang akan Bapa Paus pilih bila dapat melakukan sebuah mukjizat?”

“Saya ingin agar anak-anak di seluruh dunia mendapatkan haknya secara penuh untuk hidup, mendapatkan makan, bermain, pergi ke sekolah,” jawab dia.

“Segala sesuatu tentang anak-anak adalah kehidupan, harapan, dan masa depan yang lebih baik,” tegas Paus Fransiskus yang bakal berkunjung ke Indonesia pada September mendatang.

Redaksi Gerak News

PBNU Dan Shopee Bersinergi Kembangkan Peluang Santri Berniaga

Gerak News, Jakarta- Santri Indonesia mendapat pelatihan kapasitas dan strategi untuk berniaga elektronik sampai bisa mengekspor produk dengan strategi yang menjangkau pasar global di Jakarta, Senin.

Pelatihan itu terlaksana berkat kolaborasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan platform lokapasardaring Shopee, Shopee Barokah. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid di Jakarta, Rabu, mengatakan pengetahuan mengenai strategi berniaga-el dapat memberi peluang kepada para santri untuk mencari jalan kemitraan dengan orientasi ekspor.

“Ketika diberi jalan, insya Allah, pelan-pelan akan kelihatan kalau santri pantas diberi peluang. Karena modal santri dalam bermitra adalah kepercayaan dan keyakinan,” kata Sayyid saat ditemui wartawan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut Sayyid, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar terpenting dalam menjaga keberlangsungan perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama banyak mewadahi UMKM Indonesia. Sayyid mengatakan para santri NU di daerah juga banyak yang menjadi motor penggerak UMKM.

Karena itu, PBNU siap mendukung dan berjalan bareng dengan Shopee dalam menyukseskan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para santri agar kelak produk-produk UMKM semakin dilirik pasar global.

“Dukungan ini bertujuan untuk memfasilitasi dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah serta santri-santri NU agar bisa ekspor, bukan hanya di Asia Tenggara, tapi di dunia,” kata Sayyid.

Sementara itu Head of Public AffairsShopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan inisiatif perusahaan untuk mengadakan pelatihan itu bermula dari pengamatan terhadap produk-produk jualan para santri yang banyak memiliki nilai keunikan di lokapasar mereka.

“Waktu kami punya program dari pesantren ke pesantren tahun lalu, kami saksikan sendiri di beberapa daerah, produk-produk santri ini memiliki nilai keunikan. Dan memang dari sisi personalnya, seperti tadi disampaikan, para santri ini sangat tekun untuk membangun bisnisnya,” kata Radynal.

Sejak saat itu, kata Radynal, pihaknya merasa perlu mengembangkan kolaborasi perusahaan dengan melibatkan para santri itu. Ternyata niatan tersebut disambut baik oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Chalil Staquf pada Hari Santri Nasional di Surabaya, Oktober 2023 lalu.

“Alhamdulillah, hari ini ada kelanjutan program yang memang sempat dibahas pada Oktober 2023 lalu, sebenarnya program ini menjadi komitmen kami untuk melatih 1.000 santri di beberapa kota di Indonesia agar melahirkan santripreneur yang mempunyai daya saing global,” kata Radynal.

Semangat wirausaha yang ditekankan dalam program itu juga diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian.

Radynal mengatakan pelatihan akan dibagi ke dalam lebih dari 20 batch, metode yang digunakan akan berupa daring dan luring, dengan menghadirkan edukator pelatihan berdampingan dengan bisnis digital serta ekspor.

Dia menjelaskan bahwa pelatihan itu akan diselenggarakan pula secara bertahap di wilayah lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Tangerang Raya, Bogor, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Solo Raya, DIY, Jawa Timur, Malang Raya, dan Bali hingga Nusa Tenggara mulai 29 Mei hingga 31 Agustus 2024.

Redaksi Gerak News

Gus Falah Dukung Pemanfaatan Zirkon Oleh MIND ID

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) mendukung MIND ID selaku Holding Industri Pertambangan, mendorong pemanfaatan mineral sekunder sebagai upaya menambah sumber pendapatan di luar bisnis utama.

Gus Falah mengungkapkan, rencana MIND ID itu tepat mengingat zirkon, sebagai mineral sekunder atau ikutan timah telah ditetapkan sebagai mineral strategis Republik Indonesia bersama 22 komoditas mineral lainnya.

“Menteri ESDM khan sudah menerbitkan Kepmen Nomor 69/2024 belum lama ini tentang Penetapan Jenis Komoditas yang Tergolong Strategis. Disitu zirkon dan 22 komoditas mineral lainnya ditetapkan sebagai mineral strategis bangsa ini,” ungkap Gus Falah, Kamis (30/5/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, sesuai Kepmen ESDM 69/2024, zirkon adalah mineral yang memiliki nilai strategis sebagai bahan baku dalam hilirisasi mineral di dalam negeri.

Jadi, sambung Gus Falah, zirkon ini memang berguna untuk menyukseskan hilirisasi, guna mendukung daya saing Indonesia dalam perdagangan global.

Maka ketika MIND ID mendorong pemanfaatan mineral sekunder, terutama zirkon, hal itu sangat tepat karena regulasinya tersedia,” ujar Gus Falah.

Apalagi, ada rencana MIND ID untuk melakulan monetisasi zirkon sebesar 944 ton pada tahun ini, menurut saya tak perlu ditunda lagi,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Dewan Kesenian Ponorogo Tolak Penyebutan Monumen Reog Sebagai Berhala

Gerak News, Jakarta- Dewan Kesenian Ponorogo secara tegas menolak adanya penyebutan Monumen Reog sebagai berhala oleh pihak tertentu.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kesenian Ponorogo, Wisnu Hadi Prayitno.

“Jelas kita menolak tegas reog disamakan dengan berhala,” tegasnya, Rabu (29/5/2024).

Menurutnya, Monumen Reog sudah jelas adalah wujud produk kebudayaan yang sudah diwariskan dari nenek moyang. Maka perlu disyukuri karena Reog masih terus dilestarikan hingga di zaman modern seperti saat ini.

“Di masa sekarang seharusnya kita bersyukur dengan keberadaan teknologi, Reog bagian dari penciptaan teknologi orang-orang pendahulu kita. Kita seharusnya bisa belajar banyak hal. Baik dari sisi visual, filosofi juga,” jelas pegiat seni itu.

Dikatakan Wisnu, pihak yang asal menyebut Monumen Reog sebagai berhala seharusnya bisa membedakan mana yang berhala mana yang bukan.

“Maka kalau ada yang bilang berhala, nggak usah ngomong tentang Monumen Reog. Kalau kerikil mau dijadikan berhala ya jadi berhala. Agar kita bisa membedakan mana yang berhala mana yang tidak, mana produk agama, mana produk budaya, atau politik,” ujar Wisnu.

Pihaknya pun justru ingin mengajak diskusi kepada pihak-pihak tertentu yang menyebut Monumen Reog tersebut sebagai berhala.

“Kalau mereka tidak tahu, kami kasih tahu. Ayo diskusi, ini lho yang bener. Kami sangat terbuka lebar. Kita ingin Ponorogo berbenah lebih maju. Ini juga bagian dari proker kami untuk membenahi SDM,” ajaknya.

Dengan adanya pembangunan Monumen Reog itu, menurut Wisnu bisa menumbuhkan perekonomian dan wisata di Ponorogo. 

“Dewan Kesenian mendukung penuh monumen, karena senafas dengan kami. Monumen itu nanti menjadi sebuah Museum Peradaban di mana literasi sumber daya akan terkumpul di situ dan anak cucu kami bisa belajar,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

Bukan Palestina Saja Yang Harus Dibela, Tapi Seluruh Bangsa Terzalimi

Gerak News, Jakarta- Influencer perdamaian Vanda Sakina Damayanti menegaskan bukan hanya bangsa Palestina saja yang harus dibela, tapi seluruh bangsa yang terjajah atau terzalimi di muka bumi.

Vanda menyatakan hal itu menanggapi sebagian kalangan di negeri ini yang bersuara lantang membela Palestina, namun bungkam nelihat bangsa lainnya yang juga terzalimi, seperti Ukraina.

“Jika kamu mampu berdoa dan bersuara untuk banyak bangsa yang terzalimi, kenapa hanya berdoa buat satu bangsa? Bagaimana Tuhan melalui alam dan energinya bekerja mengabulkan doa kita untuk mereka yang terzalimi jika energi kita tidak selaras dan seimbang membela semua umat manusia yang terjajah atau terzalimi?,” ungkap Vanda di Instagram Storynya, baru-baru ini.

Vanda, yang pernah tinggal di Ukraina hingga Rusia menyerang negara tersebut pada 2022, menegaskan seharusnya bangsa Indonesia meneladani sikap bangsa Irlandia.

Irlandia, ujar Vanda, konsisten membela kemanusiaan dan menentang semua penjajahan, baik yang dialami oleh bangsa Palestina maupun Ukraina.

” Sudah seharusnya kita berdiri seperti Irlandia, berdiri diatas kemanusiaan dan anti penjajahan. Mau Ukraina, Palestina dan lainnya, apapun bangsanya, ceritanya bahkan agamanya kita wajib perjuangkan dengan suara dan tindakan,” tegasnya. 

Vanda pun menyebut para pihak yang hanya memperjuangkan kemerdekaan atau pembebasan satu bangsa saja, menerapkan standar ganda.

Dia pun mengajak semua pihak bersuara untuk membela seluruh bangsa yang terzalimi di dunia ini.

” Kamu belum mengerahkan seluruh energi mu, karena kamu mungkin masih standar ganda. Karena kamu masih pilih-pilih manusia mana yang kamu mau selamatkan. Jadilah dunia dan energinya masih bekerja tidak adil untuk mereka yang terzalimi,” ujar Vanda.

“Yuk bersihkan hati kita dengan berdoa dan bersuara untuk semua bangsa yang terjajah atau terzalimi,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

BNPT: Waspada, Sebagian Besar Terorisme Dipengaruhi Internet!

Gerak News, Jakarta- Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Achmad Nurwahid menyatakan kemajuan teknologi dan informasi tidak hanya membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat.

Ada hal yang perlu diwaspadai, yakni ancaman aktivitas terorisme untuk menyebarkan paham radikalisme.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Achmad Nurwahid mengemukakan, data yang dikantonginya menyebutkan sebagian besar terorisme akibat pengaruh internet.

“Di dunia maya dibilang keterpaparan terorisme saat ini hampir 80 persen, karena dunia maya,” kata Achmad Nurwahid dalam sebuah diskusi publik di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ia menduga, kondisi tersebut diperpararah dengan masuknya ideologi di era digital yang sangat massif. Karenanya, perlu penanganan dan pengawasan ketat dari paham menyimpang.

“Sehingga perlu diputus, kita harus propaganda, kaderisasi yang ada. Kita putus donasi atau logistik atau pembiayaan terorisme,” ucap Achmad.

Ia menegaskan, radikalisme maupun paham yang menyesatkan tidak ada kaitannya dengan agama tertentu. Namun, kerap kali stigamanya ditempelkan pada suatu keyakinan.

“Apakah radikalisme itu terkait agama? saya tegaskan radikalisme, estremisme tidak ada kaitannya dengan agama. Tapi dengan oknum umat beragama. biasanya menunggani agama di suatu wilayah,” ujar Achmad.

Pemerintah telah memiliki program deradikalisasi, yang merupakan suatu proses terencana, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan dilaksanakan untuk menghilangkan atau mengurangi dan membalikkan pemahaman radikal terorisme yang telah terjadi. 

Redaksi Gerak News

Gus Muwafiq Jawab Sindiran Pimpinan Organisasi Habib

Gerak News, Jakarta- Ulama Nahdlatul Ulama (NU) Gus Muwafiq menanggapi pernyataan Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Taufiq Assegaf yang menyindir dirinya.

Rabithah Alawiyah adalah organisasi yang memberi legitimasi berupa pencatatan gelar Habib kepada mereka yang memiliki garis keturunan Nabi Muhammad di Indonesia.

Dlaam pernyataannya dalam sebuah pengajian, Habib Taufiq mempertanyakan yang diperingati dalam peringatan Maulid Nabi.

Dalam unggahan di kanal Youtube, Gus Muwafiq pun mengatakan,  kalau tidak paham betul, lebih baik jangan berkomentar sembarangan.

“Karena apa, orang Jowo seperti tanduran ditandur di tanah Jowo. Makanya kalau tidak orang jawa jangan kemlinthi, ojo melu nandur. Konslet-konslet,” ucapanya.

“Akhirnya sekarang banyak yang konslet. Ada kiai gondrong dikomentari, nyisir dulu. itu ilmu apa,” ungkapnya.

“Aku itu juga  tidak tahu kamu botak, wong ditutupi. Kulo niku dielokno. Jangan dengar itu kiai gondrong. ajar nyisir dulu. Jangan panggil kiai, panggil pak,” jelasnya.

“Yo karepmu. Elek-leke gini juga punya murid banyak. elek-elek gini Syuriah Nu. Sja sembrono, niki sanes kiai freeline. Saya punya tanggung jawab umat,” katanya.

“Jangan dikit-dikit ulama Su, Ulama Su yang dekat dengan kekuasaan. Wong kamu tidak punya negara. negaranya itu bukan sini kok. Ini negaraku dewe.” ungkapnya.

“Berarti di kepalamu, Indonesia bukan negaramu. Negaramu di tempat yang jauh,” kata Gus Muwafiq.

“Mulo sing mbok apik-apikmu negaramu, mbah buyutmu kabeh. Mbah buyutku yo ampuh, tapi ora pernah tak ceritakno,” ujarnya.

Gus Muwafiq melanjutkan, wali-Wali di Indonesia juga juga luar biasa. Seperti Mbah Khasbulloh dari Tambak Beras, yang menggagalkan pembongkaran makam Rasulullah, melalui Komite Hijaz.

 “Kowe sing ngaku putune neng endi? Rak enek,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Taufiq Assegaf menyindir Gus Muwafiq.

“Yang kamu peringati apa?, kan taqdim. Orang itu, suruh nyisir rambut dulu. Pak, saya manggilnya pak. Ente belajar nyisir rambut dulu, biar tidak serem ente,” kata Taufiq.

Redaksi Gerak News