Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 790

Monumen Reog Disebut Berhala, Seniman Reog Ponorogo Murka

Gerak News, Jakarta- Puluhan seniman Reog Ponorogo melakukan aksi damai baru-baru ini, di bawah Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo.

Sambil mempertontonkan reog, para seniman asal Sampung yang tergabung dalam paguyuban Regol Wengker itu juga memberikan orasi di sekitar monumen.

Mereka mengecam pernyataan seorang tokoh yang menyebut Monumen Reog sebagai berhala. Secara tegas, mereka mengatakan bahwa monumen tersebut adalah simbol budaya Ponorogo yang adiluhung.

“Assalamulaikum luur… Iki to sing jare dianggep berhala, bali kampung kok arep mbubrahi Monumen Reog Ponorogo sing ono ing Sampung. Baiyuh… Kok ono lakon koyo ngene. Simbol budoyo Ponorogo sing adlhung kok dianggep berhala,” ucap lantang para seniman.

Suyadi, salah satu seniman, secara tegas mengecam ucapan yang merendahkan Monumen Reog.

“Intine kami mengecam ucapan terkait berhala yang ditujukan ke monumen reog,” tegasnya.

Ia menyatakan penolakan atas sebutan berhala yang diarahkan pada monumen tersebut. Menurutnya, monumen reog adalah simbol budaya Ponorogo bukan sesembahan.

“Monumen reog dibangun sebagai simbol budaya Ponorogo yang adiluhung,” ucapnya.

Menurut Suyadi, pernyataan tersebut sangat menyakitkan bagi para seniman yang peduli dengan warisan budaya Ponorogo.

Ia berharap agar aksi penolakan semacam ini tidak hanya dilakukan oleh paguyuban Regol Wengker.

Namun juga melibatkan seluruh seniman untuk menegaskan pentingnya melestarikan reog sebagai warisan nenek moyang.

“Para seniman harus bergerak menyuarakan dan mengecam ucapan itu. Karena Monumen Reog bukanlah berhala, melainkan simbol budaya Ponorogo yang harus dijaga dengan baik,” tukasnya.

Redaksi Gerak News

Polemik Biksu Di Masjid, MUI Jangan Perlemah Kebhinekaan

Gerak News, Jakarta- Perjalanan spiritual rombongan biksu Thudong untuk merayakan Waisak di Candi Borobudur menuai polemik. Hal itu dipicu singgahnya rombongan biksu Thudong singgah di beranda Masjid Baiturrohmah Bengkal, Temanggung.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis menilai toleransi yang dilakukan pengurus masjid terlalu kebablasan sebab dilakukan di rumah ibadah. Apalagi muncul narasi yang menyoal rombongan biksu Thudong mendoakan warga sebagai bentuk terima kasih.

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan menuturkan, organisasi-organisasi keagamaan termasuk MUI seharusnya menjadi tulang punggung kebhinekaan Indonesia. Teks pandangan keagamaan mereka justru harus menjadi penguat bagi konteks keberagaman di negara Pancasila ini.

“Jangan sampai mereka gunakan otoritas keagamaan untuk memperlemah kebhinekaan, misal dengan menilai negatif perjumpaan lintas agama yang terus diupayakan masyarakat untuk dapat hidup damai secara berdampingan dalam perbedaan,” kata Halili, baru-baru ini.

Perjumpaan lintas agama seharusnya menjadi sikap toleransi yang nyata dan terus dipupuk. Pasalnya, kejadian pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan masih terus ditemui di masyarakat. Misalnya, kasus penyerangan yang dialami mahasiswa Katolik di Tangerang Selatan saat melakukan doa rosario beberapa waktu lalu.

Data SETARA Institute menunjukkan, periode 2007-2022 saja terdapat 573 kasus gangguan terhadap tempat ibadah dan peribadatan yang terjadi di Indonesia. Sepanjang 2023 saja, terjadi beberapa peristiwa intoleransi dan pelanggaran KBB.

Contohnya, pembubaran ibadah dilakukan kelompok masyarakat terhadap jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Binjai di Kota Binjai, Sumatera Utara. Selain itu, ada pembubaran ibadah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Gihon di Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Pada Mei 2023, turut terjadi pembubaran aktivitas pendidikan Agama Kristen di Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Di bulan yang sama, terjadi pembakaran Balai pengajian milik Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Halili berpendapat, pemahaman MUI soal toleransi memang agak rendah. Puncak dari toleransi itu seharusnya inklusi, yaitu ketika individu menganggap dan memperlakukan yang lain sebagai sesama manusia. Maka perbedaan simbol, entitas, dan ritus yang terdapat pada yang lain itu (liyan) justru menjadi penyempurna bagi diri (self) seseorang.

“Dalam konteks itu, istilah kebablasan toleransi yang disematkan oleh Cholil Nafis kepada penerimaan biksu Thudong oleh warga muslim di sebuah masjid merupakan pernyataan yang tidak tepat,” ujar Halili.

Sementara itu, Halili menilai pernyataan MUI tidak akan melunturkan toleransi di masyarakat. Pernyataan MUI tidak terlalu berpengaruh. Alasannya, karena di kalangan umat Islam saja sikap MUI tidak selalu menjadi rujukan. Dia menilai ormas Islam semacam PBNU, Muhammadiyah, Persis dan dinilai masyarakat lebih otoritatif dalam menentukan sikap dan pandangan.

“Organisasi-organisasi keislaman tidak selalu setuju dengan pandangan MUI, apalagi pilihan sikap perorangan Pengurus MUI. Dalam konteks itu, pernyataan soal kebablasan toleransi itu saya yakin tidak terlalu berpengaruh di kalangan kelompok masyarakat yang toleran,” ungkap Halili.

Redaksi Gerak News

Soal Biksu Di Masjid, Ketua MUI Belum Siap Lihat Umat Toleran

Gerak News, Jakarta- Perjalanan spiritual rombongan biksu Thudong untuk merayakan Waisak di Candi Borobudur menyisakan polemik. Hal itu dipicu beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan rombongan biksu Thudong singgah di beranda Masjid Baiturrohmah Bengkal, Temanggung.

Para biksu dipersilakan singgah oleh pengurus masjid. Dalam video yang beredar, mereka juga dijamu dengan bermacam makanan ringan dan minuman. Potongan video tersebut viral di dunia maya dan mengundang berbagai respons.

Ada yang menilai toleransi yang dilakukan pengurus masjid terlalu kebablasan sebab dilakukan di rumah ibadah. Terlebih, muncul narasi yang menyoal rombongan biksu Thudong mendoakan warga sebagai bentuk terima kasih.

Adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis yang menyatakan sikap seperti itu.

Direktur Eksekutif Harmoni Mitra Madania, Ahmad Nurcholish, menolak sikap Ketua MUI itu. Dia memandang MUI justru pantas mendapatkan kritik sebab belum siap melihat umat Islam lebih toleran.

Dia menilai tak ada yang kebablasan dari sikap pengurus Masjid Baiturrohmah Bengkal yang mempersilakan rombongan biksu thudong istirahat di beranda masjid. Justru hal tersebut dilihat sebagai representasi Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil-alamin).

“Justru merupakan bentuk toleransi nyata yang perlu dicontoh oleh masjid-masjid dan rumah-rumah ibadah lainnya di Tanah Air. Dalam Islam itu juga merupakan implementasi nyata ajaran atau misi Islam yang rahmatan lil-alamin,” kata Nurcholish, baru-baru ini.

Pernyataan MUI justru berpotensi memantik hegemoni antara mayoritas terhadap minoritas. Lebih lanjut, Nurcholish, menuturkan kritik MUI akan menimbulkan kebingungan di masyarakat dalam hal bertoleransi antarumat beragama.

Masyarakat yang tadinya menilai bahwa yang mereka lakukan sebagai upaya nyata membangun toleransi dan persaudaraan antarumat beragama, juga akan kendur karena dikritik MUI.

“Mestinya MUI memberi contoh bagi umat Islam untuk lebih sering menerapkan toleransi nyata di tengah masyarakat yang majemuk ini. Bukan malah mengkritik, ini menunjukkan bahwa masyarakat umat Islam jauh lebih dewasa dari pihak di MUI itu sendiri,” ujar Nurcholish.

Nurcholish menilai bisa jadi sebagian pengurus MUI masih berpikiran bahwa yang mesti toleran itu adalah kelompok minoritas terhadap yang mayoritas. Sikap tersebut justru dinilai sebagai hegemoni mayoritas terhadap kelompok minoritas, yang dalam ajaran dan praktiknya bahkan sangat ditentang oleh Nabi Muhammad.

“Sebagai mayoritas justru harus melindungi dan memberi contoh toleransi yang baik bagi umat agama lain,” jelas Nurcholish.

Lembaga keagamaan seperti MUI seharusnya memperkuat pemahaman umat agar dapat memiliki sikap toleran, menghormati dan menghargai umat agama lain sebagai sikap teladan. Lembaga keagamaan bukan malah memprovokasi umat lewat pernyataan atau ketetapannya.

“Banyak pernyataan dan penetapan MUI justru tidak hanya merusak iklim toleransi yang ada di masyarakat, tapi seringkali penetapan-penetapan MUI dijadikan alat untuk mempersekusi umat lain atau bahkan kelompok lain dalam Islam yang dinilai sesat,” ungkap Nurcholish.

MUI diminta untuk berbenah dan hati-hati dalam menyatakan pendapatnya. Sebab, eksistensinya pun, sebetulnya sudah diisi juga oleh berbagai organisasi masyarakat Islam yang juga memiliki akademisi dan ulama masing-masing dalam menangani persoalan umat Islam.

Selain itu, pengurus dan anggota dari lembaga-lembaga keagamaan pun bisa memberikan contoh toleransi nyata dengan mengadakan pertemuan dan pemahaman kepada masyarakat.

Nurcholish menekankan, umat beragama bisa saling berkawan dan merasa seperti saudara tanpa harus saling menegasikan satu sama lain.

“Saya jamin tidak akan tertukar atau kehilangan keimanan,” pungkasnya.

Redaksi Gerak News

RUU Penyiaran Berpotensi Diskriminatif Terhadap Kelompok Minoritas

Gerak News, Jakarta- Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran berpotensi melanggengkan diskriminasi terhadap perempuan, kelompok minoritas lainnya, dan masyarakat yang memiliki kerentanan menjadi korban kekerasan berbasis gender.

“Ketentuan ini memperkecil ruang demokrasi dan diskriminatif terhadap kelompok rentan yang kontradiktif dengan semangat untuk melindungi kelompok rentan,” kata Anggota Komnas Perempuan Veryanto Sitohang dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

RUU Penyiaran juga dinilai menghalangi kebebasan berekspresi dan mengandung makna yang ambigu serta rentan mengkriminalisasi pendapat, ekspresi perempuan, dan perempuan pembela HAM.

“Soal sejauh mana aturan ini menjangkau platform digital juga bisa berpeluang mengkriminalisasi perempuan pembela HAM atau akun-akun lembaga layanan/pendamping atau pemengaruh kritis atau content creator yang mengekspresikan pendapatnya terkait isu HAM dan hak asasi perempuan di platform Youtube atau media sosial lainnya,” kata Veryanto Sitohang.

Menurut dia, isi dan konten siaran yang mengandung kesopanan, kepantasan, dan kesusilaan sebagaimana tertera pada RUU Penyiaran bisa memunculkan standar ganda dan akan membatasi kebebasan berekspresi masyarakat terutama perempuan yang dalam masyarakat patriarki dikonstruksikan sebagai ‘penjaga moral’.

Komnas Perempuan mencatat sering kali pengungkapan kasus kekerasan berbasis gender atau kekerasan menyasar kelompok rentan terbantu dengan adanya jurnalistik investigasi, seperti The Jakarta Post dan Tirto bekerja sama dengan media lokal dari Papua, Tabloid Jubi, melakukan investigasi kerusuhan di Wamena pada 2018.

Selanjutnya ada Tirto, The Jakarta Post, Vice Indonesia, dan BBC Indonesia berkolaborasi dalam investigasi kasus-kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi dan menyuarakan tagar nama baik kampus yang ikut berkontribusi terhadap pengungkapan kasus kekerasan seksual di kampus dan kebijakan seperti Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Redaksi Gerak News

Gus Yahya Minta Pengurus GP Ansor Belajar Dari Presiden Jokowi

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf meminta kepada pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Masa Khidmah 2024-2029 yang baru dilantik, untuk belajar dari Presiden Joko Widodo.

Dia mengatakan Jokowi telah membawa Indonesia masuk ke dalam dekade investasi strategis untuk masa depan. Menurutnya orang nomor satu di Republik Indonesia itu telah meletakkan dasar-dasar yang sangat penting untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Saya sangat berbesar hati yang menaruh harapan kepada saudara semua, saya yakin GP Ansor dan Banser berjuang bersama,” kata Gus Yahya saat kegiatan Inaugurasi Menuju Ansor Masa Depan di Istora Senayan, Jakarta, Senin.

Menurutnya salah satu hal yang perlu dicontoh dari Presiden Jokowi adalah prinsip pembangunan yang berkesinambungan. Karena menurutnya pembangunan Indonesia tidak akan lepas dari titik-titik keberhasilan pada masa lalu yang terus disempurnakan.

“Ini prinsip yang sesungguhnya ditegakkan oleh risalah Nabi Muhammad SAW, ketika Beliau mengatakan, bahwa misi beliau adalah menyempurnakan, bukan mengganti sama sekali,” katanya.

Selain itu, dia menilai bahwa Jokowi melakukan pembangunan dengan cara dipikirkan, dirancang, direncanakan secara hati-hati dengan sungguh-sungguh, dan dengan mengikuti suatu nalar yang logis.

“Bahwa yang dikerjakan adalah bukan lamunan kosong. Jadi dari realitas dan logis untuk mendorong terjadinya realitas baru yang lebih baik. Ini adalah prinsip yang kita lihat selama ini ditegakkan Presiden Joko Widodo,” kata dia.

Dia pun mengingatkan bahwa GP Ansor adalah ototnya dari Nadhlatul Ulama. Untuk itu, dia pun meminta agar GP Ansor harus menjadi peretas jalan menuju Indonesia masa depan.

Adapun kini PP GP Ansor Masa Khidmah 2024-2029 dipimpin oleh Ketua Umum Addin Jauharudin, menggantikan Yaqut Cholil Qoumas yang kini menjabat sebagai Menteri Agama.

Redaksi Gerak News

Amerika Dukung Pengembangan Geothermal Di Jatim, Ini Kata Gus Falah

Gerak News, Jakarta-Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menanggapi komitmen lembaga keuangan pembangunan milik pemerintah Amerika Serikat, United States International Development Finance Corporation (DFC) dalam mendukung pengembangan geothermal atau panas bumi di Jawa Timur (Jatim).

Anggota DPR yang berasal dari Jatim itu mengingatkan, agar kedaulatan energi Indonesia menjadi dasar bagi kerja sama pengembangan energi dengan pihak asing, termasuk dengan Amerika Serikat.

“Kita menanggapi positif komitmen DFC membantu pengembangan Pembangkit Listrik Blawan Ijen yang berbasis panas bumi. Namun, kita harus tetap berpegang pada prinsip kedaulatan energi dalam kerja sama tersebut,” ujar Gus Falah, Selasa (28/5/2024). 

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, ketika sinergi dengan pihak asing dilakukan dalam pengembangan energi, hak kita sebagai bangsa untuk secara mandiri menentukan pengelolaan energi harus tetap dipertahankan.

Apalagi, kita membutuhkan sumber-sumber energi baru terbarukan seperti panas bumi, untuk mencapai target net zero emission di masa depan,” ujar Gus Falah.

“Sehingga prinsip kedaulatan energi harus kita pegang teguh, guna mencapai kemandirian energi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Chief Executive Officer United States International Development Finance Corporation Nisha Biswal mengumumkan komitmen baru senilai USD126 juta atau sekitar Rp2 triliun untuk perusahaan listrik Indonesia PT Medco Cahaya Geothermal.

Komitmen ini akan mendukung pengembangan dan pengoperasian pembangkit listrik Tahap I baru berkapasitas 31 MW, Ijen Geothermal di Jawa Timur. Proyek ini memperkuat tujuan bersama Amerika Serikat dan Indonesia, melalui Kemitraan Strategis Komprehensif yang akan meningkatkan keamanan ekonomi dan energi bagi kedua negara.

Redaksi Gerak News

Karena Paus Fransiskus, Carlo Acutis Bisa Jadi Orang Suci

Gerak News, Jakarta- Paus Fransiskus membuka jalan bagi seorang remaja Italia untuk menjadi orang suci milenial pertama dengan menghubungkan mukjizat kedua kepadanya, Vatikan mengumumkan hal itu baru-baru ini.

Remaja tersebut, Carlo Acutis, sering disebut sebagai santo pelindung web di kalangan umat Katolik Roma karena keterampilan komputernya, yang ia gunakan untuk membagikan imannya. Dia meninggal karena leukemia pada tahun 2006 ketika dia baru berusia 15 tahun.

Carlo lahir di London dari orang tua Italia dan pindah bersama keluarganya ke Milan ketika dia masih kecil. Semangatnya terhadap agama Katolik berkembang sejak dini, kata ibunya, Antonia Acutis, kepada The New York Instances dalam sebuah wawancara pada tahun 2020. Pada usia 7 tahun, dia mulai menghadiri Misa setiap hari. Keyakinannya mengilhami ibunya untuk bergabung kembali dengan gereja, katanya.

Dia terpanggil untuk melayani, mencari cara untuk membantu mereka yang kurang beruntung dan menyumbang kepada mereka yang tidak memiliki tempat tinggal, katanya. Beberapa bulan sebelum kematiannya, Carlo menggunakan keterampilan digital otodidaknya untuk membuat situs web keajaiban pengarsipan. Dia juga menikmati bermain sepak bola dan online game.

Setelah putranya meninggal, Acutis mengatakan kepada The Instances bahwa orang-orang dari seluruh dunia telah memberitahunya tentang keajaiban medis, termasuk penyembuhan ketidaksuburan dan kanker, yang terjadi setelah mereka berdoa kepada putranya.

“Carlo adalah jawaban terang terhadap sisi gelap internet,” kata ibunya, seraya menambahkan bahwa beberapa pengagum menjulukinya sebagai “pemberi pengaruh bagi Tuhan.”

“Kehidupan Carlo dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana web dapat digunakan untuk kebaikan, untuk menyebarkan hal-hal baik,” tambah Ms. Acutis.

Perjalanan Carlo menuju kanonisasi dimulai pada tahun 2020, setelah Keuskupan Assisi, tempat keluarganya memiliki properti, mengajukan petisi kepada Vatikan untuk mengenali dia sebagai orang suci.

Pada bulan Februari 2020, Paus Fransiskus menghubungkan penyembuhan seorang anak laki-laki dengan pankreas yang cacat kepada Carlo setelah anak itu bersentuhan dengan salah satu bajunya. Carlo adalah generasi milenial pertama “dibeatifikasi,” atau diberkati oleh gereja, satu langkah lagi menuju kesucian.

Langkah terakhir bagi Paus adalah menyetujui mukjizat kedua.

Menurut Vatikan, keajaiban kedua melibatkan kesembuhan seorang mahasiswa Kosta Rika yang menderita trauma kepala parah setelah terjatuh dari sepedanya di Florence. Wanita tersebut memerlukan operasi otak besar, dan dokter memperingatkan tingkat kelangsungan hidupnya rendah. Ibu wanita tersebut pergi ke Assisi untuk mendoakan putrinya di makam Carlo di Tempat Suci Pelepasan Keduniawian dan meminta perantaraan Carlo.

Wanita muda itu dengan cepat mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada pernapasan, mobilitas, dan kemampuan bicaranya, kata Vatikan. Sepuluh hari setelah ibu wanita tersebut mengunjungi makam Carlo, hasil CT scan menunjukkan pendarahan di otak wanita tersebut telah hilang, dan dia kemudian dipindahkan ke fasilitas rehabilitasi.

Paus mengatakan pada hari Kamis bahwa dia akan mengadakan pertemuan para kardinal untuk mempertimbangkan kesucian Carlo. Vatikan tidak mengumumkan tanggal upacara kanonisasi resmi.

Jalan Carlo untuk menjadi orang suci milenial pertama adalah sebuah tonggak sejarah, kata Kathleen Sprows Cummings, seorang profesor sejarah di Universitas Notre Dame dan penulis buku “Orang Suci Kita Sendiri: Bagaimana Pencarian Pahlawan Suci Membantu Umat Katolik Menjadi Orang Amerika.”

Carlo menggunakan web dan keterampilan komputernya untuk menyebarkan imannya, menawarkan Gereja Katolik kesempatan untuk menunjukkan sisi yang lebih positif melalui media sosial, katanya. Menjadikan Carlo sebagai orang suci juga dapat membantu gereja terhubung dengan kaum muda Katolik, yang banyak di antara mereka semakin tidak terlibat, katanya.

“Ini adalah contoh orang seperti mereka, yang diharapkan dapat menarik mereka kembali ke gereja,” kata Profesor Cummings.

Redaksi Gerak News

Ketum GP Ansor: Ansor-Banser Akan Bertindak Bila Presiden Jokowi Disakiti!

Gerak News, Jakarta- Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharuddin menyatakan, GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan bertindak bila ada pihak-pihak yang menyakiti Presiden Joko Widodo. Addin beralasan, Jokowi merupakan bagian dari keluarga besar GP Ansor.

“Saya Addin Jauharudin Ketua Umum GP Ansor sekaligus panglima tertinggi Banser menyatakan, sampai kapanpun Bapak Jokowi adalah keluarga besar kami,” kata Addin dalam acara pelantikan GP Ansor 2024-2029 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2024).

Maka siapapun yang menyakitinya dan keluarganya, maka sama saja menyakiti kami keluarga Banser Ansor seluruh dunia,” imbuh dia

Addin kemudian menyebutkan bahwa GP Ansor memiliki cita-cita membangun Republik Indonesia. Ia juga menyebut GP Ansor sebagai lokomotif pemerintahan untuk membangun negara.

Addin lantas mengucapkan terimakasih kepada TNI/Polri karena berhasil mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan baik. Kemudian, di penghujung pidatonya, Addin memberikan sanjungan kepada Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Ada sedikit pantun yang kami ucapkan. Dari Ngawi menuju Karang Kates, sepanjang jalan berjejer pohon sawo. Bapak Jokowi memimpin dengan sukses, akan dilanjutkan oleh Bapak Prabowo,” tutur dia.

Addin diketahui resmi dilantik sebagai ketua umum GP Ansor 2024-2029 menggantikan Yaqut Cholil Quomas yang kini menjabat sebagai menteri agama. Addin Jauharuddin merupakan sosok kader GP Ansor kelahiran Cirebon, Jawa Barat. Sebelum terpilih menjadi ketua umum, Addin menjabat sebagai bendahara umum GP Ansor masa khidmat 2016-2021.

Redaksi Gerak News

Gus Muwafiq Tegaskan Habib Bahar Bin Smith Perlu Dinasihati

Gerak News, Jakarta- Ulama NU, Kiai Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq, ikut menanggapi perilaku Habib Bahar bin Smith. 

Dikutip dari tayangan YouTube Kak Didi Official, pemilik nama lengkap K.H. Ahmad Muwafiq itu menyinggung nama Habib Bahar ketika sedang mengisi tausiah atau ceramah dihadapan jamaah.

Gus Muwafiq yang tampak didampingi seorang habaib ini berharap, agar ada yang menasihati Habib Bahar. 

“Habib-habib teman anda itu dinasehati. Saya itu senang kalau gini (guyon kumpul). Habib Bahar itu kasih tahu jangan sombong. Di sini sudah rukun kok diajak berantem terus,” katanya disambut tawa sejumlah jamaah. 

Kemudian, ia juga sempat menyenggol nama Habib Rizieq. Menurut Gus Muwafiq, Indonesia sudah tidak butuh FPI. 

“Indonesia ini sudah rukun, sudah gitu lah yang seperti ini anda ini tidak banyak lainnya ya gitu. Saya itu senang kalau ada habib rukun gini. Dipukul-pukul gini ya nggak apa-apa,” canda Gus Muwafiq pada seorang habib yang duduk disebelahnya.

“Coba yang lain, nggak boleh, (katanya) itu dalam darah kami ada darah Rasulullah, wah mati aku,” sambungnya. 

Lebih lanjut Gus Muwafiq mengatakan, bahwa karakter orang Jawa itu sederhana dan mudah bergaul. 

“Jadi sudahlah tidak usah teman-teman anda yang begitu membuat orang Jawa jengkel. Ada makam kok tiba-tiba diganti dengan makam siapa gitu, orang Jawa jadi jengkel. Ini dulu makam kakek kami kok jadi lain. Tidak usah begitulah.” Menurut dia, sebaiknya habaib tenang saja. 

“Sudahlah datang, duduk enak kalau maulid diundang bawa bendera. Sudah aman, mengajar tetap santri kiai, TPQ TPA. Yang menyiapkan kambing biar para kiai, yang menyiapkan panggung biar kiai, enggak usah ikut-ikutan, dah tenang aja pokoknya anda rajin mandi tetap ganteng, udah gitu aja,” kelakarnya.

“Serius ini, tenang-tenang, tidak usah ini itu. Sekarang itu kadang-kadang aneh saja, sudahlah tidak usah pakai bilang satu habib lebih mulia daripada 70… tidak perlu ngomong begitu,” tuturnya.  

Lebih lanjut Gus Muwafiq juga sempat menyinggung soal perdebatan nasab yang belakangan ini tengah jadi sorotan.

“Sudahlah tenang diam saja, ditanya nasabnya terputus kalau bisa ya jawab, kalau nggak diem aja, gitu aja. Sama orang Jawa itu enak. Diajak masuk surga bareng juga mau. Sini-sini masuk surga rombongan, ya udah mau aja,” katanya.

“Orang Jawa itu mudah, tidak usah ditunggu cucu Nabi pun, ditunggu tongkat Sunan Kalijaga juga senang. Diajak kumpul gitu aja udah senang,” sambungnya. 

Sekarang banyak yang ribut soal nasab, teruskan saja kalau bisa dijawab, kalau enggak diem saja gitu. Sekarang ada yang cerewet, bertanya anda ini beneran tidak? Makanya orang jawa ini badui, dan orang badui memang suka bertanya dari dulu,” tambahnya.

Redaksi Gerak News

Di Sudan, Pembantaian Oleh Kelompok ‘Reinkarnasi’ Janjaweed Menggila

Gerak News, Jakarta- Lusinan warga sipil dan tentara tewas dalam kekerasan terbaru di kota el-Fasher, Sudan.

Kekerasan mematikan tersebut terjadi pada hari Jumat, 24 Mei 2024.

Menurut informasi dari Minni Minnawi, gubernur setempat, pertempuran di negara tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda lebih dari satu tahun setelah dimulainya konflik.

Setidaknya 30 warga sipil dan 17 tentara tewas dalam serangan di kota itu, kata Minni Minnawi pada hari Sabtu.

“Ini menunjukkan bahwa tujuan mereka yang menyerang el-Fasher adalah untuk memusnahkan kota tersebut,” kata  Minni Minnawi.

Perang di Sudan meletus pada pertengahan April tahun lalu ketika perseteruan antara para pemimpin Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter meledak menjadi kekerasan.

Pertempuran tersebut telah menewaskan ribuan orang, membuat hampir 9 juta orang mengungsi, dan menyebabkan kelaparan dan krisis kemanusiaan yang parah.

Meskipun perang dimulai di ibu kota Khartoum, perang tersebut menyebar ke Darfur dan memicu kekerasan etnis, memunculkan kembali persaingan lama sejak perang brutal di awal tahun 2000-an.

El-Fasher adalah domino terakhir yang jatuh di Darfur karena RSF telah menguasai hampir semua kota utama di negara bagian Sudan barat.

Kemajuan RSF yang stabil di lapangan mendorong mantan pemimpin pemberontak Darfur Minnawi dan Jibril Ibrahim untuk menghentikan netralitas selama berbulan-bulan dan menyatakan pada November tahun lalu niat mereka untuk bergabung dalam perang di pihak SAF.

RSF tumbuh dari apa yang disebut kelompok pemberontak sebagai “Janjaweed”, sebuah kekuatan Arab yang membunuh ribuan warga non-Arab di Darfur selama perang di wilayah tersebut, yang dimulai pada tahun 2003 dan berakhir dengan perjanjian damai pada tahun 2020.

Sejak pengumuman Minnawi dan Ibrahim, tentara Sudan tetap mempertahankan kehadirannya di kota tersebut, menjadikannya benteng terakhir pasukan yang berperang melawan RSF.

“Koordinasi Pasukan Sipil Demokratik [sipil] dan kelompok-kelompok yang mensponsori dan mendanainya menunggu dengan sabar jatuhnya el-Fashir untuk mendeklarasikan lahirnya negara milisi rasial mereka di atas tengkorak putra Darfur di Sudan barat. ,” kata Minnawi merujuk pada kelompok sipil yang dituduh berpihak pada RSF.

Ribuan warga sipil terjebak akibat pertempuran tersebut.

Alex de Waal, direktur eksekutif Yayasan Perdamaian Dunia, mengatakan jatuhnya el-Fashir dapat menyebabkan kebrutalan yang lebih besar terhadap warga sipil dan kelaparan sudah terjadi di Darfur.

Redaksi Gerak News