Energi Juang News, Jakarta – Militer Sudan mengumumkan keberhasilannya merebut kembali ibu kota Khartoum dari Pasukan Dukungan Cepat (RSF) pada Kamis (27/3/2025), menandai berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama dua tahun.
Juru bicara militer, Nabil Abdallah, menyatakan bahwa pasukan mereka telah menghancurkan sepenuhnya para pejuang RSF dan menyita banyak peralatan serta senjata milik musuh.
“Pasukan kami menghancurkan sepenuhnya para pejuang, peralatan musuh, dan menyita banyak peralatan juga senjata,” ujar Abdallah dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah.
Ia menambahkan bahwa militer akan terus maju hingga seluruh negeri bersih dari anggota RSF dan pendukungnya. “Kami akan terus maju di semua lini hingga kemenangan diraih dan negara ini bersih dari anggota RSF serta pendukungnya,” tegas Abdallah.
Sejak April 2023, RSF telah menduduki Khartoum, menyebabkan pertempuran sengit di ibu kota. Militer Sudan melancarkan serangan balik dan berhasil merebut kembali wilayah strategis tersebut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan tentara Sudan merayakan kemenangan mereka di dalam istana presiden yang sebelumnya dikuasai RSF.
Perang saudara yang berlangsung hampir dua tahun ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan lebih dari 12 juta orang mengungsi, menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
PBB melaporkan bahwa banyak warga sipil yang mengalami kekerasan selama konflik, termasuk penembakan tanpa pandang bulu dan kekerasan seksual.
Dengan direbutnya kembali Khartoum, militer Sudan berharap dapat memulihkan stabilitas dan keamanan di negara tersebut. Namun, tantangan besar masih menanti dalam proses rekonstruksi dan rekonsiliasi nasional pasca-konflik.
Redaksi Energi Juang News



