Minggu, Maret 15, 2026
spot_img
BerandaInternasionalPresiden Kolombia Tolak Tuduhan Sebagai Pengedar Narkotika dari Trump

Presiden Kolombia Tolak Tuduhan Sebagai Pengedar Narkotika dari Trump

Energi Juang News, Bogota- Tuduhan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditolak keras Presiden Kolombia Gustavo Petro. Trump sebelumnya menuduh Petro sebagai pengedar narkoba.

Sebelumnya, pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela pada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat lalu, membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada hari Minggu (4/1) waktu setempat, Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia. Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.

Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump,  Senin (5/1/2026).

Ketika ditanya apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: “Kedengarannya bagus bagi saya.

“Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang,” klaim Trump tanpa bukti.

Petro menolak tuduhan tersebut dengan mengatakan “namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan.”

Berhenti memfitnah saya, Tuan Trump,” tulis Petro di platform media sosial X.

Bukan seperti itu cara Anda mengancam seorang presiden Amerika Latin yang muncul dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian,” ujarnya.

Petro telah mengkritik keras aksi militer pemerintahan Trump di kawasan itu dan menuduh Washington menculik Maduro “tanpa dasar hukum.

Dalam unggahan selanjutnya di X pada hari Minggu, Petro menambahkan, “teman tidak boleh mengebom.

Kementerian Luar Negeri Kolombia menyebut ancaman presiden AS itu sebagai “campur tangan yang tidak dapat diterima” dan menuntut “penghormatan.

Kolombia dan Amerika Serikat adalah sekutu militer dan ekonomi utama di kawasan itu, tetapi hubungan mereka telah tegang belakangan ini.

Sejak awal masa jabatan kedua Trump, kedua pemimpin tersebut kerap berselisih mengenai isu-isu seperti tarif dan kebijakan migrasi.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments