Rabu, Juni 24, 2026
spot_img
BerandaInternasionalEksekusi Mati Arab Saudi Capai 100 Orang pada 2026

Eksekusi Mati Arab Saudi Capai 100 Orang pada 2026

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah Arab Saudi kembali menambah jumlah terpidana yang menjalani hukuman mati pada tahun ini. Setelah pelaksanaan eksekusi terhadap tujuh orang dalam dua hari terakhir, total kasus eksekusi yang dilakukan kerajaan tersebut sepanjang 2026 mencapai 100 orang.

Data resmi menunjukkan sebagian besar eksekusi berkaitan dengan kasus narkotika. Situasi ini kembali memicu sorotan dari kelompok hak asasi manusia internasional yang menilai praktik tersebut semakin mengkhawatirkan.

Mayoritas Eksekusi Terkait Kasus Narkotika

Berdasarkan laporan AFP pada Rabu (24/6/2026), lima dari tujuh orang yang dieksekusi pada Selasa (23/6) dijatuhi hukuman mati atas tuduhan perdagangan narkoba.

Dengan tambahan tersebut, jumlah eksekusi yang berkaitan dengan pelanggaran narkotika mencapai 65 kasus sepanjang tahun ini. Dari angka tersebut, 43 orang merupakan warga negara asing, menurut perhitungan berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Pada Senin (22/6), Amnesty International mengecam peningkatan jumlah eksekusi tersebut. Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di London itu menyebut angka tersebut sebagai “tonggak suram” yang menunjukkan penggunaan hukuman mati yang dinilai tidak bermoral dan bertentangan dengan hukum internasional.

Amnesty juga menyoroti tingginya jumlah warga asing yang menjadi terpidana dalam kasus narkotika. Menurut organisasi tersebut, banyak dari mereka menghadapi proses hukum yang dianggap tidak memenuhi prinsip peradilan yang adil.

Warga Asing Jadi Sorotan

Amnesty International menyatakan warga negara asing menanggung dampak terbesar dari penerapan hukuman mati untuk kasus narkotika di Arab Saudi.

Organisasi itu juga mengungkap kekhawatiran terhadap sedikitnya 63 warga Ethiopia yang ditahan di fasilitas penahanan Khamis Mushait, wilayah barat daya Arab Saudi. Mereka disebut berisiko menghadapi eksekusi dalam waktu dekat karena kasus serupa.

Baca juga :  Kecelakaan Pesawat Air India AI171 Tewaskan 241 Orang, Satu Penumpang Selamat

Dari total 100 orang yang dieksekusi sepanjang 2026, sebanyak 48 orang merupakan warga Arab Saudi. Sementara itu, 12 orang berasal dari Ethiopia, tujuh dari Pakistan, enam dari Sudan, empat dari Yaman, dan empat lainnya dari Suriah.

Rekor Eksekusi dan Kritik Internasional

Sepanjang 2025, Arab Saudi tercatat mengeksekusi 356 orang. Sebanyak 243 di antaranya terkait pelanggaran narkotika. Amnesty International menyebut angka tersebut sebagai rekor tertinggi sejak organisasi itu mulai mendokumentasikan data eksekusi pada 1990.

Arab Saudi kembali memberlakukan hukuman mati untuk kasus narkotika pada akhir 2022 setelah sebelumnya menghentikan penerapannya selama sekitar tiga tahun.

Menurut Amnesty International, Arab Saudi menempati posisi ketiga negara dengan jumlah eksekusi tertinggi di dunia dalam tiga tahun terakhir, setelah China dan Iran.

Kebijakan tersebut terus menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia. Mereka menilai penggunaan hukuman mati berlebihan dan bertolak belakang dengan upaya Arab Saudi membangun citra sebagai negara yang lebih modern di mata dunia.

Di sisi lain, pemerintah Arab Saudi menegaskan hukuman mati diperlukan untuk menjaga ketertiban umum. Otoritas setempat juga menyatakan eksekusi hanya dilakukan setelah seluruh proses banding dan jalur hukum tersedia telah ditempuh.

 

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments