Senin, Mei 25, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 812

SKK Migas Siapkan Dua Kargo LNG Untuk PGN

Diperlukan Menambal Pasokan Defisit Gas Pipa

Gerak News, Jakarta- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan dua kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) tambahan untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau PGN (PGAS). Kargo gas alam cair itu bakal di tarik dari Kilang Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat. 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Suryodipuro menuturkan PGN telah menyampaikan rencana untuk mengambil 2 kargo pada triwulan ketiga tahun ini. 

“Terkait harga [kontrak] saat ini masih menunggu penawaran dari PGN lalu kemudian akan didiskusikan dengan penjual dan SKK Migas,” kata Hudi, Kamis (18/4/2024). 

Menurut Hudi, harga itu nantinya dapat berbentuk formula dengan mengacu pada harga minyak mentah Indonesia. 

Sementara itu, Hudi menerangkan, tambahan kargo itu belakangan di perlukan untuk menambal pasokan defisit gas pipa dari beberapa lapangan di kawasan Sumatera Bagian Tengah, Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat. 

Beberapa lapangan yang mengalami penurunan salur gas itu di antaranya, Blok Corridor, PEP Sumatera Selatan (Regional 1), PEP Jawa Barat (Regional 2), PHE Jambi Merang dan sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di kawasan tersebut. 

Hudi menuturkan saat ini perusahaan gas negara itu tengah melakukan sosialiasai atau penjajakan kepada industri pengguna terkait dengan opsi pengalihan sumber gas dari pipa menjadi LNG. 

“Di mana harga yang akan di bayarkan oleh enduser akan meningkat seiring dengan harga LNG memiliki biaya tambahan di antaranya biaya kapal, regasifikasi dan transportasi lainnya jika di perlukan,” kata dia. 

Sebelumnya, PGN meminta tambahan sekitar 2 kargo hingga 3 kargo pada triwulan ketiga tahun ini. 

“Kebutuhan LNG PGN untuk tahun 2024 ini sebesar 2 sampai 3 kargo, saat ini PGN sedang mendiskusikan dengan pemasok LNG yang berasal dari domestik, baik LNG dari Bontang maupun LNG dari Tangguh,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama saat di konfirmasi, Kamis (18/4/2024). 

Rachmat menuturkan pemanfaatan LNG itu nantinya perlu mempertimbangkan ketersediaan jadwal pengiriman kargo dari produsen serta jadwal di terminal LNG Lampung untuk menjamin pemanfaataan LNG secara berkelanjutan. 

Di sisi lain, kata dia, perseroan masih dalam tahap pembahasan ihwal harga kontrak bersama dengan pemasok LNG dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana SKK Migas. 

“Prosesnya masih berjalan sampai dengan saat ini terutama yang terkait dengan aspek logistik dan komersial yang memerlukan persiapan dan tinjauan dari para pihak. Untuk harga penetapannya akan di lakukan oleh Menteri ESDM,” kata Rachmat. 

Perusahaan gas negara itu memproyeksikan kebutuhan permintaan gas bumi di Sumatra Tengah, Sumatra Selatan, dan Jawa bagian barat untuk 2024-2034 memerlukan penambahan pasokan gas hasil regasifikasi LNG sebesar 73 billion british thermal unit per day (BBtud) sampai dengan 355 BBtud.  

Estimasi itu mengambil porsi 12% sampai dengan 54% dari keseluruhan pasokan gas untuk permintaan pelanggan PGN di tiga kawasan tersebut. 

Redaksi Gerak News

Pertamina Pantau Dampak Memanasnya Geopolitik Terhadap Sektor Energi

Energi Juang News, Jakarta- Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina secara intens terus memantau perkembangan terkini dan dampak memanasnya geopolitik terhadap rantai pasok energi global.

Nicke menyebut fluktuasi minyak dunia akan kian dinamis pasca meningkatnya ketegangan yang terjadi di timur tengah.

“Kita akan terus meningkatkan upaya mitigasi risiko untuk mengurangi potensi dampak dari dinamika situasi ekonomi dan geopolitik, termasuk pegendalian biaya, pemilihan komposisi crude yang optimal, pengelolaan inventory yang efektif, peningkatan produksi high-yield products dan efisiensi di semua lini operasional,” ujar Nicke.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso memastikan BRI akan menerapkan langkah ketat dalam rencana aksi korporasi ke depan.

BRI, lanjut Sunarso, juga secara prudent dan terukur akan menjaga porsi kredit yang terdampak oleh volatilitas rupiah, suku bunga, dan harga minyak secara proporsional.

“Tentu seperti arahan Pak Menteri, kita akan melaksanakan stress test dan juga mempersiapkan berbagai skenario terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada perekonomian tanah air karena dinamika kondisi ekonomi dan geopolitik global,” kata Sunarso.

Redaksi Energi Juang News

ESDM Kaji Tawaran Venezuela Untuk Kelola Blok Migas

Gerak News, Jakarta- Kementerian ESDM mengatakan Venezuela telah menawarkan sejumlah blok migas kepada Indonesia. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menyebut dari blok yang di tawarkan, ada beberapa yang menarik.

“Ada yang menarik tapi kami belum bisa action langsung, kemungkinan kami kaji dulu. Kami harap konflik di sana bisa selesai,” kata Tutuka di Kementerian ESDM pada Selasa (16/4).

Venezuela merupakan sebuah negara yang berada di Amerika Selatan. Negara ini tergabung menjadi anggota organisasi pengekspor minyak dunia (OPEC). Melansir data BP Statistical Review of World Energy 2021 atau edisi ke 70, Venezuela memiliki total cadangan minyak terbukti atau proven sebanyak 303,8 miliar barel.

Angka tersebut mewakili 17,5% dari total cadangan minyak terbukti di seluruh dunia yang mencapai 1.732 miliar barel pada akhir 2020. Venezuela berhasil mengungguli kepemilikan total cadangan minyak terbukti Arab Saudi 17,2% dan Kanada 9,7%.

Selain menarik, Tutuka mengatakan blok-blok yang di tawarkan Venezuela sebagian besar investasinya murah. Kendati demikian, Indonesia masih belum dapat mengambil sikap akan keadaan ini.

“Venezuela kan masih kena sanksi dengan minyak. Jadi dengan situasi saat ini kami harus berhati-hati karena kondisi politik di sana kurang menguntungkan untuk dilakukan kerja sama itu,” ujarnya.

Berdasarkan data BP, pada akhir 2000 total cadangan minyak proven Venezuela hanya mencapai 76,8 miliar barel. Total cadangan kemudian melonjak pesat hampir tiga kali lipat pada akhir 2010-an yang menjadi 296,5 miliar barel. Lalu kembali mengalami peningkatan menyentuh angka 303,8 miliar pada akhir 2020.

Sebagai informasi, pada akhir Januari lalu Indonesia menjajaki kerjasama di sektor minyak dan gas (migas) dengan Venezuela. Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman (MOU) yang di tandatangani oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea.

“Energi memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian. Oleh karena itu, kami mencatat bahwa kedua negara dapat berbagi peluang bisnis yang memungkinkan di sektor energi, terutama di bidang minyak dan gas,” kata Arifin tasrif dalam siaran pers yang di kutip pada Senin (29/1).

MoU yang di tandatangani ini terdiri dari beberapa hal. Pertama, kerja sama bisnis hulu migas antar kedua negara. Kedua, penerapan peningkatan perolehan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery).

Ketiga, pengembangan dan penerapan teknologi serta praktik terbaik untuk mengurangi dampak lingkungan di bidang energi. Keempat, penyimpanan dan penangkapan karbon dan pengurangan gas suar bakar.

Kelima, bidang-bidang usaha yang di sepakati oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan/atau swasta dari para pihak tanpa merugikan atau menyesuaikan dengan kontrak serta perjanjian yang ada.

Melalui payung perjanjian antar kedua negara tersebut, Pertamina melalui Pertamina International EP (PIEP) di harapkan bisa menjajaki peluang dalam mengakuisisi blok-blok migas baru Venezuela. Hal itu juga untuk menguatkan eksistensi PIEP yang telah berinvestasi di Venezuela melalui perusahaan Maurel et Prom (M&P).

Redaksi Gerak News

PBNU Sambut Gembira Rencana Kedatangan Paus Fransiskus Ke Indonesia

Saat dunia pulih,kabar baik itu akhirnya datang

Gerak News, Jakarta- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyambut gembira rencana kedatangan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus ke Indonesia yang di jadwalkan pada 3-6 September 2024.

“PBNU ikut menyambut gembira dan bangga dengan kehadiran Paus ke Indonesia dan kami mengucapkan selamat kepada umat Katolik di Indonesia atas kunjungan Paus Fransiskus,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Kamis.

Pria yang akrab di sapa Gus Yahya ini mengatakan rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia sudah di bicarakan sejak 2018. Namun karena pandemi COVID-19 kunjungan Paus tertunda.

Saat dunia kembali pulih, kata dia, kabar baik itu akhirnya datang. Pemerintah Indonesia terus melakukan persiapan kunjungan, baik bersama Takhta Suci Vatikan maupun pemangku kepentingan terkait.

“Alhamdulillah sekarang nampaknya terkonfirmasi dan terjadwal bahwa Paus akan berkunjung ke Indonesia,” katanya.

PBNU, kata Gus Yahya, dalam beberapa waktu terakhir sudah terlibat dalam kerja sama langsung untuk agenda-agenda bersama Vatikan. NU dan pimpinan Gereja Katolik di Vatikan sama-sama terlibat dalam satu inisiatif gerakan internasional.

Paling dekat, kata dia, PBNU telah menginisiasi konferensi global R20 hingga ISORA yang melibatkan para pimpin agama di dunia, termasuk Vatikan. Pertemuan-pertemuan tersebut menghasilkan satu gerakan global untuk kemanusiaan.

Kehadiran Paus ke Indonesia mudah-mudahan jadi kesempatan untuk mempererat komunikasi antara NU dengan Vatikan, bukan hanya demi kehidupan umat beragama di Indonesia, tapi upaya-upaya bersama untuk kemanusiaan global,” katanya.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyebut kunjungan Sri Paus memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi umat Katolik, namun juga bagi seluruh umat beragama.

“Kunjungan ini di harapkan akan memperkuat pesan toleransi, persatuan, dan perdamaian dunia,” sebut pernyataan tertulis Kemenlu.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga turut memastikan Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pada September 2024 dan pemerintah sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari otoritas Vatikan terkait hal tersebut.

Berdasarkan surat dari Vatikan yang di terima Pemerintah Indonesia, Paus Fransiskus akan hadir pada 3 September 2024. Ini tentu menjadi suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia,” kata Menag Yaqut.

Redaksi Gerak News

Perdagangan Global Rusia Meningkat, Bukti Sanksi Barat Tidak Berpengaruh

Gerak News, Jakarta – Fokus Rusia dalam mengembangkan dua jalur perdagangan utama yang menghubungkan Eropa dan Asia mungkin akan menempatkan negara tersebut “di pusat sebagian besar perdagangan internasional,” seperti yang di katakan oleh Bloomberg.

Kedua jalur yang di maksud adalah Koridor Transportasi Internasional Utara-Selatan – jaringan rel, jalan, dan jalur pelayaran yang menghubungkan Eropa dan India melalui Rusia, Azerbaijan, dan Iran – dan Rute Laut Utara, yang menghubungkan Eropa dan Asia melalui perairan Arktik Rusia.

Kedua arteri transportasi ini menghindari Terusan Suez dan oleh karena itu tidak terpengaruh oleh situasi volatile saat ini di wilayah tersebut, tak lupa bahwa penggunaannya dapat secara drastis mengurangi waktu dan biaya transit di bandingkan dengan rute Terusan Suez.

Meskipun Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Barat sejauh ini telah menahan diri untuk menggunakan jalur perdagangan ini, “ekonomi utama di Asia dan Teluk” telah menunjukkan minat, demikian di catat oleh media tersebut.

Penggunaan jalur perdagangan ini juga membantu Rusia beralih dari perdagangan dengan Barat ke berurusan dengan ekonomi-ekonomi Asia yang berkembang pesat, dengan demikian lebih mengurangi dampak dari sanksi Barat yang sudah goyah.

Redaksi Gerak News

Pecat Puluhan Karyawan, Google : Menolak Protes Kerjasama Dengan Israel

Karyawan Google mengadakan aksi duduk selama 10 jam di dua kantor

Gerak News, Jakarta – Peristiwa protes sembari duduk yang di lakukan karyawan Google California dan New York selama 10 jam pada selasa 16/4/2024 kemarin, berakhir Google pemecatan.

Para pengunjuk rasa mengecam hubungan perusahaan teknologi tersebut dengan Israel.

Menanggapi protes yang di pimpin oleh kelompok bernama No Tech For Apartheid atas Proyek Nimbus dan kontrak cloud senilai USD1,2 miliar dengan Israel, Google pada Rabu memecat 28 stafnya yang di tuduh mengambil bagian dalam aksi protes tersebut.

“Malam ini, Google tanpa pandang bulu memecat lebih dari dua lusin pekerja, termasuk mereka yang tidak secara langsung berpartisipasi dalam protes bersejarah yang berlangsung selama 10 jam kemarin,” kata sebuah postingan dari No Tech For Apartheid di X.

Chris Rackow, kepala keamanan global Google, menekankan kebijakan nol toleransi perusahaan terhadap perilaku para pengunjuk rasa dalam memo yang dikirimkan kepada seluruh karyawan yang juga beredar di media sosial.

“Perilaku seperti ini tidak mendapat tempat di tempat kerja kami dan kami tidak akan menoleransinya,” kata Rackow.

“Setelah penyelidikan, hari ini kami memutuskan hubungan kerja dengan dua puluh delapan karyawan yang di temukan terlibat. Kami akan terus menyelidiki dan mengambil tindakan yang di perlukan,” tambah dia.

Sebagai tanggapan terhadap pemecatan itu, kelompok No Tech For Apartheid mengutuk tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan pembalasan yang mencolok”.

“Tindakan pembalasan yang mencolok ini merupakan indikasi jelas bahwa Google lebih menghargai kontrak senilai USD1,2 miliar dengan pemerintah dan militer Israel yang melakukan genosida di bandingkan pekerjanya sendiri,” kata kelompok tersebut.

Sekitar 10 jam setelah protes, polisi menangkap sekelompok karyawan di New York dan California, lapor kelompok tersebut di X.

Protes ini juga bertepatan dengan serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza, yang sejak 7 Oktober lalu telah memakan korban jiwa sebanyak 33.800 orang.

Pemecatan tersebut, yang terjadi hanya beberapa jam setelah sembilan karyawan di tahan oleh polisi selama aksi protes di Sunnyvale, California, dan sebuah kantor Google di New York, telah menimbulkan gelombang kontroversi di dalam dan di luar perusahaan.

Redaksi Gerak News

Presiden Turki : Kejahatan Rezim Israel, Melampaui Hitler

Gerak News, Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali mengutuk perang genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza, mengatakan rezim Zionis melampaui pemimpin Nazi Adolf Hitler, termasuk pembantaian hampir 14.000 anak Palestina yang tak bersalah di Jalur Gaza yang terkepung.

Menurut laporan Kantor Berita Turki Anadolu Agency Kamis18/4/2024, pada pertemuan dengan Partai Keadilan dan Pembangunan, Presiden Turki Erdogan mengatakan dukungan Barat pada rezim Zionis telah membuat warga Palestina baik di Gaza maupun di Tepi Barat, menderita.

Pembunuhan warga sipil tak bersalah adalah salah satu peristiwa paling memalukan dalam sejarah umat manusia, katanya.

Erdogan membandingkan perjuangan kelompok-kelompok perlawanan Palestina dengan perang kemerdekaan Turki lebih dari seratus tahun yang lalu dan mengatakan: Kami sangat menyadari bahwa suatu harga harus di bayar untuk mencapai kemerdekaan.

Turki berdiri bersama saudara dan saudari Palestina mereka dalam segala hal, katanya dengan menekankan.

Menurut Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), lebih dari 13.800 anak Palestina telah tewas sejak di mulainya perang di Gaza pada awal Oktober tahun lalu.

Sementara serangan Israel terus berlanjut di Gaza, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada Rabu bahwa jumlah syuhada akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 33.899 dan jumlah luka-luka telah meningkat menjadi 76.664.

Redaksi Gerak News

Menilik Konflik Iran dan Israel: Saatnya Dunia Berubah!

HENDRAJIT

Direktur Eksekutif Global Future Institute

Efek samping bahas serangan Iran ke Israel, banyak yang bahas kemungkinan Perang Dunia III. Sayangnya campur-aduk antara analisis trend, ngeramal, cocokologi sampai ngarep dotkom tumplek jadi satu. Celakanya yang awam sampai cendekiawan, pengamat sampai politisi, ada saja yang pandangannya seperti itu.

Sehingga soal serangan militer Iran ke Israel yang sesungguhnya merupakan komunikasi politik kepada sekutu maupun musuh jadi bias dan melebar ke mana mana. Seakan serangan Iran ke Israel itu abstrak dan tanpa alasan dan pertimbangan yang penuh perhitungan.

Menurut pandangan saya, meskipun perang dunia III tak akan terjadi, bukan berarti dunia internasional business as usual alias baik baik saja. Sekarang pun yang di hadapi kekuatan kekuatan mapan seperti AS dan Eropa adalah suatu disrupsi, suatu kondisi yang cepat atau lambat akan memaksa mereka mengubah aturan main lama jadi aturan main baru. Bukan lewat militer tapi lewat diplomasi dan perundingan.

Nah, serangan Iran ke Israel bukan untuk memicu perang dunia III. Tapi sebagai babak pembuka menggeser perang militer ke perang di meja perundingan.
Di sinilah manuver Iran jadi jelas perspektifnya. Sebagai prakondisi untuk menggalang kekuatan antar negara Timur-Tengah ke meja perundingan untuk menang. Makanya buat saya lucu ketika yang di ributkan kok malah apakah serangan rudal dan drone Iran efektif mengena sasaran atau tidak.

Dan buat Iran nggak ambil pusing kena sasaran atau tidak. Karena pesan sentralnya, nah tuh bareng bareng yang ane kirim dah masuk wilayah ente ye. Dan kite kite orang yang pertama kali lakukan itu. Sampai situ aja peran Iran sebenarnya. Bikin PR buat kekuatan kekuatan global.

Nyatanya memang benar toh. Sejak serangan rudal dan drone Iran ke pangkalan militer Israel, entah tepat sasaran atau nyasar, AS dan negara negara Uni Eropa sibuk rapat tiga hari berturut-turut yang pastinya nyusun respons yang jitu tapi juga menyentuh hakekat dari alasan dan pertimbangan Iran ngirim drone dan rudal ke Israel.

Karena itu tadi, serangan Iran itu sejatinya komunikasi politik. Bukan mau provokasi perang. Bahwa Israel itu buah busuk yang jadi simbol kroposnya tatanan dan desain global hasil rancangan AS dan Barat antara 1947-1973.

Makanya serangan Iran ke Israel merupakan bedug atau lonceng yang menandakan saatnya dunia berubah. Kalaupun kekuatan kekuatan lama masih enggan mengubah tatanan atau desain besarnya, aturan mainnya harus di rubah. Ini yang namanya Disruption. Memaksakan kekuatan kekuatan lama mengubah aturan main baru.

Dan Iran, Suriah, Yaman, Irak dan Lebanon, ada di barisan ini. Arab Saudi dan negara negara Dewan Kerja Sama Teluk seperti Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Yordania, juga sudah ambil ancang ancang gabung kekuatan baru. Di titik simpul alternatif, Cina dan Rusia, dengan senang hati ikut menenun terciptanya ragam kutub/multipolar dalam kerja sama internasional.

Boleh jadi inilah yang pernah diistilahkan Ibu Siti Fadilah Supari mantan menteri kesehatan era SBY: Saatnya Dunia Berubah.

Jadi, mindset kita sebagai bangsa harus siaga buat merespons perkembangan baru. Bukannya berdoa kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa agar Perang Dunia III di segerakan saja. Itu toxic namanya.*

Gus Falah Dukung Pemberian Izin Pertambangan Bagi Ormas

Gus Falah : Pertamina Tak Henti Jaga Kedaulatan Energi

Gerak News, Jakarta- Anggota Komisi VII DPR-RI Nasyirul Falah Amru (Gus Falah)  menyatakan kebijakan pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) ke organisasi kemasyarakatan (ormas) serta organisasi keagamaan untuk mengelola tambang, bisa mewujudkan keadilan ekonomi.

Dengan kebijakan tersebut, Gus Falah menegaskan negara telah memberikan kesempatan yang setara pada semua kalangan untuk melakukan kegiatan ekonomi, dalam hal ini pertambangan.

Dengan kebijakan ini, pemilik modal besar dan korporasi tak lagi mendominasi sektor pertambangan, karena ormas dan organisasi keagamaan yang merupakan representasi rakyat atau civil society punya akses pada kegiatan pertambangan,” ujar Gus Falah, Kamis (18/4/2024).

Politisi PDI Perjuangan itu melanjutkan, pemberian izin usaha pertambangan pada ormas, akan membuka aksesibilitas rakyat pada sektor pertambangan.

Gus Falah, Anggota Komisi VII DPR-RI

Dengan demikian, keadilan ekonomi akan terwujud karena ada kesetaraan dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Kebijakan ini selaras dengan pasal 33 UUD 1945, yang mengamanatkan perekonomian nasional di selenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,” ungkap Gus Falah.

Gus Falah melanjutkan, kebijakan yang juga membuka peluang bagi organisasi keagamaan mengelola tambang ini pun bisa turut mendorong kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan dan dakwah.

Ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah khan memiliki fungsi sosial yang besar untuk masyarakat. Jika mereka di beri kesempatan mengelola pertambangan, akan memberi dampak pada pelayanan masyarakat yang mereka lakukan,” ungkap Gus Falah.

Seperti di ketahui, Kementerian ESDM berrencana melakukan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Beleid pada Pasal 75 A berbunyi (1) Dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, WIUPK dapat di lakukan pemberian secara prioritas kepada badan usaha swasta. (2) Ketentuan mengenai pemberian secara prioritas kepada badan usaha swasta sebagaimana di maksud pada ayat (1) di atur dalam Peraturan Presiden.

Dengan adanya revisi aturan tersebut, ormas maupun organisasi keagamaan akan memiliki kesempatan untuk mengelola tambang.

Dalam draft revisi khususnya pasal 75 A ayat 2, di situ tertulis mengenai Badan Usaha swasta yang di atur dalam Peraturan Presiden. Kemungkinan draft ini berhubungan dengan Perpres No 70 tahun 2023 yang mengatur tentang Pengalokasian Lahan Bagi Penataan Investasi. Pada Pasal 4 ayat 5 Perpres No 70 tahun 2023, di nyatakan bahwa peruntukan lahan dapat  di berikan kepada Pelaku Usaha, meliputi BUM Desa, BUMD, Badan Usaha yang di miliki oleh Organisasi Kemasyarakatan, Koperasi, Badan Usaha yang di miliki oleh usaha kecil dan menengah maupun Badan Usaha dengan skala besar.

Redaksi Gerak News

Coki Dan Tretan Dijauhi Habib Jafar? Ini Faktanya

Gerak News, Jakarta- Komika Tretan Muslim dan Coki Pardede di tuding di jauhi sahabat mereka, Habib Jafar. Konon, hal ini di sebabkan keduanya tak pernah lagi membuat konten bareng.

Tudingan di jauhi Habib Jafar mencuat kala Coki di tangkap polisi terkait kasus penyalahgunaan narkoba, Habib Jafar sudah tidak pernah lagi tampil bersama duo komika yang di kenal dengan dark jokesnya itu.

Terkait tudingan itu Tretan Muslim mengakui memang sudah tidak pernah berkumpul lagi dengan Habib Jafar sejak Coki di tangkap. 

Walaupun begitu, Tretan Muslim mengatakan bahwa tidak ada masalah antara dirinya dengan Habib Jafar.

“Nggak ada masalah sih sama Habib Jafar. Tapi memang sejak Coki ketangkap beliau agak menghindar mungkin dari golongan kita,” ucap Tretan Muslim saat berbincang dengan Praz Teguh di podcast PWK.

Tretan Muslim pun paham alasan Habib Jafar mulai jaga jarak dengannya dan Coki. Statusnya sebagai cucu keturunan Nabi Muhammad SAW tentunya tak ingin dirinya di asosiasikan dengan hal negatif.

“Ya aku sih mengerti. Karena beliau kan Habib, terus juga dia mungkin udah mulai masuk mainstream, dulu kan masih indie dia. Jadi mungkin dia kalau masih ngumpul sama Coki, sama aku, mungkin dia takutnya di asosiasikan sama hal yang kurang bagus,” tutur Tretan Muslim.

Sementara itu, Coki Pardede sendiri mengaku tidak pernah ada masalah dengan Habib Jafar. Ia pun menghargai keputusan Habib Jafar jaga jarak dengannya untuk menjaga nama baik.

“Nggak apa-apa. Karena kan menurut gua beliau kan punya prioritas gitu. Kalau misalnya saat ini prioritas beliau adalah reputasinya ya nggak apa-apa, kita harus menghormati itu. Toh dia juga masih suka mention-mention ke Muslim dan yang lain-lain,” papar Coki Pardede.

Praz Teguh pun menanyakan apakah tidak ada niatan Coki untuk mendatangi Habib Jafar untuk berbincang. Coki justru memiliki jawaban sendiri terkait pertanyaan Praz Teguh itu.

“Lu nggak mau suwon ke dia atau gimana gitu?” tanya Praz Teguh.

“Kayaknya sih gua tanpa dia biasa-biasa aja,” jawab Coki.

Praz Teguh pun kembali memastikan apakah ada masalah atau tidak antara Tretan Muslim dan Coki Pardede dengan Habib Jafar. 

Tretan dan Coki pun kompak menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah ada masalah dengan Habib Jafar.

“Jadi intinya tidak ada masalah dengan Habib Jafar?” tanya Praz memastikan.

“Tidak ada bro,” tegas Coki.

“Tidak ada,” sahut Tretan Muslim.

Redaksi Gerak News