Energi Juang News, Jakarta- Umat Katolik atau Kristen pada hari ini (5/3/2025) memulai masa Prapaskah.
Hari yang dikenal dengan istilah Rabu Abu atau Ash Wednesday ini, dijalani umat Kristen dengan melakukan puasa dan menjauhi beberapa pantangan.
Lalu apa saja aturan puasa dan pantangan Rabu Abu 2025?
Puasa pada Rabu Abu merupakan bentuk pengorbanan dan penahanan diri dari kenikmatan duniawi, serta sebagai ungkapan penyesalan atas dosa yang telah diperbuat.
Selain itu, puasa pada Rabu Abu menjadi tanda pertobatan agar bisa lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
Puasa ini bukan hanya menghindari makan dengan berlebihan. Tetapi juga tentang melatih diri untuk lebih fokus pada Tuhan melalui doa, pertobatan, dan pengendalian diri.
Dikutip dari situs Kemenag, Rabu Abu dalam Gereja Katolik merupakan salah satu hari raya wajib karena merupakan hari pertama masa Prapaskah dalam Tahun Liturgi Gerejawi.
Masa Prapaskah berlangsung selama 40 hari sebelum Hari Paskah, dimulai pada momentum Rabu Abu.
Selain puasa, Rabu Abu juga melibatkan pantangan yang berkaitan dengan pembatasan terhadap makanan dan kebiasaan sehari-hari.
Pantangan ini bertujuan agar semua orang beriman Kristiani dapat melatih pengendalian diri serta menjaga hati dan pikiran agar lebih fokus pada Tuhan.
Lalu, apa saja aturan puasa dan pantangan Rabu Abu 2025?
• Berpantang dan berpuasa dimulai pada Rabu Abu, 5 Maret 2025.
• Yang wajib berpuasa menurut Hukum Gereja yang baru adalah “semua orang yang sudah dewasa sampai awal tahun ke-60”. Kemudian menurut Kitab Hukum Kanonik, yang disebut dewasa adalah yang sudah genap berumur 18 tahun.
• Puasa artinya makan kenyang satu kali sehari.
• Yang diwajibkan berpantang menurut Hukum Gereja yang baru adalah “semua yang sudah berumur 14 tahun ke atas”.
• Pantang yang dimaksud adalah tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya pantang daging, pantang garam, pantang jajan, pantang rokok.
Selain pantangan terhadap makanan, ada beberapa pantangan lain yang mungkin diterapkan pada Rabu Abu, misalnya mengurangi kegiatan duniawi yang tidak produktif dan mengalihkan perhatian ke hal-hal lain yang berfokus pada ibadah untuk Tuhan.
Kemelekatan juga bisa pada kegiatan sehingga bisa saja pantang nonton televisi, pantang shopping, pantang main gim, atau hal-hal lain yang paling disukai.
Redaksi Energi Juang News



