Energi Juang News, Jakarta- Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap fakta terbaru dalam kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Priguna Anugerah Pratama, terhadap kerabat pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Bukti kuat berupa kondom berisi sperma ditemukan di lokasi kejadian.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, menjelaskan bahwa kondom tersebut menjadi salah satu barang bukti utama dalam kasus ini. Kondom yang berisi sperma itu menjadi bukti kuat dalam kasus ini,” ujar Ibrahim. Ia menambahkan bahwa barang bukti tersebut telah diamankan dan akan digunakan dalam proses penyidikan lebih lanjut.
Selain itu, Ibrahim mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan, Priguna diduga memiliki fetish terhadap orang yang tidak sadarkan diri. “Itu diakui sendiri oleh tersangka,” kata Ibrahim. Hal ini diduga menjadi motif di balik tindakannya terhadap korban yang merupakan kerabat pasien di RSHS Bandung.
Sebelum penangkapan, Priguna sempat mencoba bunuh diri beberapa hari sebelumnya. “Sebelum ditangkap, yang bersangkutan sempat melakukan percobaan bunuh diri,” ungkap Ibrahim. Namun, upaya tersebut dapat digagalkan, dan Priguna kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Pihak kepolisian juga menduga bahwa korban dari tindakan Priguna lebih dari satu orang. Saat ini, terdapat dua korban lain yang masih dalam proses pendalaman. “Masih ada dua korban lagi yang diduga dilecehkan oleh tersangka,” jelas Ibrahim. Namun, hingga kini, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan dari kedua korban tersebut.
Menanggapi kasus ini, Kementerian Kesehatan telah meminta Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) untuk mencabut Surat Tanda Registrasi (STR) dan membatalkan izin praktik Priguna. Langkah ini diambil sebagai respons atas tindakan yang dilakukan oleh Priguna yang dinilai mencoreng profesi kedokteran.
Redaksi Energi Juang News



