Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
BerandaInternasionalGelombang Kecaman Dunia Islam atas Penyerbuan Ekstremis Israel ke Masjid Al-Aqsa

Gelombang Kecaman Dunia Islam atas Penyerbuan Ekstremis Israel ke Masjid Al-Aqsa

Energi Juang News, Jakarta- Negara-negara Arab dan komunitas internasional mengecam keras tindakan ekstremis Israel yang menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Insiden ini terjadi pada 17 September 2023, bertepatan dengan perayaan Rosh Hashana, Tahun Baru Yahudi.

Uni Emirat Arab (UEA) melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Masjid Al-Aqsa harus mendapatkan perlindungan penuh dan mendesak penghentian pelanggaran serius serta provokatif yang terjadi di sana.

UEA juga menyerukan kepada otoritas Israel untuk menghentikan eskalasi dan menghindari ketegangan serta ketidakstabilan di kawasan.

Arab Saudi turut mengecam penyerbuan tersebut. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa tindakan ekstremis Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap norma dan konvensi internasional serta provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

Mesir menegaskan kembali bahwa Masjid Al-Aqsa adalah tempat ibadah Muslim murni dan menyerukan tindakan internasional yang tegas untuk mengutuk pelanggaran ini serta memberikan perlindungan yang diperlukan bagi rakyat Palestina.

Kementerian Luar Negeri Mesir juga menyatakan bahwa tindakan provokatif tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan status quo historis serta hukum di Yerusalem.

Pakistan bergabung dengan negara-negara Muslim lainnya dalam mengutuk serbuan Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa tindakan provokatif tersebut melanggar kesucian Kiblat Pertama dan melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Qatar, Yordania, Kuwait, Turki, dan Arab Saudi juga mengecam serangan Israel di tempat suci Islam tersebut. Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa praktik provokatif Israel adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengubah status historis dan hukum Masjid Al-Aqsa serta memperingatkan bahwa provokasi simultan dengan agresi baru Israel di Jalur Gaza akan menyebabkan eskalasi berbahaya dan gelombang kekerasan.

Baca juga :  Menanti Pemimpin Baru: Siapa Pengganti Paus Fransiskus?

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk keras insiden tersebut dan menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia.

PBB melalui juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyatakan bahwa mereka menentang segala upaya untuk mengubah status quo di tempat-tempat suci.

Insiden ini memicu protes di Tepi Barat yang diduduki dan serangan roket dari Gaza ke Israel. Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan adanya korban luka akibat serangan tersebut, namun tidak merinci jumlah pasti.

Saksi mata menyebut bahwa pasukan Israel menggunakan kekuatan berlebihan seperti granat kejut dan gas air mata, menyebabkan para jemaah mengalami luka hingga sesak napas.

Perdana Menteri Otoritas Palestina, Mohammad Shtayyeh, menyatakan bahwa yang terjadi di Yerusalem adalah kejahatan besar terhadap para jemaah dan menegaskan bahwa salat di Masjid Al-Aqsa adalah hak umat Muslim, bukan atas izin pendudukan Israel.

Komunitas internasional menyerukan penghormatan terhadap status historis dan hukum Masjid Al-Aqsa serta menghentikan tindakan provokatif yang dapat memicu eskalasi konflik di kawasan.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments