Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaInternasionalMenanti Pemimpin Baru: Siapa Pengganti Paus Fransiskus?

Menanti Pemimpin Baru: Siapa Pengganti Paus Fransiskus?

Energi Juang News, Jakarta— Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada usia 88 tahun, Gereja Katolik menghadapi momen penting dalam sejarahnya. Dewan Kardinal akan segera berkumpul di Kota Vatikan untuk memilih Paus baru melalui proses konklaf yang khidmat dan rahasia di Kapel Sistina. Para kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak pilih akan melakukan beberapa putaran pemungutan suara hingga seorang calon paus mendapat dua pertiga suara dukungan

Menariknya, kali ini perhatian tertuju pada para calon dari Asia dan Afrika, dua kawasan yang biasanya kurang terwakili dalam hierarki tertinggi Gereja Katolik.

Peter Turkson (Ghana)

Kardinal Peter Turkson dikenal sebagai salah satu pemimpin gereja dari Afrika yang paling energetik dan dihormati di kancah internasional. Mantan Uskup Agung Cape Coast berusia 76 tahun itu ditunjuk sebagai Kardinal oleh Paus Yohanes Paulus II pada 2003 dan memainkan peranan penting di era Paus Fransiskus sebagai kepala Dewan Pontifikal untuk Keadilan dan Perdamaian. Turkson dikenal di lingkaran gereja sebagai pembela respons perubahan iklim, kemiskinan, dan keadilan ekonomi. Ia ditugaskan Paus Fransiskus sebagai duta perdamaian untuk Sudan Selatan. Jika terpilih, Turkson akan menjadi Paus berkulit hitam pertama dan menjadi langkah bersejarah yang akan semakin mengeratkan jalinan antara Gereja Katolik dan Afrika.

Luis Antonio Tagle (Filipina)

Seorang calon kuat lainnya adalah Luis Antonio Tagle, mantan Uskup Agung Manila yang kerap dijuluki “Fransiskus dari Asia. Kardinal berusia 67 tahun itu kini bertugas sebagai Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa. Dikenal sebagai kardinal yang liberal, Tagle senantiasa membela keadilan sosial dan inklusivitas serta kasih bagi kaum papa dan terpinggirkan. Jika terpilih, Tagle akan menjadi Paus pertama dari Benua Asia, sebuah titik baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Baca juga :  Hizbullah Nyatakan Balas Dendam atas Kematian Khamenei

Pietro Parolin (Italia)

Kardinal Pietro Parolin bertugas sebagai Kardinal Sekretaris Negara di bawah Paus Fransiskus sejak 2013. Ia berperan besar dalam negosiasi antara Vatikan dengan pemerintah China dan negara-negara Timur Tengah. Sebagai salah satu pejabat yang paling berpengalaman di Vatikan, Kardinal berusia 70 tahun itu juga telah bertugas di Dewan Kardinal sejak 2014. Parolin dikenal sebagai seorang yang terus membela respons perubahan iklim, kemiskinan, dan keadilan ekonomi.

Peter Erdo (Hongaria)

Seorang kardinal dari Hongaria, Erdo merupakan tokoh konservatif dalam Gereja Katolik dan pernah menjabat sebagai Presiden Dewan Konferensi Uskup Eropa. Ia menentang pemberian komuni bagi umat Katolik yang telah bercerai dan menikah kembali.

Dengan berbagai latar belakang dan pandangan yang berbeda, para kandidat ini mencerminkan keragaman dalam Gereja Katolik. Pemilihan Paus baru akan menjadi penentu arah Gereja di masa depan, apakah akan melanjutkan reformasi yang telah dimulai oleh Paus Fransiskus atau kembali ke pendekatan yang lebih tradisional.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments