Energi Juang News, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto melakukan komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara Muslim melalui sambungan telepon. Salah satu yang dihubungi adalah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Selasa (24/3/2026).
Bahas Isu Global hingga Konflik Iran–Israel
Pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya di akun Instagram @anwaribrahim_my, Anwar menyebut keduanya bertukar pandangan terkait berbagai isu internasional yang tengah berkembang. “Termasuk konflik Iran-Israel,” tulis Anwar, Selasa, 24 Maret 2026.
Kedua pemimpin menyoroti pentingnya pendekatan diplomasi yang konsisten dalam menghadapi dinamika kawasan maupun global. Mereka juga sama-sama mendorong upaya perdamaian, khususnya terkait konflik di Asia Barat.
Anwar menegaskan Malaysia terus memperkuat langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Israel. “Supaya ketegangan dapat diredakan, nyawa orang awam dilindungi, serta ruang rundingan yang bermakna dapat dibuka ke arah penyelesaian yang aman dan berkekalan,” ujar Anwar.
Rencana Pertemuan dan Penguatan Hubungan Bilateral
Selain membahas isu global, kedua tokoh juga sepakat menjadwalkan pertemuan dalam waktu dekat. Anwar bahkan mengusulkan rencana kunjungan kenegaraan ke Jakarta sebagai langkah konkret mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.
Langkah ini dinilai penting di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Hubungan erat kedua negara diharapkan mampu mendorong stabilitas kawasan sekaligus memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor.
Silaturahmi Prabowo dengan Pemimpin Dunia Islam
Sebelumnya, Prabowo juga menyampaikan ucapan Idul Fitri melalui telepon kepada sejumlah pemimpin negara Muslim. Mereka di antaranya Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, serta Anwar Ibrahim.
Ucapan serupa disampaikan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Rangkaian komunikasi tersebut mencerminkan upaya Indonesia memperkuat diplomasi dengan negara-negara Muslim sekaligus menjaga dialog terbuka terkait isu perdamaian dunia.
Redaksi Energi Juang News



