Energi Juang News, Jakarta– Ketua Koalisi Pemuda Mahasiswa Peduli Demokrasi (KPMPD) Aditya Pratama Hermon Sekaligus Kader GMNI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Metro Jaya atas keberhasilan mengungkap dan menangkap tersangka kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis masyarakat sipil baru-baru ini. Langkah cepat ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga ruang aman bagi demokrasi.
Apresiasi Aktivis Muda untuk Langkah Cepat Polda Metro
Aditya Pratama Hermon menyatakan bahwa tindakan tegas di bawah arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Suheri, merupakan sinyal kuat bahwa negara tidak memberikan ruang bagi premanisme dan upaya pembungkaman suara kritis melalui kekerasan.
Dia menegaskan bahwa insiden penyiraman air keras merupakan bentuk teror fisik yang bertujuan untuk menciptakan ketakutan (culture of fear) di kalangan aktivis dan mahasiswa. Namun, keberhasilan Polda Metro Jaya dalam waktu singkat untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku telah mematahkan upaya intimidasi tersebut.
Baca juga : Gus Falah Desak Polri dan Komnas HAM Bongkar Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
“Kami mengamati dengan bersama bagaimana tim di bawah komando Irjen Pol. Asep Suheri bekerja secara profesional dan transparan. Penangkapan ini adalah jawaban atas keraguan publik dan pengembalian rasa aman terhadap masyarakat dalam menyampaikan Aspirasi dan kritik. Ini membuktikan bahwa negara hadir dan tidak kalah oleh aksi premanisme,” tegas Aditya di Jakarta.
Dalam narasi yang disampaikan, KPMPD menyoroti kepemimpinan Irjen Pol. Asep Suheri yang dinilai sangat memahami urgensi perlindungan terhadap kebebasan berpendapat. Sebagai barometer keamanan nasional, stabilitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya sangat bergantung pada rasa aman masyarakat dalam berekspresi.
Penangkapan Pelaku dan Pesan Melawan Teror terhadap Aktivis
Try Rahman Yusuf, Sekretaris Jendral Koalisi Pemuda Mahasiswa Peduli Demokrasi dan juga kader PMII menyatakan meskipun tersangka telah diamankan, KPMPD mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil untuk terus mengawal kasus ini hingga mencapai meja hijau. Hal ini penting untuk memastikan bahwa motif di balik serangan tersebut terungkap secara terang benderang, termasuk jika ada aktor intelektual yang terlibat.
“Kami berdiri di belakang Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus ini. Keberanian Irjen Asep Suheri dalam menindak tegas pelaku kekerasan terhadap aktivis adalah preseden baik bagi masa depan demokrasi kita,” Tri Rahman Yusuf.
KPMPD berharap agar semangat perlindungan terhadap masyarakat sipil ini terus dipertahankan, dan menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi diskusi, kritik, serta dialektika demi kemajuan bangsa.
Redaksi Energi Juang News



