Energi Juang News, Jakarta- Di sebuah desa sunyi di Cirebon, hidup seorang gadis remaja bernama Vita. Hubungan asmaranya dengan seorang pemuda baru seumur jagung—baru sebulan berpacaran—membawa petaka tak terduga. Karena sering melihat pemuda itu mengantar Vita pulang, warga desa memaksa keluarga Vita untuk segera menikahkan mereka. Tak mampu melawan tekanan sosial, keluarga Vita akhirnya menyetujui pernikahan yang digelar dalam waktu seminggu.
Salah satu warga desa pun berkisah, sejak persiapan pernikahan dimulai, gangguan gaib mulai bermunculan. Saat pemasangan tenda, seorang pria tua tiba-tiba kesurupan, tubuhnya gemetar hebat, lalu berteriak dengan suara parau, memperingatkan agar pernikahan itu dibatalkan. Warga yang menyaksikan kejadian itu merasa resah, namun keluarga Vita memilih mengabaikannya.
Malam harinya, kengerian semakin menjadi. Bola api misterius tampak berputar-putar di atas rumah Vita, disertai ledakan keras yang mengguncang udara. Anehnya, Vita dan keluarganya mengaku tak mendengar apapun. Suasana desa semakin mencekam.
Hari pernikahan berlangsung tanpa kendala, seolah-olah semua pertanda buruk hanyalah isapan jempol belaka. Namun, tiga hari setelah pesta usai, bencana yang sebenarnya terjadi. Suami Vita melarikan diri di tengah malam, membawa kabur seluruh uang sumbangan dari para tamu undangan serta motor kesayangan Vita. Sejak malam kelam itu, pria tersebut menghilang tanpa jejak, meninggalkan Vita dan keluarganya dalam nestapa yang mendalam.
Beberapa tahun menjanda Vita akhirnya memberanikan diri menikah lagi dengan duda dikampungnya. Namun setelah setahun pernikahan Vita melihat dikala berhubungan suami istri yang dilihat Vita suami pertamanya namun sekujur tubuhnya berubah menjadi seperti genderuwo, mengerikan. Setelah kejadian itu membuat Vita trauma takut luar biasa . Dan tak tahan akhirnya Vita memutuskan bercerai dengan suami keduanya.
Usut punya usut ada kabar ternyata suami pertama Vita menganut Gendam dan Santet yang menggegerkan. Ternyata suami pertama Vita itu sudah memakan korban gadis didesa desa yang lain, dan berujung bunuh diri.
Kisah ini menjadi legenda menyeramkan di desa tersebut, menjadi pelajaran pahit tentang bahaya mengabaikan peringatan dari alam gaib.
Redaksi Energi Juang News



