Rabu, April 22, 2026
spot_img
BerandaTeknologiTrump Akan Kembali Perpanjang Waktu Penjualan Tiktok

Trump Akan Kembali Perpanjang Waktu Penjualan Tiktok

Energi Juang News, Jakarta- Perpanjangan waktu bagi ByteDance menjual aset Tiktok di Amerika Serikat (AS) akan kembali diberikan oleh Presiden AS Donald Trump.

Hal itu dilakukan Trump, bila kesepakatan itu tak tercapai pada tenggat 19 Juni.

“Saya ingin melihatnya selesai,” kata Trump diberitakan Nikkei Asia yang menjelaskan hal itu dikatakan saat diwawancarai program NBC News pada Jumat (3/5), yang akan ditayangkan pada Minggu (5/5).

Trump mengatakan ia memiliki ‘titik manis’ untuk Tiktok setelah aplikasi itu membantu memenangkan hati pemilih muda dalam pemilihan presiden 2024, seraya menambahkan, ‘TikTok — sangat menarik, tetapi akan dilindungi.

Trump telah dua kali menangguhkan hukuman blokir dari penegakan larangan yang diamanatkan kongres terhadap TikTok. Seharusnya Blokir TikTok, aplikasi video pendek yang digunakan 170 juta warga AS, berlaku pada Januari.

Kesepakatan telah disusun yang akan memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang berpusat di AS dan sebagian besar dimiliki dan dioperasikan oleh investor AS.

Namun penundaan tersebut tertunda setelah Tiongkok mengindikasikan tidak akan menyetujui menyusul pengumuman Trump tentang tarif tinggi untuk barang-barang Tiongkok.

Senator Demokrat berpendapat Trump tidak memiliki kewenangan hukum untuk memperpanjang batas waktu dan menyatakan kesepakatan yang dianggap tidak akan memenuhi persyaratan hukum.

Satu sumber yang dekat dengan investor ByteDance di AS mengatakan bulan lalu bahwa pengerjaan kesepakatan prospektif itu berlanjut menjelang batas waktu 19 Juni, tetapi AS dan China perlu menyelesaikan sengketa tarif terlebih dahulu.

Trump mengatakan kepada NBC News bahwa China sangat ingin mencapai kesepakatan, dengan menyebut dampak tarif 145 persen untuk barang-barang China terhadap ekonominya.

Ia mengatakan ia tidak akan mencabut tarif untuk membawa Tiongkok ke meja perundingan, tetapi pada akhirnya dapat menurunkannya sebagai bagian dari perjanjian yang lebih luas.

Baca juga :  Lionsgate Akan Garap Game dari Film Saw

“Pada titik tertentu, saya akan menurunkannya karena jika tidak, Anda tidak akan pernah bisa berbisnis dengan mereka. Dan mereka sangat ingin berbisnis,” katanya.

Undang-undang tersebut mengharuskan TikTok berhenti beroperasi paling lambat 19 Januari kecuali ByteDance telah menyelesaikan divestasi aset aplikasi di AS.

Trump memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden pada 20 Januari dan memilih untuk tidak melaksanakannya. Awalnya Trump memperpanjang batas waktu hingga awal April, kemudian bulan lalu hingga 19 Juni.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments