Energi Juang News, Jakarta– Perjalanan malam dari Bekasi menuju Bandung itu seharusnya menjadi rutinitas biasa bagi Bosto, seorang pria yang sering bepergian lintas kota. Namun malam itu, ia menaiki bus yang akan mengubah hidupnya selamanya.
Begitu memasuki bus, tidak ada yang terasa aneh. Ia duduk di kursi kosong, mengenakan headset, dan membiarkan musik mengisi malam panjang. Namun, perlahan suasana dalam bus mulai terasa tidak wajar. Tak ada suara percakapan. Penumpang lain diam membisu, dengan wajah-wajah pucat dan mata kosong yang menatap lurus ke depan.
Yang lebih mencurigakan, sejak awal bus berhenti untuk menaikkan penumpang, tidak terlihat ada kernet menawarkan tempat duduk seperti biasanya, meskipun banyak orang menunggu di pinggir jalan.
Kecurigaan Bosto memuncak saat aroma anyir darah mulai menyebar di dalam kabin. Rasa takut merayap di dalam dirinya. Ia mencoba menenangkan diri, tetapi dorongan rasa penasaran membuatnya membuka kamera ponsel dan merekam suasana dalam bus.
Hasil rekaman itu membuat darahnya membeku.
Melihat hasil rekaman HPnya, ternyata tidak ada satu pun penumpang yang terlihat dalam video tersebut hanya dirinya sendiri. Kursi-kursi yang ia lihat penuh ternyata kosong dalam rekaman. Merinding, Bosto mencoba lagi merekam sekeliling. Kali ini ia lebih teliti terlihat samar dilayar HPnya membuat bulu kuduk berdiri. Wajah penumpang pucat pasi, penuh bercak darah, dan semua mengenakan pakaian putih kusam seperti kain kafan.
Ketika ia mengarahkan kamera ke lantai bus, ia melihat sesuatu yang membuatnya hampir muntah ceceran darah kering di sudut-sudut lantai, seperti sisa tragedi mengerikan.
Namun ia tetap bertahan, mematung ketakutan, hingga bus perlahan masuk ke area terminal Bandung. Sepanjang perjalanan, ia terus menahan rasa takut yang mencekam, sungguh pengalaman yang mengerikan. Sesampainya di terminal Bandung begitu pintu bus terbuka, Bosto langsung berlari menuju pos satpam. Namun apa yang dikatakan satpam membuat jantungnya hampir berhenti.
“Tidak ada bus yang masuk ke terminal sejak satu jam lalu,” ujar sang satpam dengan ekspresi bingung.
Terkejut dan bingung, Bosto menceritakan pengalamannya. Beberapa orang di terminal kemudian mengangguk pelan dan mengisahkan legenda urban yang telah lama menghantui jalur Bekasi–Bandung: bus hantu korban kecelakaan maut di Tol Cipali.
Beberapa tahun silam, sebuah bus penuh penumpang terguling dan terbakar di ruas jalan tol tersebut. Semua penumpangnya, termasuk sopir dan kernet, tewas di tempat. Sejak kejadian itu, bus yang sama dikabarkan sering muncul di malam hari, menaikkan penumpang yang kurang waspada. Mereka yang naik, katanya, bisa saja tak pernah sampai tujuan.
Kini, warga dan calon penumpang sering diingatkan: jangan hanya periksa jadwal dan tujuan, tapi pastikan penumpang di sekelilingmu benar-benar masih hidup.
Redaksi Energi Juang News



