Energi Juang News, Jakarta-Rencana kedatangan pendakwah asal India Zakir Abdul Karim Naik alias Dr. Zakir Naik ke Indonesia pekan depan, disambut baik Majelis Ulama Indonesia ( MUI ).
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah M. Cholil Nafis menyebut dakwah berintikan ajakan untuk berbuat kebaikan.
“Ya, selamat datang di Indonesia. Mudah-mudahan jadi kebaikan. Beliau itu ke Indonesia mau berdakwah dan berarti mengajak kebaikan,” kata Cholil, Rabu (2/7).
Ia berpesan ke seluruh pihak agar menangkap pesan positif atas dakwah Zakir Naik.
Cholil menyebut seluruh pihak harus bisa menangkap pesan konstruktif dalam membangun toleransi dan perdamaian dari dakwah tersebut kelak.
Pesan saya kepada kita semua, jadikanlah dakwahnya yang menginspirasi dan konstruktif untuk toleransi, perdamaian, dan persatuan sesama anak bangsa, ucapnya.
Zakir Naik sendiri dikenal sebagai pendakwah yang dinilai cukup kontroversial. Sejumlah pernyataannya kerap menuai polemik karena dinilai provokatif.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Zakir dijadwalkan melakukan safari ke sejumlah kota di Indonesia.
Rencana kunjungannya akan dimulai di Solo pada tanggal 8 Juli, ia direncanakan berceramah di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kemudian, ia menjadwalkan melanjutkan safarinya ke Malang pada 10 Juli. Lalu, pada tanggal 12-13 Juli ia dijadwalkan berceramah di Bandung, Jawa Barat.
Terakhir, ia mengadakan penutupan safarinya di Jakarta pada 18-20 Juli di Lapangan Bola Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan.
Pemerintah India menuduhnya menginspirasi radikalisasi, termasuk terhadap pelaku serangan teror di Dhaka, Bangladesh pada tahun 2016.
Ia pun meninggalkan India pada tahun 2016 dan tinggal di Malaysia karena tuduhan pencucian uang dan pernyataan kebencian antar agama.
India telah meminta ekstradisi, namun Malaysia belum memenuhi permintaan tersebut.
Dalam wawancaranya dengan media pada April 2017 silam, Zakir Naik pernah angkat suara mengenai sejumlah aksi kekerasan yang dikaitkan dengan Islam.
“Betul sekali. Tapi saya membuktikan bahwa Islam adalah agama yang damai, mereka akan melemparkan kesalahan kepada saya. Kalau saya membuktikan Islam adalah agama yang damai, ada beberapa orang yang bagai apel busuk, dan Anda bisa menemukan apel busuk di semua agama. Saya memberikan ceramah mengenai Islam,” kata dia.
“Dan saya membuktikan bahwa semua serangan teroris yang terjadi dalam 100 tahun terakhir, sebagian besar, sebelum 11/9, tidak dilakukan oleh Muslim,” imbuhnya.
Redaksi Energi Juang News



