Berita Energi Juang, Jakarta– Warga sekitar kawasan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo digemparkan oleh kisah mistis yang sempat viral yaitu andong pocong. Penampakan ini bukan sekedar cerita rakyat biasa. Menurut banyak pengakuan, makhluk itu muncul hampir setiap malam, melintasi jalanan sepi dengan suara roda kayu berderit dan denting lonceng tua yang menyayat suasana malam.
Menurut Pak Imam, warga RT 07 yang tinggal tidak jauh dari tanggul, suara andong tua sering terdengar menjelang tengah malam. “Awalnya saya kira orang lewat naik dokar. Tapi suara itu nggak pernah makin dekat, malah muter-muter seperti nyari sesuatu. Pas saya intip dari balik jendela… yang narik andong bukan kuda, tapi pocong!!” Sontak ia menutup kembali jendela sambil merapalkan doa.
Penampakan itu tampak jelas: sebuah andong kusam, ditarik oleh sosok pocong dengan kain putih yang kotor dan berlubang menyeramkan. Tatapannya lurus kedepan tanpa menoleh tak layaknya manusia. Dan di dalam andong, duduk sesosok bayangan hitam yang tidak terlihat wajahnya. Menurut cerita yang berkembang, siapa pun yang melihat langsung ke mata makhluk dalam andong itu, akan mengalami mimpi buruk selama tujuh malam berturut-turut. Semalaman Pak Imam tak bisa memejamkan mata hingga subuh. Suasana mencekam sontak menyelimuti daerah itu.
Ada cerita lain Bu Lastri, seorang ibu rumah tangga, bercerita bahwa ia dan anaknya pernah melihat andong itu saat mereka terbangun karena suara lonceng tua. “Kami kira tukang jualan lewat, tapi pas saya lihat dari teras… ya Allah, saya langsung tarik anak saya masuk. Bulu kuduk saya berdiri semua, rasa takut mendera hingga keseluruh anggota keluarga. Sejak kejadian itu anak saya sering ngomong sendiri tiap malam,” tuturnya sambil memeluk sajadah.
Menurut keterangan warga, gangguan dari andong pocong ini semakin sering terjadi sejak proyek tanggul lumpur dibuka kembali untuk investigasi. Beberapa warga meyakini, lokasi semburan menyimpan banyak jasad yang tidak ditemukan saat tragedi dulu, dan makhluk yang muncul adalah roh-roh yang tak tenang yang makamnya terdampak lumpur Lapindo.
Suatu ketika ada warga yang sempat merekam suara andong dan mengunggahnya ke media sosial. Video tersebut sempat viral dan mengundang perhatian netizen, meskipun beberapa menganggapnya hoaks. Namun, bagi mereka yang tinggal di sekitar lokasi, suara dan penampakan itu adalah kenyataan yang menakutkan.
Pak Darto, seorang petani yang biasa pulang larut malam dari ladang, bersumpah tidak akan pernah melewati jalur dekat tanggul setelah lewat pukul 10 malam. “Saya pernah lihat andong itu berhenti di persimpangan. Tiba-tiba semua lampu jalan padam, dan saya merasa ada yang mengikuti saya sampai ke rumah. Semakin saya melangkah cepat sosok yang mengikuti saya juga makin mendekat. Dan benar saja ,begitu saya buka pintu dipagi hari, saya melihat ada tapak roda andong di depan rumah.”
Malam-malam di kawasan tersebut kini selalu dihiasi ketegangan. Anak-anak dilarang keluar saat malam, dan warga sering mengadakan doa bersama untuk mengusir energi negatif yang diyakini menetap sejak kejadian semburan lumpur. Namun, gangguan dari andong pocong belum pernah benar-benar hilang.
Mereka yang pernah melihatnya tidak lagi menganggap cerita ini sebagai legenda, melainkan bagian dari kenyataan kelam yang hidup berdampingan dengan mereka. Karena siapa pun yang pernah mendengar derit roda andong itu, tahu satu hal yaitu malam itu tidak akan pernah biasa lagi.
Redaksi Energi Juang News



