Energi Juang News, Jakarta-Klarifikasi soal ijazah Joko Widodo diberikan mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2002-2007, Sofian Effendi.
Klarifikasi itu dia berikan dalam tayangan kanal Youtube Langkah Update, pada Rabu (16/7/2025).
“Saya nggak menyangka bahwa dipublikasikan,” kata Sofian di kediamannya, Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (17/7/2025).
Imbasnya, kata Sofian, hal itu menimbulkan kegoncangan di universitas karena seolah-olah ia menuduh rektor UGM tidak mempertahankan kebenaran.
Sofian membeberkan pula, dia mendapat ancaman dari pihak Jokowi Lovers. Ancaman itu dilayangkan lewat surat, yang diketahuinya melalui media. “Melalui surat sih, dan melalui berita nasional disampaikan suratnya itu, akan mengadukan saya ke Bareskrim,” lanjut Sofian.
Dalam klarifikasinya, mantan Ketua Komisi Aparatur Negara periode 2014-2018 itu akhirnya setuju dengan pernyataan Rektor Ova Emilia pada 2022 lalu soal keaslian ijazah Jokowi.
“Sekarang terpaksa setuju sebagai anggota organisasi UGM, saya harus setuju,” ucap Sofian.
Walaupun menurutnya hal secara pribadi, dia memiliki pandangan lain. Namun, baginya keputusan rektor harus menjadi pegangan warga universitas.
“Walaupun saya tidak setuju dengan keputusan itu, itu sikap pribadi saya,” ujarnya.
Mengenai keaslian ijazah Jokowi, Sofian mengungkapkan belum punya bukti yang benar. “Kalau orang universitas kan perlu bukti, dia baru bisa memutuskan membuat pendapat,” lontar Sofian.
Sofian membeberkan pula, ia pernah mengajak para dekan untuk bertemu Ova Emilia menanyakan sikapnya.
“Ada sebagian besar kan diam, nggak pernah kan, saya mengajak dekan itu ayo kita ke bu Eva menanyakan dia bagaimana sikapnya, banyak yang nggak mau,” ungkapnya.
Sofian berharap, UGM dalam membuat kebijakan berada pada pilar kebenanaran, karena itu merupakan tugas universitas.
“Supaya jangan di masa depan ada kasus-kasus seperti yang diragukan ini, karena itu kan tidak baik citranya,” kata Sofian.
Sebelumnya, Sofian melayangkan surat untuk menarik semua pernyataannya dalam video di kanal Youtube Langkah Update berjudul “Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendi Rektor 2002-2007! Ijazah Jokowi dan Kampus UGM.
Dalam surat itu, Ia juga meminta maaf kepada pihak yang disebutkan namanya pada wawancara tersebut.
UGM pun menyayangkan pihak-pihak yang telah mengiring opini keliru dan tidak mendasar.
“Mengenai ijazah atas nama saudara Joko Widodo, UGM tetap pada pernyataan yang disampaikan dalam siaran pers 15 April 2025,” dalam rilis tersebut tertanda Sekretaris Universitas, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu.
UGM kembali menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM.
“Yang bersangkutan [Joko Widodo] telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan lulus pada 5 November 1985,” tertera dalam rilis pers.
Redaksi Energi Juang News



