Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaBerita NasionalPesawat Latih Jatuh di Bogor, Ini Kata TNI-AU

Pesawat Latih Jatuh di Bogor, Ini Kata TNI-AU

Jakarta, Energi Juang News- TNI Angkatan Udara memberikan penjelasan atas eksiden kecelakaan pesawat latih sipil Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan registrasi PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Minggu, 3 Agustus 2025.

 Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsma I Nyoman Suadnyana menjelaskan kronologi pesawat jatuh .

Pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB dalam rangka misi latihan profiensiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pelatihan dan pemeliharaan kemampuan.  “Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana. Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit,” ujar Nyoman melalui keterangan tertulis, Minggu, 3 Agustus 2025.

 Nyoman menjelaskan latihan tersebut dilakukan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot dan Sdr. Roni sebagai co-pilot. Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari latihan rutin pelatihan kemampuan personel FASI, induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU . 

 “Penerbangan telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu,” beber Nyoman. 

TNI AU bersama pihak terkait telah melakukan pengawalan dan pengamanan lokasi kejadian, serta memastikan seluruh prosedur penanganan berjalan sesuai ketentuan.  Jenazah Marsma TNI Fajar saat ini berada di RSAU Lanud Atang Sendjaja untuk prosesi selanjutnya. Sementara itu, lokasi jatuhnya pesawat telah diamankan dengan garis pengamanan oleh aparat.

Marsma TNI Fajar Adriyanto merupakan lulusan AAU 1992 dan penerbang tempur F-16 dengan call sign “Red Wolf”. Dalam karirnya, ia pernah mengemban berbagai jabatan strategis, antara lain Komandan Skadron Udara 3, Danlanud Manuhua, Kadispenau, Kapuspotdirga, Aspotdirga Kaskoopsudnas, dan terakhir Kapoksahli Kodiklatau. 

Baca juga :  Soal Izin Tambang Untuk Ormas Agama, Ini Catatan PGI

Ia dikenal sebagai sosok penyelamatan tinggi dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah TNI AU, termasuk keterlibatannya dalam peristiwa udara dengan pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Laut Amerika Serikat di langit Bawean tahun 2003.

“TNI AU menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Semangat, keteladanan, dan pengabdiannya akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga langit Indonesia,” pungkas Nyoman.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments