Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaEkonomi & BisnisMenteri Keuangan Mau Suntikkan Rp200 Triliun ke Sistem Keuangan, Untuk Apa?

Menteri Keuangan Mau Suntikkan Rp200 Triliun ke Sistem Keuangan, Untuk Apa?

Energi Juang News, Jakarta-Pentingnya menghidupkan kembali dua mesin utama penggerak ekonomi Indonesia, ditegaskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Dua mesin utama itu adalah moneter dan Fiskal. Oleh karena itu, mantan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan senilai Rp 200 triliun.

“Saya sudah lapor ke Presiden, pak saya akan taruh uang ke sistem perekonomian. Saya sekarang punya cash R 425 triliun di BI (Bank Indonesia). Untuk kemudian saya taruh Rp200 triliun,” ujarnya di Jakarta, Rabu 10 September 2025.

Purbaya juga telah berkoordinasi dengan BI agar dana tersebut tidak langsung diserap kembali oleh kebijakan moneter yang ketat.

“Biar saja kalian (BI) menjalankan kebijakan moneter, kami dari sisi fiskal yang jalan sedikit,” tambahnya.

Penempatan ini, lanjut dia, tidak menimbulkan biaya bagi pemerintah.

Tapi, uang yang ada di sistem secara otomatis akan memaksa perbankan untuk mengelola. Sehingga akan memberikan imbal hasil.

“Artinya, ekonomi akan bisa hidup lagi,” jelasnya.

Untuk mempercepat realisasi anggaran, Kementerian Keuangan akan mengirimkan tim ke instansi atau daerah yang belum mampu menyusun anggaran secara efektif.

“Supaya anggaran yang banyak dari pemerintah pusat dampaknya tidak hanya membuat pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen saja,” tuturnya.

Dengan perbaikan koordinasi antara sektor publik dan dorongan bagi sektor swasta, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menambahakan, rencana penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke perbankan akan menggunakan skema yang mirip dengan pembiayaan untuk Koperasi Desa/Kelurahaan Merah Putih.

“Intinya kita ingin mempercepat penambahan likuiditas di perekonomian sehingga itu nanti bisa menjadi kredit yang disalurkan untuk menggerakkan perekonomian,” kata Febrio.

Baca juga :  Gelombang PHK Meningkat di Tengah Rekrutmen Baru

Menurut Febrio, dengan adanya rencana alokasi dana hingga Rp200 triliun, pemerintah berharap dapat menjangkau program yang lebih luas.

Dana tersebut bisa bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang saat ini masih ditempatkan di Bank Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttps://energijuangnews.com/
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti. Pimpinan Redaksi dari EnergiJuangNews.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments