Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaTeknologiGawat! Kebijakan Satu Orang Satu Akun Medsos Bahayakan Informasi Positif

Gawat! Kebijakan Satu Orang Satu Akun Medsos Bahayakan Informasi Positif

Energi Juang News, Surabaya-Wacana kebijakan satu orang satu akun medsos masih memicu polemik di masyarakat. Dosen komunikasi Unair pun memberikan tanggapannya terkait hal ini.

Pemerhati kebijakan media dan komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP Unair) Titik Puji Rahayu S Sos M Comms PhD menegaskan, kebijakan ini berpotensi besar memangkas penyebaran informasi positif.

Menurutnya, media sosial bukan hanya ‘ladang’ hoaks, tetapi juga tempat penyebaran informasi yang bermanfaat.

“Hal lain yang juga menjadi poin kritik, kalau berpikir bahwa mengurangi akun akan mengurangi penyebaran hoaks itu seolah-olah cara berpikirnya bahwa satu akun hanya akan menyebarkan satu hoaks, padahal satu akun bisa menyebarkan ratusan-ribuan hoaks. Jadi ini yang jadi unit analisisnya itu akunnya apa jumlah hoaksnya,” jelasnya dalam laman Unair,  Minggu (21/9/2025).

Titik menegaskan kebijakan ini belum menyentuh akar masalah. Ia menjelaskan, fakta menunjukkan bahwa persebaran hoaks mayoritas disebabkan oleh bot, bukan akun organik milik manusia. Ia menilai pendekatan ini kurang efektif.

“Jadi yang banyak menyebarkan hoaks itu biasanya adalah bot, tapi kenapa yang dihukum justru manusia, yang dia bukan merupakan bot atau automated social media in system,” tuturnya.

Titik menambahkan, banyaknya akun medsos pada saat ini merupakan hal yang wajar dan umumnya memiliki tujuan spesifik.

“Maka mereka punya suatu akun yang memang mereka tujukan untuk merepresentasikan citra profesional mereka. Di sisi lain, mereka juga punya akun yang itu sifatnya untuk pertemanan, di mana mereka lebih lugas menyampaikan mereka siapa adanya,” paparnya.

Menyikapi wacana tersebut, Titik menawarkan sebuah solusi yang lebih mendasar berupa edukasi misinformasi pada masyarakat.

“Edukasi kepada masyarakat untuk mereka tidak sembarangan menyebarkan informasi jika mereka tidak memahami informasi,” terangnya.

Baca juga :  WhatsApp Sedang Uji Fitur Privasi Baru

Titik mengajak pemerintah untuk lebih berfokus pada pengembangan industri digital nasional. Menurutnya, ada banyak lapangan kerja yang bisa dibuka dari industri tersebut.

“Benefitnya bukan hanya benefit politik dalam artian berpendapat, berdemokrasi, tapi juga ada benefit ekonomi, benefit sosio-kultural, ” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Hizkia Darmayana
Hizkia Darmayanahttp://energijuangnews.com
Hidup Hanya Sekali, Maka Buatlah Berarti
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments