Energi Juang News, Jakarta- Anggota MPR-RI Nasyirul Falah Amru menyatakan, Pancasila mengandung nilai-nilai yang universal. Sehingga Pancasila layak dijadikan ideologi alternatif bagi dunia.
Demikian dinyatakan politisi yang akrab disapa Gus Falah itu, dalam rangka mendukung pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, bahwa Pancasila dapat menjadi kerangka etik universal.
“Sila-sila Pancasila mengandung prinsip-prinsip yang relevan secara universal, seperti prinsip spiritualitas/moralitas, kemanusiaan, keadilan, demokrasi dan kesejahteraan bersama. Nilai-nilai ini khan sejalan dengan berbagai piagam dan deklarasi internasional,” ujar Gus Falah, Sabtu (1/11/2025).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu melanjutkan, Presiden Pertama RI Sukarno memang pernah menawarkan Pancasila sebagai ideologi alternatif bagi dunia.
Hal itu dinyatakan Sukarno pada Sidang Umum PBB ke-15 tanggal 30 September 1960.
Bung Karno telah mengungkapkan bahwa prinsip-prinsip Pancasila dapat memberikan kontribusi pada tatanan dunia yang lebih adil dan damai,” ujar Gus Falah.
Sehingga, ketika ibu Megawati menawarkan Pancasila sebagai kerangka etik universal, sangat masuk akal. Sebab nilai-nilai luhur Pancasila bisa menjadi solusi bagi tantangan global kontemporer,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menawarkan Pancasila sebagai kerangka etik universal yang dapat menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menyebut prinsip Pancasila mampu menuntun arah dunia digital agar tidak kehilangan sisi moralnya.
“Pancasila menyeimbangkan antara dunia materiil dan spiritual, antara hak individu dan tanggung jawab sosial. Prinsip itu penting diterapkan dalam dunia digital yang cenderung menuhankan efisiensi,” ujar Megawati saat menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional peringatan ke-70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Perpustakaan Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).
Redaksi Energi Juang News



